Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai bagian dari program prioritas pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI).
Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tubaba, M. Cheri Sopian, mengatakan program tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan nasional melalui sistem sekolah lintas jenjang yang terintegrasi mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK.
“Program ini berbeda dengan Sekolah Rakyat. Sekolah Nasional Terintegrasi lebih diarahkan bagi peserta didik berprestasi, khususnya dari kelompok masyarakat desil 4 sampai 7, dengan orientasi pendidikan bertaraf nasional hingga internasional,” ujaf Cheri saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, program SNT merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI dalam berbagai agenda nasional sejak akhir 2025 hingga awal 2026. Pemerintah pusat menargetkan pembangunan 500 Sekolah Nasional Terintegrasi di seluruh Indonesia pada tahun 2026.
Cheri menjelaskan, konsep SNT dirancang sebagai sekolah unggulan di bawah pembinaan langsung Kemendikdasmen RI. Dalam sistemnya, satu kawasan pendidikan akan dipimpin seorang direktur sekolah yang membawahi tiga kepala sekolah dari jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK.
Selain itu, pemerintah pusat juga akan membentuk tim khusus untuk penjaminan mutu dan pengembangan tenaga pendidik. Guru yang ditempatkan nantinya direkrut secara selektif dengan standar kompetensi tinggi karena kurikulum yang diterapkan berbeda dengan sekolah umum dan diarahkan memenuhi standar internasional.
“Sekolah ini diharapkan menjadi pusat rujukan pendidikan di daerah, baik dari sisi pengelolaan pembelajaran, kualitas guru, maupun sarana dan prasarana,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen menyiapkan tiga skema pembangunan SNT. Skema pertama adalah pembangunan baru dengan syarat pemerintah daerah menyediakan dan menghibahkan lahan seluas 20 hingga 30 hektare kepada pemerintah pusat. Anggaran pembangunan untuk skema ini mencapai sekitar Rp250 miliar.
Skema kedua adalah pembangunan sebagian, yang diterapkan apabila suatu wilayah telah memiliki sebagian jenjang pendidikan, misalnya SD dan SMP, namun belum tersedia SMA. Pada skema ini, pemerintah daerah minimal menyediakan lahan seluas 5 hektare dengan dukungan anggaran sekitar Rp50 miliar.
Sementara skema ketiga adalah konsolidasi terintegrasi, yakni mengintegrasikan kawasan pendidikan yang telah memiliki SD, SMP, dan SMA/SMK dalam radius berdekatan sekitar 1 hingga 2 kilometer. Kebutuhan tambahan lahan pada skema ini berkisar 2 hingga 3 hektare dengan anggaran sekitar Rp30 miliar.
Karena keterbatasan lahan, Pemkab Tubaba memilih mengusulkan skema konsolidasi terintegrasi. Lokasi yang diusulkan berada di Kecamatan Tulang Bawang Udik, tepatnya di Tiyuh Marga Kencana, meliputi SMP Negeri 1 Tubaba, SD Negeri 11 Tubaba, dan SMA Negeri 2 Tubaba.
“Sebelumnya ada empat kecamatan yang diusulkan, yakni Tulang Bawang Tengah, Lambu Kibang, Gunung Agung, dan Tulang Bawang Udik. Setelah verifikasi, Tulang Bawang Udik dinilai paling memenuhi persyaratan pemerintah pusat,” jelasnya.
Tim dari Kemendikdasmen dijadwalkan turun langsung ke Tubaba pada Kamis (21/5/2026) untuk melakukan pengecekan kesiapan administrasi dan teknis lokasi yang diusulkan.
Beberapa aspek yang menjadi penilaian antara lain legalitas lahan, kondisi topografi, keamanan lokasi, bebas risiko bencana, tidak berada di kawasan bising, serta jauh dari jaringan listrik tegangan tinggi maupun tempat pembuangan sampah.
Meski menggunakan skema konsolidasi, pemerintah daerah tetap diminta menyediakan tambahan lahan sekitar 2 hingga 3 hektare untuk pembangunan fasilitas penunjang pendidikan modern.
Adapun fasilitas yang dirancang dalam kawasan SNT meliputi ruang kelas pintar berbasis teknologi, laboratorium bertaraf internasional, perpustakaan modern, studio kreatif, auditorium, gedung olahraga, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, kolam renang, hingga area pertanian dan peternakan untuk pengembangan keterampilan peserta didik.
Di Provinsi Lampung, saat ini baru empat daerah yang telah mengusulkan pembangunan SNT, yakni Tulang Bawang Barat, Mesuji, Lampung Utara, dan Lampung Timur.
“Kita berharap usulan ini menjadi awal lahirnya pusat pendidikan unggulan di daerah yang mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing global,” pungkasnya. (*)








