Kondisi perberasan nasional selama semester pertama 2025 ini menunjukkan progres yang impresif. Produksi beras Indonesia meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu, dan FAO bahkan mengakui Indonesia sebagai salah satu negara produsen beras tertinggi di dunia.
Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan bahwa produksi beras Indonesia bertumbuh luar biasa, dengan Indonesia berada di urutan ke-4 sebagai produsen beras terbesar di dunia. Ini merupakan bukti kerja keras segenap stakeholder perberasan dengan Kementerian Pertanian sebagai lead sector di hulu.
Arief juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh penggilingan padi se-Indonesia yang telah membantu pemerintah membuat stok beras Bulog menjadi 4,2 juta ton. Penyerapan dalam negeri juga meningkat, dengan 2,6 juta ton setara beras. Kolaborasi ini merupakan kunci keberhasilan dalam meningkatkan produksi beras nasional.
Tantangan di Semester Kedua
Namun, tantangan perberasan nasional akan semakin meningkat di semester kedua ini. Panen raya telah usai di Maret dan April lalu, dan estimasi produksi beras bulanan kemungkinan akan mulai melandai. Pemerintah telah menyiapkan strategi intervensi perberasan ke masyarakat secara masif, termasuk bantuan pangan beras kepada 18.277.083 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras ke pasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah juga telah menyiapkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang sangat mumpuni untuk menghadapi tantangan di semester kedua. Dengan demikian, pemerintah dapat memastikan ketersediaan beras yang stabil dan harga yang terkendali.
Pencapaian produksi beras nasional yang impresif ini merupakan bukti keberhasilan kerja sama antara pemerintah, stakeholder perberasan, dan petani. Dengan strategi intervensi yang tepat dan mitigasi yang efektif, pemerintah dapat memastikan ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)








