Ekonomi Tumbuh, Upah Tertahan: Lampung Kalah Berani dari Sumatera Lain

Ilwadi Perkasa

Senin, 29 Desember 2025 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMP Tertahan. Dok: Ilustrasi

UMP Tertahan. Dok: Ilustrasi

Ekonomi Lampung terus tumbuh, tetapi kesejahteraan pekerjanya belum pernah benar-benar bangkit. Lompatan kesejahteraan seolah menjadi harga yang harus dikorbankan demi satu kepentingan lama, yakni menjaga Lampung tetap murah bagi investor. Upah ditekan, pertumbuhan dirayakan, sementara pekerja diminta bersabar.

Paradoks inilah yang mencuat di balik kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 dan laporan pertumbuhan ekonomi yang terus dibanggakan. Angka-angka makro bergerak naik, grafik tampak sehat, namun kehidupan pekerja nyaris tak bergeser dari batas minimum.

Perbandingan UMP 2025–2026 dan gambaran PDRB/pertumbuhan ekonomi di beberapa provinsi Sumatera:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Provinsi UMP 2025 (Rp) UMP 2026 (Rp) % Kenaikan UMP Pertumbuhan Ekonomi Terbaru Catatan PDRB
Sumatera Selatan 3.681.561 3.942.963 ± 7,10 % ~5,20 % (Triwulan III-2025) Perekonomian kuat sektor energi & industri (Sumsel tumbuh tinggi). Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung
Riau 3.508.775 3.780.495 ± 7,74 % ~3,5 %–4,2 % (2024 data PDRB ADHK) Kekuatan sumber daya alam, PDRB per kapita tinggi. Simreg Bappenas
Kepulauan Riau 3.623.653 3.879.520 ± 7,06 % 7,48 % (pertumbuhan ekonomi Lampung tertinggi ketiga Sumatera) Pertumbuhan tinggi, PDRB relatif kuat. Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung
Jambi 3.234.533 3.471.497 ± 7,33 % ~4,5 %–5,1 % (2024) Pertumbuhan moderat. Simreg Bappenas
Sumatera Utara 2.992.599 3.228.701 ± 7,90 % ~5,0 %–>5,0 % (2024) Salah satu perekonomian besar Sumatera. Simreg Bappenas
Sumatera Barat 2.994.193 3.214.846 ± 6,30 % ~4,3 %–4,6 % Pertumbuhan stabil. Simreg Bappenas
Lampung 2.893.069 3.047.734 ± 5,35 % 5,04 % (Triwulan III-2025) Kontribusi Lampung ~10,13 % terhadap PDRB Sumatera; pertumbuhan tinggi ketiga. Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung
Bengkulu 2.670.039 2.827.250 ± 5,89 % Data pertumbuhan masing-masing provinsi mirip moderat Pertumbuhan moderat.
Bangka Belitung 3.876.600 4.035.000 ± 4,05 % Data eksplisit kurang lengkap UMP nominal tinggi, pertumbuhan data spesifik kurang tersedia

Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatera, Lampung sejatinya tidak tertinggal dalam laju pertumbuhan ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan Lampung relatif stabil dan kerap sejajar dengan rata-rata regional. Namun perbedaannya terletak pada keberanian kebijakan. Sumatera Selatan, Riau, dan Kepulauan Riau mulai menerjemahkan pertumbuhan menjadi bantalan kesejahteraan melalui kenaikan upah yang lebih bermakna. Lampung memilih jalan paling aman, menaikkan UMP secara defensif, sekadar mengikuti inflasi, tanpa ambisi mengubah nasib pekerja.

Baca Juga  Koperasi IJP Gandeng Kelompok Tani Lampung Timur Kembangkan Magot Bernilai Ekonomi

Masalah utamanya terletak pada struktur ekonomi. PDRB Lampung tumbuh, tetapi hasilnya terlalu lama berhenti di hulu, pada produksi mentah, perdagangan besar, dan rantai distribusi. Nilai tambah tertinggi tidak tinggal di daerah, apalagi mengalir ke pekerja. Komoditas bergerak cepat, transaksi meningkat, tetapi upah tetap rendah dan produktivitas tenaga kerja nyaris tak terdorong.

Contohnya kasat mata. Produksi pertanian meningkat dan ikut mengerek pertumbuhan ekonomi daerah. Namun harga ditentukan pasar, margin dinikmati pedagang besar dan industri pengolahan yang sebagian besar berada di luar Lampung. Pekerja lokal tetap digaji di kisaran minimum, sementara pemerintah merayakan capaian pertumbuhan tahunan. Ekonomi bergerak, tetapi kesejahteraan tertahan.

Baca Juga  ghofur, Pasir Laut Tidak Direkomendasikan untuk Konstruksi Jalan

Tekanan ini kian berat karena biaya hidup di Lampung tidak lagi murah. Harga pangan, transportasi, dan perumahan di wilayah urban naik cepat. Artinya, meski ekonomi tumbuh, daya beli pekerja justru tergerus. Kenaikan UMP yang minim tidak cukup mengejar kebutuhan hidup, apalagi membuka ruang mobilitas sosial.

Kondisi tersebut membentuk jebakan struktural kemiskinan pekerja. Pekerja bekerja penuh waktu, tetapi penghasilannya habis untuk bertahan. Tidak ada ruang menabung, meningkatkan keterampilan, atau naik kelas sosial. Kemiskinan bukan lahir dari kemalasan, melainkan dari struktur ekonomi dan kebijakan yang secara sadar menahan upah di level rendah.

Selama pertumbuhan ekonomi hanya berhenti di laporan PDRB dan tidak dipaksa mengalir ke upah serta produktivitas tenaga kerja, Lampung akan terus mengulang paradoks yang sama. Ekonominya tumbuh, tetapi pekerjanya tetap tertinggal, dan itulah harga dari pilihan kebijakan yang lebih berpihak pada angka ketimbang manusia.***

Berita Terkait

Jihan Pimpin Rakor Percepatan Eliminasi TBC di Lampung Selatan
Genjot Roda Ekonomi, DPRD Lampung Desak OPD Percepat Serapan Anggaran 2026
Setahun Kepengurusan IJP Lampung, Dari Solidaritas Menuju Kontribusi
Mardiana Tuding Dewan Pendidikan Lampung Mirip LSM
Budhi Condrowati Minta Pemprov Lampung Cicil Utang BPJS Rp105 Miliar
Warning Keras Ketua DPRD Lampung, Jangan Main-main dengan Program Makan Bergizi Gratis
APPMBGI Lampung Dikukuhkan, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis di 15 Kabupaten/Kota
Sekber Lampung Soroti Pihak yang Teriak Paling Kencang Saat MBG Dibenahi

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:59 WIB

Jihan Pimpin Rakor Percepatan Eliminasi TBC di Lampung Selatan

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:18 WIB

Genjot Roda Ekonomi, DPRD Lampung Desak OPD Percepat Serapan Anggaran 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:43 WIB

Setahun Kepengurusan IJP Lampung, Dari Solidaritas Menuju Kontribusi

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:25 WIB

Budhi Condrowati Minta Pemprov Lampung Cicil Utang BPJS Rp105 Miliar

Senin, 22 Juni 2026 - 18:29 WIB

Warning Keras Ketua DPRD Lampung, Jangan Main-main dengan Program Makan Bergizi Gratis

Senin, 22 Juni 2026 - 17:28 WIB

APPMBGI Lampung Dikukuhkan, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis di 15 Kabupaten/Kota

Senin, 22 Juni 2026 - 17:26 WIB

Sekber Lampung Soroti Pihak yang Teriak Paling Kencang Saat MBG Dibenahi

Senin, 22 Juni 2026 - 12:26 WIB

Massa Turun ke Jalan Membawa Pesan Sederhana, Koruptor Masuk Penjara, MBG Tetap Jalan

Berita Terbaru

Pringsewu

Wabup Pringsewu Buka Penetrasi Pasar di Sukoharjo

Selasa, 23 Jun 2026 - 22:53 WIB

Pringsewu

Bupati Pringsewu Bekali Mahasiswa ITERA Jelang KKN 2026

Selasa, 23 Jun 2026 - 22:50 WIB