Kenakan Hanuang Bani, Gubernur Lampung Tampilkan Simbol Budaya dan Kepemimpinan

Tauriq Attala Gibran

Selasa, 1 September 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan Gubernur Lampung mengenakan busana adat lengkap dengan Hanuang Banimenjadi salah satu perhatian masyarakat dalam rangkaian Festival Krakatau XXV di kawasan Tugu Adipura, Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026).

Lampung (Netizenku.com): Mengenakan busana adat dan Hanuang Bani di kepala, Gubernur Lampung tampil dalam prosesi pembukaan festival yang mengangkat beragam kekayaan budaya Lampung.

Hanuang Bani bukan sekadar bagian dari busana adat. Dalam tradisi Lampung Saibatin, kikat tersebut memiliki nilai simbolik yang berkaitan dengan keberanian, keteguhan, dan tanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penggunaan Hanuang Bani dalam momentum Festival Krakatau XXV turut memperlihatkan bagaimana simbol-simbol adat Lampung dihadirkan dalam ruang publik sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat luas.

Budaya Menjadi Bagian dari Pembangunan Daerah

Festival Krakatau XXV menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Lampung melalui tapis, busana adat, seni pertunjukan, dan berbagai tradisi dari kabupaten/kota.

Baca Juga  Mahasiswa Malahayati Sosialisasikan Insinerator Minim Asap di Metro Timur

Keterlibatan masyarakat, pelajar, seniman, pemerintah daerah, serta pemangku adat menjadikan festival tersebut sebagai ruang perjumpaan berbagai ekspresi budaya Lampung.

Dalam konteks tersebut, penampilan Gubernur dengan mengenakan Hanuang Bani menjadi simbol kebanggaan terhadap akar budaya daerah sekaligus pesan bahwa pembangunan Lampung tidak hanya berkaitan dengan sektor ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pelestarian identitas budaya.

Sekala Brak memiliki posisi penting dalam sejarah dan identitas budaya Lampung. Paksi Pak Sekala Brak terdiri dari Kepaksian Pernong, Paksi Buay Belunguh, Paksi Buay Bejalan Diway, dan Kepaksian Nyerupa. Keempatnya masing-masing dipimpin oleh Saibatin bergelar Sultan.

Pengibaran Bendera Tandai Dimulainya Festival

Rangkaian pembukaan Festival Krakatau XXV juga ditandai dengan pengibaran bendera oleh Gubernur Lampung.

Dengan mengenakan busana adat dan Hanuang Bani, prosesi tersebut menjadi bagian dari pembukaan festival yang menempatkan simbol budaya Lampung dalam sebuah agenda publik.

Baca Juga  Ketua PP PMKRI Temui Massa Pati Melawan Jelang Aksi 27 Agustus

Festival Krakatau XXV tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang pertemuan pemerintah, masyarakat, seniman, pelajar, serta pemangku adat.

Momentum tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada generasi muda agar tetap dikenal dan diwariskan di tengah perkembangan zaman.

Kehadiran Sultan Sekala Brak

Dimensi adat dalam Festival Krakatau XXV semakin terlihat dengan kehadiran Paduka Yang Mulia (PYM) SPDB Pangeran Edward Syah Pernong, Gelar Sultan Sekala Brak yang Dipertuan ke-23 Kepaksian Pernong.

Kehadiran Sultan Sekala Brak dalam kegiatan tersebut memperkuat keterlibatan unsur adat dalam perhelatan budaya Lampung.

Gubernur Lampung juga memiliki hubungan keluarga dengan lingkungan adat Sekala Brak. Kedekatan tersebut turut memberikan warna tersendiri dalam momentum pelestarian budaya Lampung, khususnya ketika simbol-simbol adat ditampilkan dalam ruang publik.

Baca Juga  Pemprov Lampung Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia, UMKM Ikut Terdongkrak

Dari Sekala Brak untuk Lampung

Sekala Brak selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan penting dalam sejarah dan perkembangan masyarakat Lampung. Wilayah adat Paksi Pak Sekala Brak berada di kawasan sekitar dataran tinggi Pesagi, Lampung Barat, yang menjadi salah satu pusat tradisi masyarakat Saibatin.

Hadirnya simbol-simbol Sekala Brak dalam Festival Krakatau XXV bukan sekadar menampilkan busana adat. Di dalamnya terdapat nilai sejarah, identitas, kepemimpinan, serta pesan tentang pentingnya menjaga akar budaya di tengah modernisasi.

Penampilan Gubernur dengan Hanuang Bani, kehadiran Sultan Sekala Brak, serta prosesi pengibaran bendera menjadi bagian dari rangkaian pembukaan yang memperlihatkan kekayaan identitas budaya Lampung.

Budaya Lampung pun tidak hanya ditempatkan sebagai warisan masa lalu, tetapi dapat terus diperkenalkan dan dikembangkan sebagai bagian dari identitas serta kekuatan daerah. (*)

Berita Terkait

PDI Perjuangan Lampung Selatan Bagikan Masker dan Bentuk Tim Mitigasi Gunung Anak Krakatau
ANTARA Dukung Penguatan Kerja Sama Media Asia-Pasifik Hadapi Disrupsi Digital
Warga Bandar Lampung Diimbau Waspada Paparan Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BULOG Turun Serentak ke Pasar, Stok Beras Lampung Capai 264.884 Ton
Pemprov Lampung dan Kejati Perkuat Sinergi Kawal Program Pemerintah dan Pelayanan Publik
Peduli TB Lampung Diluncurkan, Percepat Penemuan Kasus Menuju Eliminasi TB 2030
DPRD Lampung Soroti SLHS Dapur MBG
Mendes PDT Tegaskan KDMP Berjalan, Finalisasi 35 Ribu Gudang dan Gerai

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:14 WIB

Mendes PDT Soroti Kebun Anggur BUMDes Merak Berseri di Lampung Selatan

Minggu, 6 September 2026 - 18:38 WIB

Komisi X DPR RI Dorong Revitalisasi Sekolah dan Penyelesaian Status Guru PPPK

Minggu, 6 September 2026 - 18:21 WIB

Komisi X DPR RI Dorong Pemerataan Sarana Pendidikan melalui Program Revitalisasi Sekolah

Minggu, 6 September 2026 - 18:16 WIB

Gunung Anak Krakatau Level III, Pemkab Lampung Selatan Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada

Sabtu, 5 September 2026 - 14:44 WIB

Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:45 WIB

PWI Lampung Selatan Audiensi dengan DPRD, Bahas HPN dan Porwanas 2027

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Kapolres Lamsel Komitmen Perkuat Keamanan untuk Dukung Pariwisata dan Kesejahteraan Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

PWI Lampung Selatan Dukung Pemanfaatan IKD

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Mendes PDT Soroti Kebun Anggur BUMDes Merak Berseri di Lampung Selatan

Minggu, 6 Sep 2026 - 19:14 WIB