RSUDAM Pastikan Pembayaran Remunerasi Pegawai Sesuai Verifikasi

Tauriq Attala Gibran

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung, dr. Imam Ghozali, membantah adanya puluhan pegawai yang belum menerima pembayaran meski klaim pelayanan telah dibayarkan oleh BPJS Kesehatan.

Lampung (Netizenku.com): Imam menegaskan, perbedaan data tagihan dengan pembayaran tidak dapat langsung disimpulkan sebagai adanya pegawai yang belum menerima haknya. Setiap pembayaran, kata dia, harus melalui proses verifikasi berlapis karena berkaitan dengan penggunaan uang negara.

“Begitu diverifikasi, kalau masih ada data kosong, dikembalikan untuk diperbaiki. Karena ini menyangkut uang negara, pengeluarannya tidak bisa sembarangan dan harus diverifikasi dengan betul,” kata Imam usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPRD Lampung, Senin (5/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mencontohkan adanya informasi mengenai tagihan BPJS untuk 100 orang. Dalam data tertentu, hanya 60-70 orang yang tercatat telah dibayarkan sehingga muncul anggapan bahwa sisanya belum menerima pembayaran.

Menurut Imam, kondisi tersebut tidak tepat jika kemudian disimpulkan terdapat 30-40 pegawai yang belum dibayar.

Baca Juga  Dua Antologi Sastra Dwibahasa Indonesia-Lampung Segera Diluncurkan

“Tidak benar. Tata kelola remunerasi itu tidak bisa seperti itu,” ujarnya.

Imam menjelaskan, pembayaran remunerasi di RSUDAM menggunakan sistem berbasis poin. Besarannya mempertimbangkan sejumlah faktor, antara lain jabatan, pendidikan, unit kerja, dan tingkat risiko pekerjaan.

“Sudah masuk dalam satu sistem pembayaran remunerasi. Jadi tidak ada 100 orang, lalu hanya 60 yang dibayar. Itu tidak mungkin terjadi,” katanya.

RSUDAM Benahi Sistem Informasi Rumah Sakit

Selain persoalan remunerasi, Imam menjelaskan pembenahan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIM-RS) yang tengah dilakukan RSUDAM.

Menurut dia, digitalisasi menjadi bagian dari tuntutan kebijakan pemerintah pusat dalam pengelolaan rumah sakit, termasuk kebutuhan integrasi sistem kesehatan nasional.

RSUDAM sebelumnya menggunakan jasa pihak ketiga dalam pengembangan SIM-RS. Namun, dalam pelaksanaannya, sistem tersebut dinilai belum memberikan efisiensi sesuai yang diharapkan.

Rumah sakit kemudian mencoba mengembangkan sistem secara internal. Langkah tersebut menghadapi kendala keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus di bidang teknologi informasi.

Baca Juga  Pemprov Lampung Perkuat SDM Desa Lewat Program Satu Desa Satu Sarjana dan Hafiz Quran

“Core business saya adalah pelayanan. Saya tidak perlu membagi energi atau pemikiran untuk hal-hal IT,” kata Imam.

Ia mengatakan sebagian besar SDM RSUDAM merupakan tenaga medis, seperti dokter dan perawat. Sementara tenaga dengan kompetensi khusus di bidang teknologi informasi masih terbatas.

Karena itu, RSUDAM kembali mempertimbangkan penggunaan pihak ketiga yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi.

Imam menyebut tiga pertimbangan utama dalam penggunaan sistem tersebut, yakni kemudahan, efisiensi, dan kemudahan penggunaan oleh tenaga rumah sakit.

Sistem tersebut juga harus mampu mendukung pelayanan digital, termasuk akses terhadap rekam medis dan hasil pemeriksaan dari luar rumah sakit.

“Yang paling penting keamanannya. Jadi tidak bisa sembarangan. Masa tugas itu harus dibebankan kepada perawat lagi? Tidak mungkin,” ujarnya.

Digitalisasi tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan integrasi sistem kesehatan nasional. RSUDAM dituntut mampu terintegrasi dengan platform Satu Sehat serta mengurangi proses pelayanan yang masih dilakukan secara manual.

DPRD Minta Kendala Pelayanan Dibuka

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan, mengatakan pihaknya ingin memastikan persoalan administrasi dan sistem tidak mengganggu pelayanan publik di RSUDAM.

Baca Juga  Lampung Mulai Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla

“Kami ingin tahu dan memastikan bahwa pelayanan publik itu tidak terganggu. Teman-teman di Abdul Moeloek sudah melakukan itu secara maksimal. Kalau ada kendala, apa kendalanya, nanti kita bahas bersama-sama,” kata Yanuar.

Menurut dia, evaluasi terhadap rumah sakit tetap diperlukan, terutama berkaitan dengan sumber daya manusia yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Yanuar mengatakan masih diperlukan edukasi bagi pegawai agar kualitas pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan.

“Memang masih perlu edukasi-edukasi, khususnya bagi pegawai kita yang langsung berhadapan dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengakui rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik tidak mungkin sepenuhnya terbebas dari kendala. Namun, persoalan yang bersifat prinsip, kata dia, tetap harus mendapat perhatian DPRD.

“Kalau yang sifatnya prinsip, kami tidak bisa diam. Semua yang disampaikan sudah kami tanyakan. Itu yang kemudian dijelaskan oleh Pak Direktur kepada kami,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Manajer Minisocer PWI Lampung Dorong Tim Perkuat Fisik dan Mental Jelang Porwanas
Pemprov Lampung Perkuat SDM Desa Lewat Program Satu Desa Satu Sarjana dan Hafiz Quran
Putra Jaya Umar Dorong Penindakan Tegas Jaringan Narkoba yang Libatkan Anak
Gubernur Mirza Buka Road to Give 2026 di Pesawaran, Dorong Semangat Berbagi
Cegah Rabies, Petugas Jemput Bola Vaksinasi Hewan Peliharaan di Lampung Selatan
Sampah Organik Lampung Dibidik Jadi Pupuk, Dorong Ekonomi Pertanian
Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung
RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Manajer Minisocer PWI Lampung Dorong Tim Perkuat Fisik dan Mental Jelang Porwanas

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:55 WIB

RSUDAM Pastikan Pembayaran Remunerasi Pegawai Sesuai Verifikasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Pemprov Lampung Perkuat SDM Desa Lewat Program Satu Desa Satu Sarjana dan Hafiz Quran

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Putra Jaya Umar Dorong Penindakan Tegas Jaringan Narkoba yang Libatkan Anak

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Cegah Rabies, Petugas Jemput Bola Vaksinasi Hewan Peliharaan di Lampung Selatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Sampah Organik Lampung Dibidik Jadi Pupuk, Dorong Ekonomi Pertanian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:21 WIB

RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi

Berita Terbaru

Pringsewu

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Senin, 5 Okt 2026 - 18:09 WIB