Pemprov Lampung Dorong Persaingan Usaha Sehat untuk Perkuat Investasi dan Hilirisasi

Tauriq Attala Gibran

Sabtu, 19 September 2026 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan persaingan usaha yang sehat sebagai salah satu fondasi untuk menciptakan kepastian berusaha, menarik investasi, dan mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Lampung (Netizenku.com): Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi persaingan usaha bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Jumat (18/9/2026).

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan peran KPPU strategis dalam membantu pemerintah daerah membangun ekosistem dunia usaha yang kompetitif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak cukup hanya mengandalkan belanja pemerintah, tetapi juga perlu ditopang oleh pertumbuhan sektor swasta yang mendorong investasi dan aktivitas ekonomi daerah.

“KPPU adalah salah satu instrumen pemerintah yang sangat strategis untuk membantu kami melihat ekosistem dunia usaha, persaingan usaha, dan bagaimana semuanya demi pertumbuhan ekonomi yang baik, stabil, tumbuh, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, arah pembangunan ekonomi Lampung saat ini berkaitan erat dengan upaya meningkatkan nilai tambah komoditas melalui hilirisasi. Hal tersebut dinilai relevan dengan karakteristik ekonomi Lampung yang masih kuat ditopang sektor pertanian.

Baca Juga  Antrean BBM Solar Hambat Ekonomi Lampung, Budi Hadi Minta Pertamina Tambah Pasokan dan SPBN

Gubernur Mirza menyebut sektor pertanian menyumbang sekitar 26–28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung dengan nilai sekitar Rp156 triliun. Namun, dari nilai tersebut, baru sekitar Rp50–60 triliun yang telah masuk ke proses hilirisasi.

“Karena Lampung ini daerah sektor pertanian, maka arahnya adalah menghilirisasi pertanian dan komoditas-komoditas yang ada di kita,” katanya.

Menurutnya, Pemprov Lampung ingin memastikan komoditas yang dihasilkan di daerah tidak hanya keluar dalam bentuk bahan mentah. Hilirisasi di daerah penghasil dinilai dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus memperbesar kontribusi ekonomi yang tinggal di Lampung.

Ia mencontohkan komoditas singkong. Ketika dijual sebagai bahan mentah dengan harga sekitar Rp2.000, nilai komoditas tersebut dapat meningkat setelah diproses menjadi tapioka yang disebut mencapai sekitar Rp10.000.

“Ketika tapiokanya dibuat di sini, maka PDRB yang bertambah bukan hanya dari komoditas awal, tetapi juga dari proses industrinya,” ujarnya.

Karena itu, Pemprov Lampung tengah melihat sejumlah faktor yang menentukan daya saing daerah dalam menarik industri pengolahan, mulai dari ketersediaan kawasan industri, insentif investasi, energi, hingga biaya dan konektivitas logistik.

Baca Juga  Wagub Jihan Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Saburai

Gubernur Mirza mengatakan Lampung memiliki sejumlah keunggulan berupa ketersediaan bahan baku, posisi geografis, serta akses terhadap jalur logistik. Namun, keunggulan tersebut perlu ditopang ekosistem industri agar investor memiliki kepastian dalam menjalankan usaha.

“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana menjadikan Provinsi Lampung sebagai provinsi yang kompetitif untuk investasi, khususnya investasi di sektor hilirisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemprov Lampung melihat persaingan usaha, investasi, hilirisasi, dan penguatan rantai pasok sebagai bagian yang saling berkaitan.

Pembangunan ekonomi, kata dia, tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan kekuatan komoditas Lampung dapat diolah menjadi nilai tambah yang lebih besar di daerah.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Lampung membangun fondasi pertumbuhan ekonomi melalui investasi swasta, industri pengolahan, dan pemanfaatan keunggulan komparatif daerah.

“Pertumbuhan ekonomi yang paling baik adalah pertumbuhan yang didorong sektor swasta. Sektor swasta tumbuh dengan adanya investasi, dan investasi membutuhkan kepastian usaha yang stabil,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisioner KPPU RI Fanshurullah Asa mengatakan KPPU tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah, melakukan advokasi, serta mendorong kemitraan usaha.

Baca Juga  Mikdar Ilyas Minta Bulog dan Dinas Terkait Bergerak Cepat Kendalikan Harga Beras

KPPU juga akan melakukan sosialisasi sistem analisis daftar periksa kebijakan persaingan usaha. Instrumen tersebut ditujukan agar kebijakan pemerintah daerah sejak awal memperhatikan prinsip persaingan usaha dan tidak menimbulkan ketentuan yang berpotensi membatasi persaingan.

Fanshurullah mengatakan KPPU akan mengundang unsur Pemprov Lampung dan pemerintah kabupaten/kota, termasuk perangkat daerah yang berkaitan dengan perdagangan, perekonomian, serta bidang hukum, dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Ia juga menyampaikan hasil pengukuran Indeks Persaingan Usaha Lampung yang disebut berada pada angka 5,4, sedikit di atas indeks nasional sebesar 5,01 berdasarkan hasil pengukuran yang disampaikan KPPU.

Menurut Fanshurullah, indeks tersebut menjadi salah satu indikator yang berkaitan dengan upaya menciptakan iklim usaha yang mendukung investasi.

KPPU juga meminta dukungan Pemprov Lampung dalam pelaksanaan survei Indeks Persaingan Usaha 2026 yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Bank Indonesia, perguruan tinggi, serta pemangku kepentingan lainnya. (*)

Berita Terkait

Gubernur Mirza Tinjau Antrean BBM, Soroti Pelayanan SPBU dan Usulan Tambahan Kuota
Marindo Kurniawan Lantik Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung
BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026
IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur
Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Mikdar Apresiasi Kinerja Gubernur
Gubernur Mirza Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Berbasis Desa
Lampung Catat Inflasi September 0,14 Persen, Terendah di Sumatera
Deni Ribowo Apresiasi Penghargaan KPK untuk Pendidikan Antikorupsi Lampung

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:09 WIB

PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Senin, 28 September 2026 - 15:31 WIB

Tim Domino PWI Lampung Juara Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Jumat, 25 September 2026 - 18:42 WIB

ASDP Bakauheni Dukung Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Rabu, 23 September 2026 - 20:40 WIB

PWI Lampung Selatan Jenguk Sodu Sinaga, Beri Dukungan di Masa Pemulihan

Kamis, 17 September 2026 - 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Selatan 5,71 Persen, Egi Dorong Dampaknya Dirasakan Masyarakat

Rabu, 16 September 2026 - 12:11 WIB

Kejari Lampung Selatan Tetapkan Yayasan Bussaina sebagai Wali Sah Delapan Anak

Selasa, 15 September 2026 - 11:55 WIB

Pemkab Lamsel Dorong Jurnalis Televisi Perkuat Profesionalisme dan Jurnalisme Positif

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB

Pringsewu

6.149 SKCK Diterbitkan Polres Pringsewu hingga September 2026

Kamis, 8 Okt 2026 - 20:52 WIB