Gubernur Lampung Dorong Petani Lampung Kembangkan Pupuk Hayati Secara Mandiri

Tauriq Attala Gibran

Kamis, 24 September 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau pelaksanaan program Pupuk Hayati Cair (PHC) di Rumah Produksi PHC Gapoktan Sri Maju, Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, Kamis (24/9/2026).

Lampung (Netizenku.com): Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat pemanfaatan pupuk hayati sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kemandirian petani dalam pengelolaan input produksi.

Dalam dialog bersama petani dan penyuluh, Gubernur yang akrab disapa Mirza itu mendengarkan langsung pengalaman penggunaan PHC pada tanaman singkong dan jagung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang petani menyampaikan, tanaman singkong yang telah berusia sekitar lima bulan menunjukkan pertumbuhan yang baik, meskipun tanaman di lahan lain mengalami kerontokan daun.

Penggunaan PHC dilakukan melalui pengocoran dengan dosis yang disesuaikan dengan kondisi tanaman.

Dalam kesempatan tersebut, Mirza bersama penyuluh mengingatkan petani agar penggunaan pupuk hayati dilakukan secara tepat dan tidak berlebihan.

Baca Juga  203 Titik Hotspot Terdeteksi, Karang Taruna Desa Diminta Waspada Karhutla

“Lebih baik sering daripada terlalu banyak,” ujar Mirza.

Pengalaman penggunaan PHC di wilayah lain juga disampaikan oleh penyuluh. Dalam dialog disebutkan, produktivitas singkong di Kabupaten Tulang Bawang meningkat dari sekitar 25 ton menjadi 33 ton dalam satu kali panen setelah menggunakan PHC.

Sementara pada tanaman jagung, hasil yang sebelumnya sekitar 7 ton disebut meningkat menjadi sekitar 9 ton.

Mirza mengatakan capaian tersebut merupakan pengalaman lapangan yang perlu terus dipelajari dan dikembangkan bersama, terutama melalui pendampingan penyuluh serta penerapan yang disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.

Selain pemanfaatan PHC, dialog juga membahas penguatan kapasitas kelompok tani agar ke depan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi mampu mengembangkan produksi PHC secara lebih mandiri.

Ketua Gapoktan Sri Maju menyampaikan harapan agar kelompok tani mendapat akses untuk memperoleh biang PHC sehingga dapat melakukan perbanyakan secara berkelanjutan.

Ia menegaskan, petani tidak meminta biang tersebut secara gratis, melainkan membutuhkan akses untuk memperolehnya sekaligus pengetahuan mengenai proses pengembangannya.

Baca Juga  Gubernur Mirza Tinjau Antrean BBM, Soroti Pelayanan SPBU dan Usulan Tambahan Kuota

Menanggapi hal tersebut, Mirza menyampaikan bahwa akses terhadap biang PHC dapat dibuka. Namun, untuk proses pembuatan biang secara mandiri, petani perlu terlebih dahulu terbiasa menggunakan PHC dan memahami prosesnya dengan benar.

“Kalau sekarang beli, bisa. Kalau buatnya, nanti dua tahun lagi baru saya ajarin,” ujarnya.

Mirza menjelaskan, kehati-hatian diperlukan karena kualitas biang sangat menentukan hasil produksi. Kesalahan dalam proses pembuatan dapat berdampak terhadap tanaman dalam skala luas.

Ia juga menyampaikan rencana agar ke depan tersedia tempat pembuatan biang PHC di setiap kabupaten.

“Rencana kami, kami ajarin dulu petani pakai PHC-nya. Kalau sudah terbiasa, dua tahun lagi kami buat tempat pembuatan biang di setiap kabupaten,” jelasnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses petani terhadap PHC sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk jadi yang dinilai relatif mahal oleh sebagian petani.

Baca Juga  Batin Wulan Lantik Pengurus PMI Kota Metro 2026–2031, Tekankan Kesiapsiagaan Bencana

Program PHC di Provinsi Lampung terus diperluas. Pada 2026, penerapan PHC telah mencapai 804 lokus. Jika diakumulasikan sejak 2025, program tersebut telah mencapai 1.304 lokus yang tersebar di 1.238 desa se-Provinsi Lampung.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan penerapan PHC mencapai 2.000 lokus hingga akhir 2026.

Khusus di Kabupaten Lampung Timur, program PHC pada 2026 telah terealisasi di 86 lokus. Sementara secara keseluruhan sejak 2025, penerapannya telah mencapai 169 lokus yang tersebar di 164 desa.

Capaian tersebut menunjukkan perluasan penerapan PHC di tingkat desa sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemprov Lampung memperkuat produktivitas sektor pertanian melalui pengalaman lapangan dan pendampingan kepada petani.

Melalui penguatan rumah produksi, peningkatan kapasitas kelompok tani, akses terhadap biang, serta pendampingan penyuluh, Pemprov Lampung mendorong pemanfaatan pupuk hayati tidak berhenti pada penggunaan produk, tetapi berkembang menjadi ekosistem produksi yang semakin mandiri di tingkat petani. (*)

Berita Terkait

Thomas Amirico Tekankan Kompetensi Guru di Tengah Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis
Lampung Perkuat Hilirisasi Kakao Pesawaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Gubernur Lampung Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
Budiman AS Minta Kapolda Baru Lanjutkan Pemberantasan Narkoba di Lampung
Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi
Batin Wulan Lantik Pengurus PMI Kota Metro 2026–2031, Tekankan Kesiapsiagaan Bencana
Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026
Gubernur Lampung Dorong Tahura WAR Jadi Destinasi Unggulan Ekowisata Lampung

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Bukan karena Anggaran, Gaji PPPK Paruh Waktu Lamsel Tertunda Tunggu SK

Rabu, 30 September 2026 - 20:09 WIB

PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Senin, 28 September 2026 - 15:31 WIB

Tim Domino PWI Lampung Juara Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Jumat, 25 September 2026 - 18:42 WIB

ASDP Bakauheni Dukung Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Rabu, 23 September 2026 - 20:40 WIB

PWI Lampung Selatan Jenguk Sodu Sinaga, Beri Dukungan di Masa Pemulihan

Kamis, 17 September 2026 - 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Selatan 5,71 Persen, Egi Dorong Dampaknya Dirasakan Masyarakat

Rabu, 16 September 2026 - 12:11 WIB

Kejari Lampung Selatan Tetapkan Yayasan Bussaina sebagai Wali Sah Delapan Anak

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Iwan Mursalin

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Pimpin Evkin ASN, Peringkat OPD Bakal Diumumkan Tiap Semester

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:49 WIB