Proyek Irigasi Rp48 Miliar di Tubaba Diduga Mangkrak

ari

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan proyek mangkrak dan gagal konstruksi mencuat pada pekerjaan rehabilitasi jaringan Daerah Irigasi (DI) di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung.

Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Proyek tersebut merupakan bagian dari Program Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Kewenangan Daerah BBWS Mesuji-Sekampung (Inpres Tahap III) dengan nilai anggaran sekitar Rp48,35 miliar. Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Nasional dengan Kode RUP 60668183, pekerjaan dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2025 melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji-Sekampung, Kementerian PUPR.

Hasil penelusuran di dua lokasi pembangunan, yakni Tiyuh Gedung Ratu RK 6-5 dan Tiyuh Gunung Katun Tanjungan RK 5, Kecamatan Tulang Bawang Udik, menunjukkan kondisi saluran irigasi berupa U-Ditch beton yang dinilai memprihatinkan dan belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengawas lapangan proyek di Tiyuh Gedung Ratu, Sobri, mengatakan pekerjaan di wilayah tersebut memiliki nilai sekitar Rp1,4 miliar dengan panjang saluran kurang lebih 400 meter. Proyek itu berada di Bendung Jambat Tejang dan Bendung Way Gemol yang direncanakan mengairi lahan persawahan seluas 375 hektare.

Baca Juga  Wabup Tubaba Tinjau Program Tubaba Q Sehat di Way Kenanga

“Setahu saya proyek ini merupakan pekerjaan milik PT Brantas, sedangkan pelaksana subkontraktornya Pak Beni. Untuk nilai anggaran saya hanya mendengar informasi sekitar Rp1,4 miliar. Namun saya tidak bisa memastikan kebenarannya karena sejak awal pembangunan tidak pernah terlihat papan informasi proyek yang memuat besaran anggaran maupun keterangan lainnya,” ujar Sobri, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, sejak awal pelaksanaan proyek berjalan lambat akibat keterlambatan material. Hingga kini pekerjaan disebut belum selesai sepenuhnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum pembangunan dimulai, pihak pelaksana sempat menyampaikan rencana pembangunan bronjong sebagai penguat konstruksi. Namun hingga saat ini belum ada realisasi maupun penjelasan terkait rencana tersebut.

“Menurut saya proyek ini belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Petani masih mengandalkan aliran sungai untuk mengairi sawah mereka. Akibatnya, keberadaan proyek ini belum memberikan dampak positif dan pasokan air masih tidak stabil,” katanya.

Sementara itu, Kepala Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Laily, menjelaskan proyek saluran irigasi di wilayahnya memiliki panjang sekitar 350 meter dengan nilai anggaran diperkirakan mencapai Rp800 juta. Saluran tersebut ditujukan untuk mengairi lahan persawahan seluas sekitar lima hektare.

Baca Juga  Produksi Gabah Tubaba Lampaui Target Semester I 2026

Menurut Laily, proyek dikerjakan oleh PT Brantas dengan pengawasan konsultan dari Bandar Lampung. Namun hingga kini pihak tiyuh mengaku belum menerima serah terima hasil pekerjaan dari pelaksana proyek.

“Terkait pelaksanaan pekerjaan di lapangan, saya hanya terlibat sebagai pekerja untuk saluran irigasi sepanjang 350 meter,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Perencanaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tubaba, Ir. Sumardi, S.T., M.T., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Tubaba pada 2025, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurut Sumardi, pembangunan jaringan irigasi bertujuan menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian seluas sekitar 21.000 hektare di Tubaba. Sumber air utama berasal dari Bendungan Way Rarem yang memasok kebutuhan jaringan irigasi teknis hingga tingkat tersier.

“Kontrak pekerjaan dimulai pada 7 November 2025 dengan masa pelaksanaan 45 hari. Namun kami tidak mengetahui apakah ada perpanjangan kontrak atau tidak. Untuk anggaran yang kami usulkan sekitar Rp11 miliar, sedangkan realisasinya kemungkinan sekitar Rp9 miliar untuk delapan titik yang dibangun di Tubaba,” kata Sumardi.

Baca Juga  Sekda Tubaba Hadiri Ujian Promosi Doktor Sekda Tulang Bawang

Ia menjelaskan delapan lokasi pembangunan Daerah Irigasi di Tubaba meliputi DI Way Gemol, DI Way Nurik, DI Way Tegamoan, DI Way Gemak, DI Way Lilin, DI Way Kaffi, DI Way Bedarow Petaw, dan DI Way Jambat Tejang.

Adapun tiyuh yang menerima pembangunan jaringan irigasi tersebut antara lain Gedung Ratu, Gunung Katun Tanjungan, Bujung Sari Marga, Toto Wonodadi, dan Panca Marga.

“Saya sejak kontrak berjalan tidak lagi memantau secara langsung karena pihak pelaksana tidak berkoordinasi dengan kami terkait pelaksanaan maupun pembiayaan. Saat itu kami hanya mengusulkan program, sedangkan sumber anggarannya berasal dari pemerintah pusat melalui BBWS,” ujarnya.

Sumardi menambahkan nilai kontrak yang dikerjakan PT Brantas diperkirakan mencapai sekitar Rp40 miliar untuk sejumlah wilayah di Provinsi Lampung, termasuk Tubaba, Lampung Utara, Tulang Bawang, Mesuji, dan daerah lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Brantas Abipraya maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBWS Mesuji-Sekampung belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan mangkraknya pekerjaan dan kondisi proyek di lapangan. (*)

Berita Terkait

BKAD Sebut Kenaikan Proyeksi APBD Tubaba Sesuai Mekanisme Pemerintah Pusat
80.976 Warga Tubaba Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Pemkab Tubaba Targetkan Pendapatan Daerah Rp1,758 Triliun pada 2027
DPRD Tubaba Terima KUA-PPAS APBD 2027, Pendapatan Diproyeksi Rp1,75 Triliun
Sekda Tubaba Hadiri Ujian Promosi Doktor Sekda Tulang Bawang
Ana Nadirsyah Pantau Layanan Tubaba Q Sehat di Lambu Kibang
Ketua TP PKK Tubaba Tinjau Program TubabaQ Sehat
Wabup Tubaba Tinjau Program Tubaba Q Sehat di Way Kenanga

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 17:40 WIB

DPRD Lampung, Swadaya Warga Bangun Jalan Jadi Evaluasi bagi Pemkab Lampung Timur

Senin, 20 Juli 2026 - 02:39 WIB

Chusnunia Ramaikan Nobar Final Piala Dunia Bersama Santri di Bandar Lampung

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:58 WIB

Soroti Kinerja APBD 2025, Fraksi Golkar DPRD Lampung Desak Evaluasi Menyeluruh

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:14 WIB

Guru PPPK Keluhkan Penempatan, DPRD Lampung Minta Pemerintah Bertindak

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:01 WIB

Pemprov Lampung Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia, UMKM Ikut Terdongkrak

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:58 WIB

Gibran, Teknologi dan Budaya Harus Berjalan Selaras

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:49 WIB

Soroti Hibah Rp35 Miliar untuk Kejati, DPRD Lampung Desak Pemprov Utamakan Kepentingan Masyarakat

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:28 WIB

DPRD Lampung, Jalan Mulus Dorong Wisata Lampung Makin Kompetitif

Berita Terbaru

Tanggamus

RSUD Batin Mangunang Akui Minim Sosialisasi SOP Pelayanan

Senin, 20 Jul 2026 - 20:35 WIB