Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan di tengah kemarau panjang dan kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau yang turut dirasakan masyarakat.
Lampung (Netizenku.com): Salat Istisqa dilaksanakan di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti para ulama, kiai, masyarakat, serta jajaran Pemprov Lampung.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Salat Istisqa menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama memohon pertolongan Allah SWT atas kondisi yang tengah dihadapi Provinsi Lampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada hari ini, kita dapat hadir bersama untuk menunaikan Salat Istisqa guna memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa keberkahan dan kebaikan bagi kita semua,” kata Mirza.
Ia mengatakan masyarakat Lampung dalam beberapa waktu terakhir menghadapi kemarau panjang serta dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kondisi tersebut mulai berdampak pada kehidupan masyarakat. Sejumlah sumber air mengering, lahan pertanian kekurangan pasokan air, sementara debu vulkanik dan cuaca panas mengganggu kesehatan serta aktivitas sehari-hari.
Menurut Mirza, kondisi tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk tidak hanya melakukan ikhtiar secara lahiriah, tetapi juga memperbanyak doa dan introspeksi diri.
“Dalam pandangan Islam, musibah dan musim kemarau ini bukan sekadar fenomena alam biasa. Ini adalah saat bagi kita untuk bermohon dan berintrospeksi diri,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat memperbanyak istigfar, memohon ampun atas segala kekhilafan, meningkatkan rasa syukur, serta memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Mirza menegaskan pemerintah bersama seluruh pihak telah melakukan berbagai upaya mitigasi terhadap persoalan yang dihadapi Lampung. Upaya tersebut mencakup penanganan dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau, kekeringan, potensi kebakaran, hingga perlindungan kesehatan masyarakat.
“Kita telah berusaha sebaik-baiknya dan berdoa dengan sungguh-sungguh, kini saatnya kita menyerahkan segala hasilnya kepada Allah SWT,” katanya.
Ia mengatakan Salat Istisqa bukan hanya ikhtiar untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ketakwaan dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
“Salat Istisqa yang kita laksanakan hari ini bukan semata-mata untuk memohon turunnya hujan. Ini adalah momen untuk menundukkan hati, memperbanyak istigfar, memohon ampun atas segala kekhilafan, serta memperkuat ketakwaan dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT,” ujarnya.
Mirza juga mengajak masyarakat mengikuti Salat Istisqa dengan hati yang tulus dan ikhlas serta meninggalkan kebencian, dendam, dan dengki.
“Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, menerima tobat kita, dan segera menurunkan hujan yang penuh berkah, hujan yang menghidupkan bumi yang kering serta membawa manfaat bagi manusia, hewan, dan tumbuhan di sekitar kita,” katanya.
Ia juga meminta Salat Istisqa dilaksanakan di masjid, pondok pesantren, musala, dan tempat-tempat jemaah di seluruh wilayah Provinsi Lampung. (*)








