Kisruh Verifikasi Domisili SPMB Lampung 2026, Ribuan Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMAN

Tauriq Attala Gibran

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Provinsi Lampung kembali menuai sorotan tajam. Ratusan calon siswa di berbagai SMAN unggulan mendadak dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Ironisnya, pembatalan ini terjadi justru setelah mereka lolos verifikasi sistem aplikasi dan mengantongi kartu ujian.

Lampung (Netizenku.com): Akar masalah bersumber dari ketidaksinkronan data kependudukan. Ada celah menganga antara verifikasi otomatis pada aplikasi SPMB dengan validasi faktual yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Lampung.

Dampak karut-marut sistem ini langsung memukul mental para peserta. Seorang siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku sangat kecewa atas pembatalan sepihak ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah senang karena berkas dinyatakan lengkap dan bisa ikut tes. Setelah itu malah mendapat informasi kalau data bermasalah dan status pendaftaran dibatalkan. Kami jadi bingung harus bagaimana,” keluhnya saat ditemui di salah satu SMAN unggulan di Bandar Lampung, Senin (8/6/2026).

Baca Juga  Pemprov Lampung dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu

Kecemasan serupa melanda para orang tua. Mereka mempertanyakan kredibilitas aplikasi SPMB yang dinilai memberi harapan palsu kepada anak-anak mereka.

“Anak-anak sudah mempersiapkan diri mengikuti tes masuk SMAN unggulan, lalu tiba-tiba dibatalkan. Ini sangat memukul mental mereka,” ujar salah satu orang tua peserta dengan nada kecewa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, fenomena gugur massal akibat verifikasi Disdukcapil ini menyebar di sejumlah sekolah favorit di Bandar Lampung.

Berikut adalah rincian sementara jumlah peserta yang dibatalkan status pendaftarannya, SMAN 5 Bandar Lampung (14 peserta), SMAN 10 Bandar Lampung (12 peserta), SMAN 2 Bandar Lampung (7 peserta), SMAN 14 Bandar Lampung (6 peserta) serta SMAN 9 Bandar Lampung sejumlah peserta (masih dalam pendataan).

Kondisi serupa dilaporkan juga terjadi di puluhan SMAN unggulan lain yang tersebar di wilayah Provinsi Lampung.

Baca Juga  RDP DPRD Lampung Sepakati Solusi Sementara untuk Pengrajin Tanah Liat

Persoalan ini diprediksi akan memicu efek domino yang lebih luas bagi akses pendidikan menengah di Lampung. Data pendaftaran SMAN unggulan mencatat total pendaftar mencapai 34.403 siswa. Namun, hanya sekitar 21.567 berkas yang dinyatakan lolos verifikasi.

Artinya, ada sekitar 12.836 peserta yang mengalami kendala administrasi. Jika verifikasi Disdukcapil menjadi batu sandungan utama, belasan ribu siswa tersebut terancam menghadapi hambatan serupa saat mencoba mendaftar ke SMAN reguler melalui jalur domisili.

“Kalau di SMAN unggulan saja anak saya dibatalkan karena alasan verifikasi Disdukcapil, bagaimana nanti bisa mendaftar ke SMAN reguler? Karena verifikasi domisili di SMAN reguler juga menggunakan data Disdukcapil, seperti yang ada di Juknis. Jangan sampai anak-anak ini akhirnya tidak bisa sekolah,” ungkap salah seorang wali murid dengan penuh kekhawatiran.

Baca Juga  DPRD Lampung Cari Solusi Anjloknya Harga Sawit

Kekacauan administrasi ini memicu pertanyaan besar mengenai kesiapan sistem digital yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Mengapa sistem meloloskan berkas di awal, namun menganulirnya di tengah jalan?

Kini, masyarakat mendesak Gubernur Lampung dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem verifikasi SPMB 2026. Pemerintah daerah diharapkan segera duduk bersama dengan Disdukcapil dan pihak sekolah untuk merumuskan solusi cepat.

Langkah konkret sangat dibutuhkan demi melindungi hak pendidikan anak-anak Lampung. Terlebih, semangat wajib belajar 12 tahun telah diamanatkan secara tegas dalam Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah pasti peserta yang terdampak maupun solusi bagi para siswa yang gugur akibat sinkronisasi data tersebut.(*)

Berita Terkait

Nasib Eks Pekerja BUMD Lampung, 3 Tahun Menanti Pesangon Meski Menang di Pengadilan
Jaga Identitas Daerah, Gubernur Lampung Komit Lestarikan Kebudayaan Lampung
Jihan Nurlela Ajak Peserta PKN II Sumsel Gali Inovasi di Lampung
Kawal Aspirasi Warga, DPRD Lampung Teruskan Hasil Diskusi BPN Terkait Waydadi ke Pemprov
Hadiri Wisuda Perdana Universitas Indonesia Mandiri, Jihan Ajak Lulusan Kembali Bangun Daerah Asal
Wahrul Fauzi Silalahi Masuk Radar Calon Ketua Karang Taruna Lampung
Koni, Tenis Meja Jadi Cabor Andalan Lampung
SMAN 12 Bandar Lampung Loloskan 244 Siswa ke PTN dan Kampus Australia

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:36 WIB

Kisruh Verifikasi Domisili SPMB Lampung 2026, Ribuan Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMAN

Senin, 8 Juni 2026 - 22:55 WIB

Nasib Eks Pekerja BUMD Lampung, 3 Tahun Menanti Pesangon Meski Menang di Pengadilan

Senin, 8 Juni 2026 - 19:39 WIB

Jaga Identitas Daerah, Gubernur Lampung Komit Lestarikan Kebudayaan Lampung

Senin, 8 Juni 2026 - 19:35 WIB

Jihan Nurlela Ajak Peserta PKN II Sumsel Gali Inovasi di Lampung

Senin, 8 Juni 2026 - 18:03 WIB

Kawal Aspirasi Warga, DPRD Lampung Teruskan Hasil Diskusi BPN Terkait Waydadi ke Pemprov

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Wahrul Fauzi Silalahi Masuk Radar Calon Ketua Karang Taruna Lampung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:38 WIB

Koni, Tenis Meja Jadi Cabor Andalan Lampung

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:45 WIB

SMAN 12 Bandar Lampung Loloskan 244 Siswa ke PTN dan Kampus Australia

Berita Terbaru