Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija

Tauriq Attala Gibran

Sabtu, 26 September 2026 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemanfaatan ruang milik jalan (Rumija) mulai menjadi salah satu sumber penerimaan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

Lampung (Netizenku.com): Hingga September 2026, Pemprov Lampung telah mengantongi retribusi sebesar Rp12,3 miliar dari perusahaan yang memanfaatkan Rumija di sepanjang jalan provinsi untuk pemasangan jaringan fiber optik.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung M. Taufiqullah mengatakan, penerimaan tersebut berasal dari sembilan perusahaan yang telah menyelesaikan kewajiban pembayaran retribusi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejauh ini ada beberapa perusahaan yang sudah dikenakan retribusi dan sudah membayar. Totalnya sekitar Rp12 miliar,” kata Taufiq, Jumat (25/9/2026).

Namun, penerimaan tersebut belum mencakup seluruh perusahaan yang tercatat memanfaatkan Rumija jalan provinsi.

Baca Juga  Sahdana Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas di Lampung

Dinas BMBK Lampung mencatat sedikitnya 14 perusahaan menggunakan ruang milik jalan provinsi untuk jaringan fiber optik. Dari jumlah tersebut, lima perusahaan lainnya masih dalam proses pendataan dan verifikasi teknis.

Taufiq mengatakan, pemerintah perlu memastikan panjang jaringan kabel yang tertanam maupun melintas di Rumija sebelum menetapkan besaran retribusi yang harus dibayarkan masing-masing perusahaan.

“Untuk yang belum, teknisnya seperti panjang kabel yang tertanam di Rumija masih belum fix. Ini masih kita survei ulang,” ujarnya.

Menurut Taufiq, retribusi atas pemanfaatan Rumija tidak hanya dikenakan satu kali. Perusahaan yang menggunakan ruang milik jalan untuk kepentingan usaha dikenakan kewajiban retribusi setiap tahun sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  Lampung Catat Inflasi September 0,14 Persen, Terendah di Sumatera

Dengan skema tersebut, pemanfaatan Rumija dinilai memiliki potensi menjadi sumber penerimaan daerah yang berkelanjutan. Terlebih, pemanfaatan ruang milik jalan tidak hanya dilakukan oleh perusahaan fiber optik.

Pemprov Lampung kini juga mulai mengkaji potensi retribusi dari jaringan utilitas lainnya yang menggunakan Rumija.

“Yang memanfaatkan Rumija kan tidak cuma fiber optik. Untuk yang lain-lain masih kita pelajari, termasuk gas, PLN dan lainnya,” jelas Taufiq.

Meski demikian, Pemprov Lampung belum menerapkan pungutan terhadap seluruh jaringan utilitas tersebut. Pemerintah masih perlu mengkaji dasar hukum dan mekanisme teknis pemungutan retribusi agar penerapannya memiliki landasan yang jelas.

Baca Juga  Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah

Pembahasan potensi tersebut kini dilakukan Dinas BMBK bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung.

Pemerintah akan memetakan jenis pemanfaatan Rumija yang dapat dikenakan retribusi sekaligus menghitung potensi penerimaan yang dapat masuk ke kas daerah.

Sementara dari sektor fiber optik, penerimaan retribusi masih berpeluang bertambah setelah proses pendataan dan verifikasi terhadap lima perusahaan lainnya rampung.

Dengan pembayaran dari sembilan perusahaan, Pemprov Lampung telah mencatat penerimaan Rp12,3 miliar. Nilai tersebut berpotensi meningkat apabila seluruh pemanfaatan Rumija, baik untuk jaringan fiber optik maupun utilitas lainnya, telah terdata dan memiliki dasar pemungutan yang jelas. (*)

Berita Terkait

Komisi II DPRD Lampung Dorong Perluasan Akses Jagung Murah bagi Peternak
Winarti Minta Komang Koheri Prioritaskan Pertanian dan Infrastruktur Lampung Tengah
Lantik Komang Koheri, Mirzani Tekankan Sinergi Pembangunan dan Integritas
Lampung Perkuat Infrastruktur dan Layanan untuk Perluas Pasar Ekspor
Komang Koheri Resmi Dilantik, Siapkan Agenda Pembangunan Lampung Tengah
Mikdar Ilyas Dorong Penguatan Distribusi Pupuk untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Mirza Ajak Generasi Muda Kembangkan Hilirisasi Komoditas Unggulan Desa
Wagub Jihan Pastikan Pembangunan Kampung Nelayan Berjalan Sesuai Rencana

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:33 WIB

Komisi II DPRD Lampung Dorong Perluasan Akses Jagung Murah bagi Peternak

Selasa, 3 November 2026 - 18:11 WIB

Winarti Minta Komang Koheri Prioritaskan Pertanian dan Infrastruktur Lampung Tengah

Selasa, 3 November 2026 - 16:16 WIB

Lantik Komang Koheri, Mirzani Tekankan Sinergi Pembangunan dan Integritas

Selasa, 3 November 2026 - 13:05 WIB

Komang Koheri Resmi Dilantik, Siapkan Agenda Pembangunan Lampung Tengah

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Mikdar Ilyas Dorong Penguatan Distribusi Pupuk untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Senin, 2 November 2026 - 17:54 WIB

Mirza Ajak Generasi Muda Kembangkan Hilirisasi Komoditas Unggulan Desa

Senin, 2 November 2026 - 17:04 WIB

Wagub Jihan Pastikan Pembangunan Kampung Nelayan Berjalan Sesuai Rencana

Senin, 2 November 2026 - 17:01 WIB

Wagub Jihan Salurkan Bantuan Sosial dan Alat Bantu Disabilitas di Pesisir Barat

Berita Terbaru

Tanggamus

RAPBD Tanggamus 2027, Belanja Daerah Diusulkan Rp1,64 Triliun

Selasa, 3 Nov 2026 - 16:59 WIB