Kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung di sektor pendidikan dinilai mulai memberikan dampak terhadap masyarakat, terutama melalui penghapusan uang komite bagi siswa SMA/SMK negeri, penguatan Sekolah Terbuka, dukungan terhadap Sekolah Rakyat, serta perluasan akses pelajar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Lampung (Netizenku.com): Sekretaris Komisi V DPRD Lampung, Elly Wahyuni, menilai berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari kinerja pemerintahan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela yang manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Penilaian tersebut sejalan dengan hasil survei Rakata Analytics and Advisory yang digelar pada Agustus 2026. Survei terhadap 800 responden dengan margin of error ±3,5 persen mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja Gubernur Mirza sebesar 81,75 persen, sedangkan Wakil Gubernur Jihan sebesar 80,38 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pendidikan itu kebutuhan dasar. Ketika uang komite dihapus, tentu beban orang tua menjadi lebih ringan. Ini bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat,” kata Elly, Jumat (18/9/2026).
Menurut Elly, pembangunan sektor pendidikan tidak cukup hanya diukur dari jumlah sekolah maupun fasilitas yang tersedia. Pemerintah juga harus memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar akibat persoalan ekonomi maupun keterbatasan akses.
Karena itu, ia menilai keberadaan Sekolah Terbuka menjadi salah satu langkah penting untuk menjangkau anak-anak yang tidak dapat mengikuti pola pendidikan reguler.
“Jangan sampai ada anak Lampung yang putus sekolah hanya karena keadaan. Pemerintah harus memastikan mereka tetap memiliki akses untuk belajar dan meraih masa depan,” ujarnya.
Elly juga menilai dukungan terhadap program Sekolah Rakyat dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
Selain itu, semakin banyaknya pelajar Lampung yang berhasil menembus PTN dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan akses pendidikan di daerah.
“Kalau anak-anak Lampung semakin banyak yang bisa masuk PTN, tentu ini menjadi investasi besar bagi masa depan daerah. Mereka nantinya yang akan menjadi sumber daya manusia untuk membangun Lampung,” katanya.
Tidak hanya sektor pendidikan, Elly turut menilai pelayanan kesehatan terus mengalami pembenahan. Menurutnya, akses dan kualitas pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Pelayanan kesehatan sekarang sudah semakin baik. Ini juga yang harus terus dijaga dan ditingkatkan, karena kesehatan merupakan kebutuhan langsung masyarakat,” ujarnya.
Meski hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik berada di atas 80 persen, Elly mengingatkan capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau masyarakat sudah memberikan penilaian yang baik, jangan kemudian berpuas diri. Justru ini menjadi motivasi agar pelayanan publik semakin baik,” tegasnya.
Ia berharap pembangunan Lampung ke depan semakin diarahkan pada pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan kesehatan, serta pemenuhan berbagai kebutuhan dasar masyarakat.
“Harapan kita tentu Lampung semakin maju. Pendidikan semakin mudah diakses, semakin banyak anak Lampung masuk perguruan tinggi, pelayanan kesehatan semakin baik dan masyarakat benar-benar merasakan manfaat pembangunan,” pungkasnya. (*)








