Gubernur Lampung Dorong KDMP Ubah Pola Ekonomi Desa agar Nilai Tambah Tak Mengalir ke Kota

Tauriq Attala Gibran

Jumat, 4 September 2026 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) menjadi instrumen untuk mengubah pola ekonomi perdesaan, sehingga kekayaan yang dihasilkan masyarakat desa tidak terus mengalir ke perkotaan.

Lampung (Netizenku.com): Hal tersebut disampaikan Mirza dalam Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

Menurut Mirza, persoalan tersebut menjadi tantangan besar bagi Lampung karena sebagian besar penduduk berada di wilayah perdesaan. Ia menyebut sekitar 70 persen populasi Lampung tinggal di desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“70 persen populasi kita ada di desa,” kata Mirza.

Namun, menurutnya, besarnya populasi perdesaan belum sejalan dengan distribusi kekayaan ekonomi. Masyarakat desa yang menjadi penghasil berbagai komoditas dinilai belum memperoleh manfaat optimal dari kekayaan yang mereka hasilkan.

Baca Juga  Lampung Raih Penghargaan BSSN, 100 Persen Kabupaten/Kota Miliki TTIS Teregistrasi

“70 persen yang ada di Provinsi Lampung ini ada di desa, memperebutkan 30 persen saja kekayaan yang ada di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Padahal, kata Mirza, Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian. Ia menyebut produksi singkong Lampung berkontribusi sekitar 70 persen terhadap produksi nasional.

Selain singkong, produksi padi Lampung berada di peringkat kelima nasional, sementara jagung menempati peringkat ketiga nasional.

“Harusnya dengan kekayaan sumber daya alam itu, masyarakat-masyarakat di desa kita sudah makmur,” katanya.

Persoalannya, lanjut Mirza, sebagian besar komoditas tersebut masih keluar dari desa dalam bentuk bahan mentah. Kondisi itu membuat nilai tambah dari hasil produksi belum banyak dinikmati masyarakat desa.

Baca Juga  PFI Lampung Tegaskan Tim Media Gubernur Tak Berwenang Halangi Kerja Jurnalistik

Ia mencontohkan jagung yang dapat diolah menjadi pakan ternak, singkong menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah, serta padi yang dapat dikembangkan hingga menjadi beras.

“Karena sistem ekonominya tidak mendukung, akhirnya bahan-bahan mentah ini selalu keluar dengan mentah,” jelasnya.

Menurut Mirza, desa membutuhkan instrumen ekonomi yang mampu menghubungkan potensi produksi dengan akses modal, jaringan pemasaran, manajemen, hingga tenaga ahli.

Dalam konteks tersebut, ia menilai KDMP dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa.

“Keinginan Pak Presiden adalah bagaimana kekayaan yang ada di desa kita ini dimaksimalkan untuk dilakukan nilai tambahnya di desa kita masing-masing,” tuturnya.

Mirza menegaskan, keberadaan koperasi tidak boleh hanya dipahami sebagai lembaga simpan pinjam. Koperasi harus mampu menjadi pengungkit ekonomi yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Baca Juga  Garinca Soroti 540,78 Hektare Aset Pemprov Bermasalah

“Koperasi adalah bagi kami, bagi kita di Provinsi Lampung ke depan, salah satu alat pengungkit bagaimana kemakmuran-kemakmuran yang ada di Provinsi Lampung ini hadir di desa-desa,” katanya.

Untuk mempercepat implementasi KDMP, Mirza mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) siap melakukan pengawalan.

Ia menyebut unsur TNI, Polri, Kejaksaan, serta berbagai elemen masyarakat akan dilibatkan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Kami Forkopimda bersatu padu dengan TNI, dengan Kepolisian, dengan Kejaksaan, dan dengan seluruh sektor-sektor masyarakat bersatu padu bagaimana menyukseskan KDMP ini bisa terlaksana dengan cepat di Provinsi Lampung,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

HUT ke-18 PIRA Lampung, Salurkan 100 Paket Sembako dan Tebar Benih Ikan di Pesawaran
Batin Wulan Promosikan Mocaf dan Ikan Cobia Lampung di Ajang Kuliner Internasional
Rezki Wirmandi: Di Balik Kesibukan Politik, Keluarga Tetap Jadi Rumah untuk Pulang
Thomas Amirico Tekankan Kompetensi Guru di Tengah Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis
Pemprov Lampung Targetkan Groundbreaking Kawasan Industri Katibung pada 2027
Gubernur Mirza Apresiasi Helfi Assegaf, Sambut Kapolda Lampung Yustan Alpiani
Lampung Perkuat Hilirisasi Kakao Pesawaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Gubernur Lampung Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:24 WIB

HUT ke-18 PIRA Lampung, Salurkan 100 Paket Sembako dan Tebar Benih Ikan di Pesawaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Batin Wulan Promosikan Mocaf dan Ikan Cobia Lampung di Ajang Kuliner Internasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Rezki Wirmandi: Di Balik Kesibukan Politik, Keluarga Tetap Jadi Rumah untuk Pulang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Thomas Amirico Tekankan Kompetensi Guru di Tengah Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Gubernur Mirza Apresiasi Helfi Assegaf, Sambut Kapolda Lampung Yustan Alpiani

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Lampung Perkuat Hilirisasi Kakao Pesawaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Gubernur Lampung Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Budiman AS Minta Kapolda Baru Lanjutkan Pemberantasan Narkoba di Lampung

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

PWI Tubaba Tegaskan Dukungan Penuh untuk Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:56 WIB