Gubernur Lampung Minta Pemerintah Pusat Percepat Penataan HGU dan Hutan Register

Tauriq Attala Gibran

Rabu, 16 September 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong pemerintah pusat dan DPR RI mempercepat penataan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan serta kawasan hutan register di Lampung yang selama ini menjadi salah satu sumber konflik agraria.

Lampung (Netizenku.com): Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Pengelolaan Aset Pemerintah Daerah/BMD dan Aset BUMD dalam rangka optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersama Komisi II DPR RI di Ruang Rapat Komisi II, Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).

Dalam RDP tersebut, Mirza memaparkan sejumlah persoalan tata kelola pertanahan di Lampung, khususnya terkait lahan HGU dan perambahan kawasan hutan register.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Mirza, Lampung merupakan provinsi dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Pulau Sumatera dan memiliki jumlah penduduk terbesar kedua di Sumatera. Di sisi lain, hampir 70 persen masyarakat Lampung menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.

Baca Juga  BULOG Pastikan Bantuan Pangan Beras Menjangkau Masyarakat Lampung Selatan

Kondisi tersebut, kata dia, turut berpengaruh terhadap dinamika konflik lahan, terutama ketika harga sejumlah komoditas pertanian mengalami kenaikan.

“Artinya, setelah harga komoditas ini bagus semua, banyak sekali konflik-konflik yang muncul ya, meski sudah banyak, akhirnya sekarang lebih sering muncul. Hampir tiap minggu, hampir sebulan tiga kali empat kali kami menerima demo tentang masalah konflik,” ujar Mirza.

Ia mengatakan persoalan HGU di Lampung cukup kompleks, mulai dari lahan yang diserobot, HGU telantar yang belum ditata, hingga konsesi yang masa berlakunya telah berakhir tetapi belum segera ditertibkan.

Sementara itu, pemerintah daerah, menurut Mirza, selama ini belum memiliki kewenangan yang cukup untuk ikut menata HGU, termasuk dalam hal pemberian pendapat maupun keterlibatan dalam pengelolaannya.

“Dan kami selama ini kan tidak pernah dimintai keterangan, dimintain pendapat, atau punya wewenang untuk ikut menata HGU-HGU tersebut,” ungkapnya.

Mirza juga menilai pemerintah kabupaten/kota menghadapi posisi dilematis ketika terjadi konflik antara pemegang konsesi dan masyarakat. Pasalnya, daerah tidak memperoleh kontribusi PAD secara langsung dari sektor perizinan HGU.

Baca Juga  203 Titik Hotspot Terdeteksi, Karang Taruna Desa Diminta Waspada Karhutla

“Apalagi dengan HGU ini pemerintah kabupaten/kota ini gak punya PAD kan, gak dapat PAD dari sini. Jadi, saya rasa ke depan kalau ada PAD dari urusan pertanahan HGU dan lain-lain, mungkin ini akan menjadi semangat bagi para kepala daerah, terutama kabupaten/kota, itu untuk ikut menjaga penataan HGU-HGU kita,” katanya.

Selain persoalan HGU, Mirza mengungkapkan kondisi kawasan hutan register di Lampung yang telah mengalami perubahan fungsi dalam skala besar.

Dari sekitar 1 juta hektare kawasan hutan di Lampung, kata dia, sekitar 500 ribu hektare di antaranya telah dirambah dan berkembang menjadi permukiman serta kawasan yang dilengkapi berbagai fasilitas publik.

“Yang 500.000-nya itu sudah dirambah, ya, sudah tidak berbentuk hutan lagi. Sudah ada desa, sudah ada puskesmas, dan macam-macam lah, sudah berwujud hampir mirip kota,” jelasnya.

Baca Juga  Bapenda Baru Siapkan 45 Water Meter, Munir Minta Seluruh Wajib Pajak Air Permukaan Terukur

Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun sehingga penanganannya tidak dapat dilakukan hanya dengan mengembalikan seluruh kawasan seperti kondisi awal.

Karena itu, Mirza meminta dukungan pemerintah pusat dan DPR RI untuk mempercepat penataan legalitas kawasan, termasuk melalui mekanisme perizinan atau pelepasan kawasan hutan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mencoba menata itu kembali, ini tidak mungkin, karena kan kawasan hutan. Jadi, saya sepakat tadi dengan rekan gubernur, bagaimana kita ikut menata dalam IPPKH itu agar dipercepat prosesnya. Karena bagaimanapun juga, ketika diserahkan kepada pemerintah pusat, pemerintah pusat tidak akan sanggup menata itu kembali menjadi kawasan hutan, karena bentrokannya sudah sangat lama,” pungkasnya.

Ia berharap pembahasan bersama pemerintah pusat dan DPR RI dapat menghasilkan kebijakan yang memberikan kepastian hukum dalam penataan aset dan pertanahan, sekaligus memperkuat peran pemerintah daerah dalam penyelesaian konflik agraria di Lampung. (*)

Berita Terkait

Gubernur Lampung Instruksikan RSUDAM Berbenah
Marindo Lantik Gadriyanto Abung sebagai Kasatpol PP dan Lukman Pura Direktur RSUDAM
Pemprov Lampung Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan melalui Kaderisasi Bandarlampung —
Lampung Raih Penghargaan BSSN, 100 Persen Kabupaten/Kota Miliki TTIS Teregistrasi
Pemprov Lampung Dorong ITERA Jadi Pusat Inovasi dan Hilirisasi Komoditas Unggulan
KPK Beri Penghargaan kepada Lampung atas Penguatan Pendidikan Antikorupsi
Limbah PT Indo Thai Coco Diduga Cemari Sumur Warga, DPRD Lampung Desak DLH Bertindak
Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pemprov Lampung Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Gubernur Lampung Instruksikan RSUDAM Berbenah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Marindo Lantik Gadriyanto Abung sebagai Kasatpol PP dan Lukman Pura Direktur RSUDAM

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Pemprov Lampung Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan melalui Kaderisasi Bandarlampung —

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Lampung Raih Penghargaan BSSN, 100 Persen Kabupaten/Kota Miliki TTIS Teregistrasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Pemprov Lampung Dorong ITERA Jadi Pusat Inovasi dan Hilirisasi Komoditas Unggulan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Limbah PT Indo Thai Coco Diduga Cemari Sumur Warga, DPRD Lampung Desak DLH Bertindak

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pemprov Lampung Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Manajer Minisocer PWI Lampung Dorong Tim Perkuat Fisik dan Mental Jelang Porwanas

Berita Terbaru

Lampung

Gubernur Lampung Instruksikan RSUDAM Berbenah

Selasa, 6 Okt 2026 - 22:46 WIB