Punya Golden Tiket ke Istana, Mukhlis Malah Pilih Upacara Bersama Rakyat

iwan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jadi anggota DPR RI sebenarnya bisa aja ikut upacara HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara. Tapi buat Mukhlis Basri, merdeka itu nggak cuma soal berdiri di tempat mewah atau ikut upacara di pusat pemerintahan.

Lampung Barat (Netizenku.com): Anggota Komisi V DPR RI itu justru milih ngerayain HUT RI ke-81 bareng masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari petani, pelajar, tokoh adat, para veteran, tukang ojek, buruh sampai pejuang Siliwangi.

Upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI digelar di halaman Rumah Juang kader PDI Perjuangan itu, di Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Lampung Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suasananya sederhana tapi penuh makna. Nggak ada sekat antara pejabat dan rakyat. Semua berdiri bareng, sama-sama inget lagi perjuangan para pendahulu yang udah ngorbanin tenaga, pikiran, harta bahkan nyawa demi lahirnya Indonesia yang merdeka.

Buat Mukhlis, milih ngerayain kemerdekaan bareng warga ini jadi cartaa buat ngingetin kalau kemerdekaan itu nggak datang tiba-tiba.

Baca Juga  Reses di Pesisir Barat, Mukhlis Basri Kawal dan Awasi Program Pembangunan APBN

Kemerdekaan diraih lewat perjuangan panjang para pahlawan dan rakyat Indonesia. Makanya, generasi sekarang juga punya tugas penting, yaitu ngisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat buat masyarakat.

“Kemerdekaan ini bukan hadiah. Ada darah, air mata dan pengorbanan para pejuang di dalamnya. Tugas kita sekarang bukan lagi angkat senjata lawan penjajah, tapi gimana ngisi kemerdekaan dengan kerja, pengabdian dan kasih manfaat buat rakyat,” ujar Mukhlis.

Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan jangan cuma berhenti di seremoni upacara atau lomba-lomba aja. Momen 17 Agustus harus jadi pengingat buat semua anak bangsa kalau kemerdekaan itu bawa tanggung jawab bersama.

Buat pemerintah, kemerdekaan harus diwujudkan lewat pembangunan yang adil, buka akses pendidikan dan kesehatan, tingkatkan kesejahteraan masyarakat, serta pastiin pembangunan infrastruktur bener-bener sampai dan dirasain rakyat sampai pelosok.

Baca Juga  Mukhlis Basri Perjuangkan Peningkatan Bandara M. Taufiq Kiemas dan Pelabuhan Kuala Stabas di DPR RI

Sementara buat masyarakat, ngisi kemerdekaan bisa dilakukan dengan kerja keras, jaga persatuan, hargai perbedaan, gotong royong, dan ikut jaga lingkungan serta kehidupan sosial di sekitar.

“Petani harus terus semangat ningkatin hasil, pelajar harus belajar sungguh-sungguh, para pekerja kerja dengan baik, dan kita semua jaga persatuan. Itu bentuk perjuangan kita sekarang,” katanya.

Dia juga ngajak generasi muda buat nggak lupa sejarah. Soalnya bangsa yang besar itu bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.
Menurutnya, kehadiran para veteran di upacara itu jadi pengingat kalau kemerdekaan yang dinikmati sekarang punya sejarah panjang.

“Jangan sampai kita enak menikmati kemerdekaan tapi lupa sama orang-orang yang berjuang. Para veteran dan pejuang itu saksi sejarah. Dari mereka kita belajar kalau cinta bangsa harus dibuktiin dengan pengorbanan dan pengabdian,” ungkapnya.

Mukhlis menegaskan, semangat kemerdekaan juga harus jadi energi buat bangun Indonesia yang lebih maju tanpa ninggalin rakyat kecil.

Baca Juga  POP III Lampung Barat Jadi Ajang Persiapan Porprov 2026

Pembangunan, katanya, harus tetap menempatkan kepentingan rakyat sebagai tujuan utama. Karena merdeka itu bukan cuma bebas dari penjajahan, tapi juga gimana setiap warga punya kesempatan hidup lebih baik, dapat pendidikan, kerja, dan nikmatin hasil pembangunan secara adil.

“Kalau dulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, sekarang tugas kita menjaga dan ngisinya. Jangan sampai kemerdekaan cuma jadi slogan. Harus ada karya, pengabdian, dan manfaat yang benar-benar dirasain rakyat,” tegasnya.

Upacara di halaman Rumah Juang itu pun jadi gambaran sederhana makna kemerdekaan: rakyat kumpul, berdiri bareng, mengenang jasa pahlawan, dan kembali menguatkan tekad menjaga Indonesia.

Sebab setelah bendera Merah Putih kembali berkibar dan lagu kebangsaan dikumandangkan, perjuangan belum selesai.
Kemerdekaan adalah amanah.
Dan tugas generasi sekarang adalah memastikan amanah itu terus dijaga, dirawat, dan diisi dengan kerja nyata untuk Indonesia. (*)

Berita Terkait

Dorong Kawasan Kuliner Makin Hidup, Bambang Kusmanto Usulkan Parkir Resmi
Reses di Pesisir Barat, Mukhlis Basri Kawal dan Awasi Program Pembangunan APBN
Henry Yosodiningrat Khawatir Keselamatan Tersangka Febri Adriansyah
Mukhlis Basri Perjuangkan Peningkatan Bandara M. Taufiq Kiemas dan Pelabuhan Kuala Stabas di DPR RI
Anak Kembar dari Keluarga Kurang Mampu Asal Krui Lolos ke UI, Mukhlis Basri Berikan Apresiasi Langsung
POP III Lampung Barat Jadi Ajang Persiapan Porprov 2026
Hapkido Lampung Barat Borong 14 Medali pada Try Out Porprov
Siswi SMAN 1 Liwa Raih Beasiswa Kedokteran Gigi Unsyiah

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Pemkot Perkuat Tata Kelola Program

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:19 WIB

1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WIB

292 Alat Bantu untuk Warga Bandar Lampung

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:26 WIB

PSEL Lampung Raya Mulai Dimatangkan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Kodam XXI/Radin Inten Genap Satu Tahun

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Solar Tumpah, Jalan Saleh Raja Kusuma Licin

Berita Terbaru

Lampung

BPBD Lampung Siap Bantu Korban Gempa NTT

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:23 WIB

Lampung

Atap Rapuh, Mimpi Anak Way Kanan Tak Boleh Runtuh

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:38 WIB