Imelda Dorong Kepastian Usaha Peternak Telur

Tauriq Attala Gibran

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Imelda, S.H., menegaskan penguatan sektor peternakan telur tidak cukup hanya berorientasi pada stabilitas harga di pasar. Pemerintah juga harus menghadirkan kebijakan yang mampu memberikan kepastian usaha bagi peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Lampung (Netizenku.com): Menurut Imelda, peternak merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga ketersediaan pangan bergizi. Namun hingga kini, mereka masih dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari fluktuasi harga pakan, ketidakpastian pasar, hingga belum optimalnya industri hilir yang mampu menyerap hasil produksi secara berkelanjutan.

“Kita tidak boleh membiarkan peternak hanya bertahan menghadapi gejolak pasar. Yang harus dibangun adalah ekosistem usaha yang sehat sehingga peternak memiliki kepastian untuk berkembang, bukan sekadar bertahan,” ujar Imelda, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga  Demo di DPRD Lampung, PMII Minta MBG Dievaluasi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politisi Fraksi PAN DPRD Lampung itu menilai pembangunan ekosistem peternakan harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut meliputi stabilisasi harga pakan, peningkatan produktivitas, penguatan distribusi, perluasan akses pasar, hingga pengembangan industri pengolahan telur yang mampu memberikan nilai tambah.

Ia menegaskan keberhasilan sektor peternakan tidak hanya diukur dari stabilnya harga telur di tingkat konsumen, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan peternak sebagai pelaku utama produksi.

“Ketika peternak memperoleh keuntungan yang layak, mereka akan terus meningkatkan produksi. Dampaknya, pasokan telur tetap terjaga, harga lebih stabil, dan masyarakat memperoleh akses terhadap sumber protein hewani yang berkualitas dengan harga terjangkau,” katanya.

Baca Juga  Potensi PAP Rp23,6 Miliar Belum Tergarap, Komisi III Minta Bapenda Optimalkan PAD

Imelda juga mendorong Pemerintah Provinsi Lampung memperluas penyerapan telur produksi peternak lokal melalui berbagai program pemenuhan gizi masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut dapat memberikan kepastian pasar bagi peternak sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Selain itu, ia menilai Lampung perlu mempercepat pengembangan industri hilir berbasis telur. Kehadiran industri pengolahan dinilai mampu menciptakan nilai tambah, menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan peternak pada penjualan telur segar yang rentan terhadap fluktuasi harga.

“DPRD Provinsi Lampung akan terus mengawal setiap kebijakan yang benar-benar berpihak kepada peternak. Tujuan akhirnya bukan hanya menjaga stabilitas harga, tetapi menciptakan peternak yang sejahtera, industri peternakan yang kuat, serta ketahanan pangan daerah yang semakin kokoh,” tegasnya.

Baca Juga  Wahrul Fauzi Siap Maju Pimpin Karang Taruna Lampung, Usung Pemberdayaan Pemuda dan 1.000 UMKM

Komitmen tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi Lampung bersama Persatuan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Petelur Lampung yang memperkuat sinergi membangun ekosistem peternakan telur. Upaya itu dibahas dalam Rapat Penguatan Ekosistem Peternak Telur dan Kemandirian Pangan di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Senin (3/8/2026), yang dipimpin Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Rapat tersebut membahas strategi menjaga stabilitas harga pakan dan telur, memperkuat rantai pasok, memperluas keterlibatan peternak dalam program pangan daerah, serta meningkatkan konsumsi telur sebagai sumber protein hewani. (*)

Berita Terkait

Konflik PT BSA Memanas, Wahrul Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan
Putra Jaya Umar, Antara Kebun, Petani, dan Tanggung Jawab Sebagai Wakil Rakyat
Pulung Kencana Berseru, Putra Jaya Umar Siap Kawal Jalan hingga Sumur Bor
Peduli Lingkungan, Mahasiswa Universitas Malahayati Edukasi Dasawisma Yosorejo Bikin Ecobrick
19 Tahun Dikeluhkan, Jalan Penghubung Tanjung Baru–Baru Ranji Lampung Selatan Dipastikan Diperbaiki 2026
Harlah PKB, Nunik Tegaskan Politik Harus Hadir dan Memberikan Kebermanfaatan bagi Masyarakat
Bapenda Baru Siapkan 45 Water Meter, Munir Minta Seluruh Wajib Pajak Air Permukaan Terukur
Banggar DPRD-TAPD Lampung Sepakati Perubahan APBD 2026, SiLPA Naik Rp94,3 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Setahun Buron Kasus Curanmor, Andi Lau Akhirnya Ditangkap Polisi di Tanggamus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Bupati Pringsewu Hadiri Paripurna Istimewa DPRD, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Motor Petani Dicuri Saat Panen Kelapa, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:37 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Kemerdekaan 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:35 WIB

Wabup Pringsewu Panen Raya, Dorong Penguatan Sektor Pertanian

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Umi Laila Lepas Kontingen Pringsewu ke Jambore Nasional XII

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Kapolres Pringsewu Blusukan, Bagikan Sembako dan Bendera

Berita Terbaru

Pringsewu

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

Jumat, 14 Agu 2026 - 19:45 WIB