Sengketa Tanah Menumpuk, Reza Berawi Serukan Mediasi

Tauriq Attala Gibran

Senin, 21 September 2026 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konflik pertanahan di Lampung dinilai tak cukup diselesaikan dengan pendekatan hukum. Dialog, mediasi, pemetaan kawasan, dan penguatan reforma agraria harus dikedepankan agar sengketa tidak berubah menjadi konflik baru.

Lampung (Netizenku.com): Anggota Komisi I DPRD Lampung Muhammad Reza Berawi, S.H., M.H., mengatakan penyelesaian harus mempertemukan kepentingan masyarakat, pemerintah, dan korporasi dengan tetap berpegang pada aturan.

“Kalau sudah menjadi alternatif terakhir, kita dorong diselesaikan secara hukum. Biar hukum yang membuktikan mana yang mempunyai hak dan mana yang tidak,” kata Reza, Senin (21/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, sebelum masuk ke ranah hukum, Reza mendorong mediasi. Menurutnya, pendekatan tersebut memberi ruang bagi para pihak untuk menemukan titik temu.

Baca Juga  Ketua PP PMKRI Temui Massa Pati Melawan Jelang Aksi 27 Agustus

“Komisi I mendorong restorative justice. Kita mediasi kelompok masyarakat atau korporasi yang bermasalah agar para pihak menemukan jalan keluar,” ujarnya.

Reza mencontohkan persoalan masyarakat penggarap Register 19 di Pesawaran. Masyarakat sebelumnya menyampaikan tiga tuntutan, yakni penanganan dugaan tindakan terhadap penggarap, percepatan legalitas melalui skema kemitraan, serta dugaan pungutan oleh oknum kehutanan.

DPRD kemudian memfasilitasi tindak lanjut bersama Dinas Kehutanan. Kelompok tani yang belum memiliki legalitas diminta melengkapi dokumen untuk diteruskan ke Kementerian Kehutanan.

Menurut Reza, pola tersebut dapat menjadi salah satu model penanganan persoalan kawasan register lainnya.

Baca Juga  DPRD Lampung Tekankan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Utama Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

“Dinas Kehutanan mulai memetakan. Mana kawasan yang bisa dikelola melalui skema yang sah dan mana yang harus dijaga karena fungsi konservasinya,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kompleksitas konflik tanah di Lampung, mulai sengketa antarmasyarakat, masyarakat dengan perusahaan, hingga masyarakat dengan pemerintah.

Karena itu, Tim Reforma Agraria yang dibentuk pemerintah harus benar-benar bekerja dan melibatkan seluruh instansi terkait, termasuk ATR/BPN, kehutanan, pemerintah daerah, kelembagaan adat, serta aparat penegak hukum.

“Kalau hanya meeting, tidak cukup. Pemerintah punya institusi. Semua harus diaktifkan untuk menyelesaikan persoalan,” tegasnya.

Baca Juga  HUT ke-81 PMI, Gubernur Mirza Dorong Budaya Kemanusiaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Terkait tanah ulayat, Reza menilai statusnya harus diverifikasi secara faktual dan administratif. Kelembagaan adat juga dapat dilibatkan untuk menginventarisasi serta membangun basis data pertanahan.

“Apakah masih ada atau tidak, kita harus benar-benar mengidentifikasinya. Dari situ kita buat database, mana yang memang punya persoalan dan mana yang bukan,” katanya.

Reza menegaskan, tujuan utama DPRD bukan memperbesar konflik, melainkan mencari jalan keluar yang dapat diterima para pihak.

“Kalau bisa diselesaikan dengan mediasi, kita cari titik temu. Jangan sampai konflik hari ini menjadi masalah yang lebih besar di kemudian hari,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Gubernur Mirza Dampingi Menhut Tinjau Progres Mitigasi Konflik Gajah di TNWK
Kwarda Lampung Siapkan Rangkaian Kegiatan Hari Pramuka ke-65
Lima Presidium KAI Lampung Periode 2026-2031 Resmi Dilantik
Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan Lampung
Lampung Perkuat Pengembangan Bawang Putih Dukung Swasembada Nasional 2029
Pemprov Lampung Dorong Persaingan Usaha Sehat untuk Perkuat Investasi dan Hilirisasi
Gubernur Mirza Dorong BAZNAS Perkuat Peran Zakat untuk Entaskan Kemiskinan
Mikdar Ilyas: Kepuasan Publik 81 Persen terhadap Mirza Sejalan dengan Kinerja Pemerintahan

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:09 WIB

Gubernur Mirza Dampingi Menhut Tinjau Progres Mitigasi Konflik Gajah di TNWK

Senin, 21 September 2026 - 14:26 WIB

Sengketa Tanah Menumpuk, Reza Berawi Serukan Mediasi

Senin, 21 September 2026 - 11:57 WIB

Kwarda Lampung Siapkan Rangkaian Kegiatan Hari Pramuka ke-65

Sabtu, 19 September 2026 - 15:52 WIB

Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan Lampung

Sabtu, 19 September 2026 - 15:50 WIB

Lampung Perkuat Pengembangan Bawang Putih Dukung Swasembada Nasional 2029

Sabtu, 19 September 2026 - 15:48 WIB

Pemprov Lampung Dorong Persaingan Usaha Sehat untuk Perkuat Investasi dan Hilirisasi

Sabtu, 19 September 2026 - 15:45 WIB

Gubernur Mirza Dorong BAZNAS Perkuat Peran Zakat untuk Entaskan Kemiskinan

Jumat, 18 September 2026 - 20:38 WIB

Mikdar Ilyas: Kepuasan Publik 81 Persen terhadap Mirza Sejalan dengan Kinerja Pemerintahan

Berita Terbaru

Lampung

Sengketa Tanah Menumpuk, Reza Berawi Serukan Mediasi

Senin, 21 Sep 2026 - 14:26 WIB

Lampung

Kwarda Lampung Siapkan Rangkaian Kegiatan Hari Pramuka ke-65

Senin, 21 Sep 2026 - 11:57 WIB

Bandarlampung

Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan

Minggu, 20 Sep 2026 - 17:31 WIB

Tulang Bawang Barat

TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Tubaba, Perkuat Pemberdayaan Keluarga

Minggu, 20 Sep 2026 - 15:34 WIB