Antrean BBM Solar Hambat Ekonomi Lampung, Budi Hadi Minta Pertamina Tambah Pasokan dan SPBN

Tauriq Attala Gibran

Kamis, 10 September 2026 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Budi Hadi Yunanto, menilai keterbatasan pasokan dan panjangnya antrean BBM jenis solar di sejumlah SPBU mulai menghambat perputaran ekonomi masyarakat.

Lampung (Netizenku.com): Budi mengatakan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap petani, pelaku UMKM, pedagang hingga perusahaan besar yang membutuhkan terkhusus nya BBM solar untuk menunjang aktivitas usaha.

“Dengan adanya pasokan solar yang terbatas dan harus mengantre, aktivitas ekonomi menjadi terhambat dan perputarannya tidak bisa berjalan cepat,” ujar Budi, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga  Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia meminta kepada Pertamina dan pemerintah daerah segera berkoordinasi untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya, keterbatasan pasokan tidak boleh dibiarkan karena berpotensi semakin memperlambat aktivitas ekonomi di Lampung.

Budi juga menyoroti kondisi nelayan yang kesulitan memperoleh solar. Ia menyebut terdapat kelompok nelayan yang hanya mendapatkan sekitar sepertiga dari kebutuhan solar harian, sehingga sebagian nelayan bahkan tidak dapat melaut.

Baca Juga  Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di wilayah yang membutuhkan.

“Di Lampung Tengah, khususnya Bandar Surabaya dan Cempaka, jumlah nelayannya cukup banyak. Namun mereka harus mengambil BBM jenis solar dengan jarak hampir 30 kilometer,” katanya.

Budi menegaskan penambahan SPBN harus dibarengi dengan jaminan pasokan yang memadai. Ia berharap distribusi solar tidak hanya memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga menyediakan cadangan agar aktivitas masyarakat tidak kembali terganggu.

Baca Juga  Lampung Mulai Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla

“Kalau bisa, pasokannya juga dilebihkan sehingga ada cadangan. Jangan sampai kebutuhan masyarakat justru tidak terpenuhi karena pasokan yang terbatas,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi
Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung
Jihan Nurlela Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp53,15 Triliun
Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan
Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah
Gubernur Lampung Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026, Salurkan Bantuan untuk Pesantren
Gubernur Lampung Apresiasi Pakan Ikan Mandiri, Biaya Produksi Turun 50 Persen
Gubernur Mirza Ajak LPM Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Desa

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Jihan Nurlela Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp53,15 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Gubernur Lampung Apresiasi Pakan Ikan Mandiri, Biaya Produksi Turun 50 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Gubernur Mirza Ajak LPM Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:25 WIB

KMP Batumandi Terbakar, Aprozi Alam Desak Kemenhub Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran

Berita Terbaru