Gubernur Mirza Dampingi Menhut Tinjau Progres Mitigasi Konflik Gajah di TNWK

Tauriq Attala Gibran

Senin, 21 September 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni meninjau progres kegiatan mitigasi interaksi negatif antara manusia dan Gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Minggu (20/9/2026).

Lampung (Netizenku.com): Peninjauan tersebut turut dihadiri Ambassador-Designate Norwegia Kaja Glomm serta Counsellor and Advisor for Climate and Forest Kedutaan Besar Norwegia.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung perkembangan pembangunan berbagai infrastruktur dan fasilitas pendukung konservasi di kawasan TNWK, termasuk sarana mitigasi konflik, fasilitas pengelolaan kawasan, serta fasilitas perawatan satwa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga  Sampah Organik Lampung Dibidik Jadi Pupuk, Dorong Ekonomi Pertanian

Rombongan juga melihat kondisi Gajah Sumatera sekaligus perkembangan fasilitas yang dibangun untuk mendukung upaya konservasi dan mengurangi potensi interaksi negatif antara manusia dan satwa liar.

Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK, Brigjen TNI Sriyono, mengatakan progres pembangunan saat ini telah mencapai lebih dari 80 persen dan ditargetkan selesai pada Oktober 2026.

“Pembangunan di kawasan Pusat Latihan Gajah (PLG) mencakup 43 ruang lingkup pekerjaan, baik berupa infrastruktur maupun fasilitas pendukung konservasi,” kata Sriyono.

Menurut dia, salah satu infrastruktur utama yang menjadi prioritas adalah pembangunan pagar pembatas. Pembangunan pagar tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kondisi kawasan, termasuk potensi banjir dan kekuatan struktur dalam menghadapi aktivitas gajah.

Baca Juga  Dugaan Pengeroyokan dan Pembakaran Motor di Lampung Tengah Dilaporkan ke Polda Lampung

Selain sarana mitigasi, pembangunan juga mencakup berbagai fasilitas pendukung pengelolaan kawasan dan perawatan satwa.

Fasilitas tersebut antara lain jembatan di sejumlah desa sekitar kawasan, kandang gajah jantan, dapur gajah, pusat komando penanganan konflik gajah, serta pusat kesehatan.

“Penyelesaian seluruh fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat upaya mitigasi interaksi negatif antara manusia dan gajah, sekaligus tetap memperhatikan keberlangsungan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan TNWK,” ujarnya.

Pengembangan TNWK juga diarahkan untuk memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat konservasi sekaligus destinasi wisata berbasis konservasi yang mampu menarik kunjungan wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

Baca Juga  Asap Pabrik Gula Bunga Mayang Dikeluhkan, Mikdar Desak DLH Periksa Emisi

Dengan pengembangan tersebut, fungsi konservasi diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi wisata dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pemerintah bersama pengelola TNWK dan seluruh unsur terkait akan terus memperkuat pengawasan serta perlindungan kawasan konservasi.

Masyarakat juga diimbau turut menjaga kelestarian TNWK dengan tidak melakukan perburuan liar, penambangan ilegal, maupun pembakaran lahan.

Upaya kolaboratif tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian TNWK dan habitat Gajah Sumatera, sekaligus menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara masyarakat dan satwa liar di sekitar kawasan. (*)

Berita Terkait

Status GAK Naik ke Siaga, BPBD Lampung Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer
Marindo Kurniawan Tekankan Penguatan Forum Penataan Ruang untuk Dukung Investasi Lampung
Gubernur Mirza Tinjau Antrean BBM, Soroti Pelayanan SPBU dan Usulan Tambahan Kuota
Marindo Kurniawan Lantik Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung
BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026
IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur
Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Mikdar Apresiasi Kinerja Gubernur
Gubernur Mirza Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Berbasis Desa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Catur PWI Lampung Bidik Tiga Emas pada Porwanas 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP

Rabu, 30 September 2026 - 12:29 WIB

Kejari Pringsewu Musnahkan Barang Bukti dari 72 Perkara, Ada Sabu hingga Senjata Api

Selasa, 29 September 2026 - 19:39 WIB

105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kemitraan Bersama Indomaret

Senin, 28 September 2026 - 19:56 WIB

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB