Lampung Siap Bangun 2 Pabrik Bioetanol, Harga Singkong Petani Bakal Melambung Tinggi

Tauriq Attala Gibran

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angin segar berembus bagi para petani singkong di Bumi Ruwa Jurai. Rencana pembangunan dua pabrik bioetanol baru di Lampung kini mendapat dukungan penuh dari DPRD Provinsi Lampung. Investasi besar ini diyakini menjadi kunci penting untuk memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah, sekaligus mendongkrak harga jual singkong di tingkat petani.

Lampung (Netizenku.com): Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung Fraksi Gerindra, Mikdar Ilyas, menyambut positif proyek ini. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian nyata dari program hilirisasi nasional yang tengah didorong oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pusat Produksi Singkong Terbesar di Indonesia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lampung memang memegang posisi yang sangat strategis dalam pengembangan industri bioetanol. Provinsi ini merupakan sentra produksi singkong terbesar di Indonesia, dengan kontribusi mencapai sekitar 70 persen terhadap pasokan nasional.

Baca Juga  Gubernur Lampung Ajak Pramuka Perkuat Pengabdian dan Sinergi Bangun Generasi Muda

“Dengan potensi sebesar itu, Lampung sangat layak menjadi lokasi utama investasi industri pengolahan berbasis singkong,” ujar Mikdar saat di wawancarai di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2026).

Kehadiran dua pabrik baru tersebut otomatis akan memperpanjang rantai hilirisasi. Ketika kebutuhan bahan baku melonjak, akan tercipta persaingan sehat antarindustri untuk menyerap hasil panen.

Harga Singkong Lebih Kompetitif

Mikdar menjelaskan bahwa bertambahnya pabrik akan membuat serapan pasar meningkat tajam. Kondisi ini diproyeksikan membuat harga singkong di tingkat petani menjadi jauh lebih bersaing.

Baca Juga  Putra Jaya Umar Dorong Gerakan Bersama Berantas Narkoba, Judol dan Pinjol di Lampung

“Kalau pabrik bertambah, kebutuhan singkong juga naik. Dampaknya tentu harga lebih kompetitif dan petani mendapatkan keuntungan yang lebih baik,” tegasnya.

Saat ini, Lampung sebenarnya sudah memiliki payung hukum yang berpihak pada petani. Melalui Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur (Pergub), harga minimal singkong ditetapkan sebesar Rp1.350 per kilogram untuk usia panen delapan bulan.

Dengan adanya diversifikasi menjadi bioetanol, nilai tambah singkong akan melesat tinggi. Menariknya, industri ini tidak hanya bergantung pada singkong. Bioetanol di Lampung juga bisa diproduksi dari tebu dan jagung, yang semuanya merupakan komoditas lokal yang melimpah.

Usulan Lokasi Dekat Sentra Pertanian

Terkait lokasi, pemerintah berencana membangun pabrik tersebut di Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan. Meski mendukung keputusan tersebut, DPRD Lampung memberikan satu catatan penting.

Baca Juga  HUT ke-81 PMI, Gubernur Mirza Dorong Budaya Kemanusiaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Mikdar berharap salah satu pabrik bisa digeser agar lebih dekat dengan wilayah sentra produksi singkong, seperti Lampung Tengah, Lampung Utara dan Tulang Bawang.

Mendekatkan pabrik dengan lahan pertanian dinilai efektif untuk memangkas biaya distribusi bahan baku. Efisiensi ini tidak hanya menguntungkan pihak industri, tetapi juga memberikan sisa keuntungan yang lebih besar bagi para petani.

DPRD Provinsi Lampung menegaskan siap mengawal ketat realisasi investasi ini. Program ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi pertanian Lampung, sekaligus membuka jalan kesejahteraan bagi ribuan petani singkong di daerah tersebut. (*)

Berita Terkait

Razia Kendaraan di Lampung Sasar Kelengkapan STNK dan Pajak
Pemkot Bandar Lampung Sosialisasikan Bahaya Liquid Vape ke Sekolah Mulai 21 Oktober
Gubernur Lampung Instruksikan Percepatan Penanganan Karhutla dan Penguatan Mitigasi
Jihan Nurlela Perkuat Penanganan Karhutla TNWK, 350 Personel Gabungan Dikerahkan
HUT ke-18 PIRA Lampung, Salurkan 100 Paket Sembako dan Tebar Benih Ikan di Pesawaran
Batin Wulan Promosikan Mocaf dan Ikan Cobia Lampung di Ajang Kuliner Internasional
Rezki Wirmandi: Di Balik Kesibukan Politik, Keluarga Tetap Jadi Rumah untuk Pulang
Thomas Amirico Tekankan Kompetensi Guru di Tengah Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Pemkot Bandar Lampung Sosialisasikan Bahaya Liquid Vape ke Sekolah Mulai 21 Oktober

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Gubernur Lampung Instruksikan Percepatan Penanganan Karhutla dan Penguatan Mitigasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Jihan Nurlela Perkuat Penanganan Karhutla TNWK, 350 Personel Gabungan Dikerahkan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:24 WIB

HUT ke-18 PIRA Lampung, Salurkan 100 Paket Sembako dan Tebar Benih Ikan di Pesawaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Batin Wulan Promosikan Mocaf dan Ikan Cobia Lampung di Ajang Kuliner Internasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Rezki Wirmandi: Di Balik Kesibukan Politik, Keluarga Tetap Jadi Rumah untuk Pulang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Thomas Amirico Tekankan Kompetensi Guru di Tengah Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Pemprov Lampung Targetkan Groundbreaking Kawasan Industri Katibung pada 2027

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Siapkan Anggaran Pelaksanaan Putusan MA Terkait SDN Pagar Dewa

Senin, 19 Okt 2026 - 19:11 WIB