Anggota DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa, menegaskan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Lampung (Netizenku.com): Penegasan tersebut disampaikan Andika saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kecamatan Bumi Waras, Bandarlampung, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni mantan Anggota DPRD Kota Bandarlampung, Imam Santoso, dan akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Umiatun Najihah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Andika mengatakan Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan atau dijadikan slogan dalam kegiatan seremonial. Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus tercermin dalam perilaku masyarakat.
“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus benar-benar kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai persatuan, toleransi, gotong royong, dan keadilan harus tercermin dalam sikap serta tindakan kita. Inilah yang menjadi fondasi untuk menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya.
Menurut Andika, pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keberagaman dan memperkuat persaudaraan.
Terlebih, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, tidak hanya menyangkut persoalan politik dan sosial, tetapi juga kemampuan masyarakat mempertahankan nilai kebersamaan di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan zaman.
Sementara itu, Imam Santoso menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan landasan penting dalam menjaga eksistensi dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia mengatakan perbedaan pandangan, latar belakang, maupun pilihan merupakan bagian dari kehidupan berbangsa yang harus disikapi dengan saling menghormati.
“Wawasan kebangsaan harus menjadi kesadaran bersama. Kita boleh berbeda pandangan, berbeda latar belakang, dan berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan itu merusak persaudaraan. Persatuan adalah kekuatan utama bangsa Indonesia,” katanya.
Imam juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan semangat nasionalisme melalui sikap toleransi, saling menghargai, dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Narasumber lainnya, Umiatun Najihah, memaparkan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa yang memiliki nilai-nilai luhur dan tetap relevan dengan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, tantangan utama dalam penguatan ideologi Pancasila adalah memastikan nilai-nilai tersebut tidak sebatas dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila memiliki nilai-nilai luhur yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana nilai-nilai tersebut tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi mampu diimplementasikan dalam tindakan nyata, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.
Ia juga menilai pemahaman Pancasila secara utuh perlu ditanamkan kepada generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Andika berharap kegiatan pembinaan tersebut dapat memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai karakter dan budaya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kuatnya sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, melainkan juga oleh kokohnya persatuan, karakter, dan kesadaran kebangsaan,” pungkasnya. (*)








