Harga sejumlah bahan pokok mulai merangkak naik di pasaran. Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi II DPRD Provinsi Lampung yang meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga, khususnya beras.
Lampung (Netizenku.com): Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Gerindra, Mikdar Ilyas, mengatakan pihaknya akan memanggil Perum Bulog dan dinas terkait untuk membahas kenaikan harga bahan pokok sekaligus mencari tahu penyebabnya.
“Komisi II akan memanggil Bulog dan dinas terkait untuk membahas mulai naiknya harga bahan pokok pangan, terutama beras, di pasaran,” kata Mikdar Ilyas, Kamis (27/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Mikdar, kenaikan harga beras tidak cukup hanya dipantau dari laporan. Pemerintah perlu turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi stok, distribusi, hingga harga yang diterima masyarakat.
Ia juga meminta Bulog segera mengambil langkah konkret apabila kenaikan harga terus terjadi. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar jika kondisi di lapangan membutuhkan intervensi.
“Kalau memang harga mulai naik dan masyarakat mulai terbebani, Bulog harus segera mengambil langkah, termasuk menggelar operasi pasar. Jangan sampai kita terlambat bertindak,” tegasnya.
Selain Bulog, Mikdar meminta dinas terkait turun langsung melakukan pengecekan ke pasar dan jalur distribusi. Langkah tersebut penting untuk memastikan penyebab kenaikan harga, baik karena persoalan pasokan, distribusi, maupun faktor lainnya.
“Dinas terkait harus turun dan mengecek langsung ke lapangan. Kita harus tahu apa penyebab kenaikan harga ini. Jangan sampai ada permainan harga yang pada akhirnya merugikan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengendalian harga pangan harus dilakukan sejak muncul indikasi kenaikan. Pemerintah dinilai tidak boleh menunggu harga melonjak terlebih dahulu baru mengambil tindakan.
“Jangan menunggu harga sudah tinggi baru kita sibuk mencari solusi. Begitu ada indikasi kenaikan, harus langsung dilakukan pengecekan dan langkah antisipasi,” katanya.
Komisi II DPRD Lampung, lanjut Mikdar, akan mengawal persoalan tersebut melalui pemanggilan Bulog dan instansi terkait. Pertemuan itu diharapkan tidak hanya menghasilkan penjelasan mengenai penyebab kenaikan harga, tetapi juga menghasilkan langkah konkret untuk menjamin ketersediaan pasokan dan menjaga harga pangan tetap terjangkau.
“Yang kita inginkan sederhana, kebutuhan pokok masyarakat tersedia dan harganya tetap terjangkau. Pemerintah harus hadir untuk memastikan itu,” pungkasnya. (*)








