Pemprov Lampung Kembangkan Ekonomi Biru-Hijau melalui Potensi Nilai Ekonomi Karbon

Tauriq Attala Gibran

Kamis, 17 September 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pengembangan konsep Lampung Economic Blue Greenmelalui optimalisasi potensi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dari sektor kehutanan, perhutananan sosial, mangrove hingga ekosistem pesisir.

Lampung (Netizenku.com): Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Tim Koordinasi Inisiatif Karbon Hutan Provinsi Lampung yang digelar di Ruang Sekretaris Daerah, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (16/9/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo mengatakan, pengembangan inisiatif karbon hutan tidak boleh berhenti pada pembentukan tim melalui keputusan gubernur. Tim tersebut harus bekerja sesuai tugas dan fungsinya serta menghasilkan keluaran yang memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Esensinya adalah bagaimana tim yang dibentuk ini bukan sekadar SK Gubernur, bukan sebuah dokumen, tetapi benar-benar bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing,” ujar Marindo.

Baca Juga  Sengketa Tanah Menumpuk, Reza Berawi Serukan Mediasi

Ia menegaskan, seluruh pelaksanaan program harus berlandaskan regulasi yang berlaku, termasuk peraturan pemerintah dan peraturan menteri terkait. Di sisi lain, tim juga dituntut menghadirkan berbagai inisiatif dan inovasi agar pengembangan nilai ekonomi karbon memberikan dampak nyata bagi Lampung.

Dalam pembahasan tersebut, cakupan inisiatif karbon tidak hanya diarahkan pada ekosistem hutan. Potensi karbon dari kawasan mangrove dan ekosistem pesisir juga menjadi bagian dari pendekatan ekonomi biru-hijau.

Menurut Marindo, Lampung memiliki peluang dalam pengembangan Nilai Ekonomi Karbon, khususnya melalui sektor kehutanan, perhutananan sosial, mangrove dan ekosistem pesisir.

“Lampung dinilai memiliki peluang dalam pengembangan Nilai Ekonomi Karbon, terutama melalui hutan, perhutananan sosial, mangrove, dan ekosistem pesisir,” katanya.

Baca Juga  NTB Studi Tiru Program Desaku Maju di Lampung

Karena itu, pengembangan Lampung Economic Blue Green diarahkan melalui pendekatan terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak, mendorong inovasi pembiayaan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat.

Ketua Harian Tim Inisiatif Karbon Lampung Anshori Djausal mengatakan, perluasan cakupan diperlukan karena peluang ekonomi karbon tidak hanya terdapat di kawasan hutan. Potensi tersebut juga terdapat di wilayah pesisir, mangrove, limbah pertanian, agroforestri hingga berbagai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan pengelolaan ekosistem.

“Jadi kita akan memperluas scope-nya. Bukan hanya hutan,” ujar Anshori.

Ia menjelaskan, perluasan tersebut mencakup kawasan di dalam maupun di luar hutan, termasuk pesisir dan limbah pertanian.

Dalam roadmap yang dibahas, lanskap karbon Lampung dikelompokkan ke dalam sejumlah ekosistem. Green carbonmencakup hutan, kebun, agroforestri dan biodiversitas. Sementara blue carbon mencakup mangrove, rawa dan sungai.

Baca Juga  Gubernur Lampung Dorong ASITA Travel Fair 2026 Perkuat Konektivitas Wisata Lampung-Malaysia

Selain itu, terdapat konsep silvofishery yang menggabungkan konservasi ekosistem dengan kegiatan budidaya, seperti kepiting dan kerang, serta pengembangan pariwisata.

Rapat tersebut turut dihadiri Ketua Harian Tim Inisiatif Karbon Provinsi Lampung Anshori Djausal, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, perwakilan Bappeda Lampung serta sejumlah undangan terkait.

Pengembangan inisiatif karbon tersebut diharapkan dapat menghubungkan upaya perlindungan ekosistem dengan peluang ekonomi masyarakat. Dengan demikian, pemanfaatan nilai ekonomi karbon tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Lampung. (*)

Berita Terkait

DPRD Lampung Apresiasi Langkah Mirza Majukan Sektor Pertanian Lampung
Gubernur Lampung Lantik M. Galang Putra Rahman sebagai Wakil Bupati Way Kanan
Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Tingkatkan Mutu Pelayanan Rumah Sakit
Pemprov Lampung Matangkan Persiapan PORNAS KORPRI XVIII 2027, Target Pertahankan Peringkat Kedelapan
PWI Lampung Tekuk PKS FC 9-4 dalam Laga Persahabatan
BPN Verifikasi Ulang Lahan Way Dadi, Pemprov Lampung Siapkan Skema Penyelesaian
Jihan Nurlela Dorong UMKM Lampung Tembus Pasar Ekspor Lewat Penguatan Ekosistem Usaha
Pemprov Lampung Bidik Mulang Maya Jadi Agenda Wisata Provinsi 2027

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:33 WIB

DPRD Lampung Apresiasi Langkah Mirza Majukan Sektor Pertanian Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Gubernur Lampung Lantik M. Galang Putra Rahman sebagai Wakil Bupati Way Kanan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Tingkatkan Mutu Pelayanan Rumah Sakit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:23 WIB

PWI Lampung Tekuk PKS FC 9-4 dalam Laga Persahabatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:37 WIB

BPN Verifikasi Ulang Lahan Way Dadi, Pemprov Lampung Siapkan Skema Penyelesaian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Jihan Nurlela Dorong UMKM Lampung Tembus Pasar Ekspor Lewat Penguatan Ekosistem Usaha

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Pemprov Lampung Bidik Mulang Maya Jadi Agenda Wisata Provinsi 2027

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Mukhlis Basri Minta Mahasiswa Tetap Kritis Mengawal Demokrasi

Berita Terbaru