Pemprov Lampung Bentuk FKLPID, Perkuat Sinergi Dunia Industri dan Pendidikan

Tauriq Attala Gibran

Jumat, 11 September 2026 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, lembaga pelatihan, dan dunia pendidikan untuk menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan di daerah melalui pembentukan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Provinsi Lampung.

Lampung (Netizenku.com): Pembentukan FKLPID tersebut dibahas dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (11/9/2026).

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, persoalan ketenagakerjaan di Lampung tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia industri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, perkembangan teknologi, digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), dan otomatisasi telah memengaruhi kebutuhan tenaga kerja. Kondisi tersebut menuntut adanya penyesuaian kompetensi agar tenaga kerja mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Baca Juga  Pendapatan Turun, Belanja Daerah Lampung Naik dalam Perubahan APBD 2026

“FKLPID diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan di Provinsi Lampung,” ujar Mirza.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan ketenagakerjaan di Lampung adalah banyaknya lulusan yang setiap tahun memasuki pasar kerja. Karena itu, peningkatan kompetensi perlu berjalan beriringan dengan upaya memperluas kesempatan kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Mirza mengatakan, peluang kerja tidak hanya perlu dibuka di dalam daerah, tetapi juga dapat diperluas ke luar daerah hingga pasar kerja global.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan industri berbasis pengolahan komoditas. Ketersediaan bahan baku dari sektor pertanian dan perkebunan dapat menjadi dasar untuk memetakan potensi pengembangan industri sekaligus kebutuhan tenaga kerja.

Baca Juga  APBD Perubahan 2026 Lampung Difokuskan Perkuat Program Prioritas dan Pertumbuhan Ekonomi

“Kalau kita bisa mengidentifikasi industrinya, kita bisa mengetahui tenaga kerja seperti apa yang dibutuhkan, kemudian lembaga pelatihan dapat menyiapkan kompetensinya,” katanya.

Selain pasar kerja dalam negeri, Pemprov Lampung juga mendorong kesiapan tenaga kerja untuk memanfaatkan peluang kerja di luar negeri. Jepang, misalnya, dinilai memiliki kebutuhan terhadap tenaga kerja dari luar negeri.

Namun, peluang tersebut membutuhkan persiapan, antara lain kemampuan bahasa, kompetensi teknis, serta sertifikasi yang sesuai dengan persyaratan negara tujuan.

Karena itu, Mirza berharap FKLPID dapat menjadi wadah komunikasi untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kendala ketenagakerjaan melalui kerja sama antara pemerintah, lembaga pelatihan, dunia industri, lembaga pendidikan, dan pihak terkait lainnya.

Baca Juga  Gubernur Mirza Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Berbasis Desa

FKLPID nantinya diarahkan untuk memetakan kebutuhan industri, menyelaraskan program pelatihan, meningkatkan kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja, serta memperkuat penempatan kerja.

Forum tersebut juga diharapkan memperkuat kemitraan antara lembaga pelatihan dan dunia industri, termasuk melalui program magang serta pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja.

Pemprov Lampung berharap keberadaan FKLPID dapat memperkuat kolaborasi antarpihak dalam menjawab kebutuhan ketenagakerjaan sekaligus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja. (*)

Berita Terkait

RSUDAM Lampung Pertama Kali Lakukan Tindakan Neurointervensi DSA
Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi
Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung
Jihan Nurlela Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp53,15 Triliun
Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan
Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah
Gubernur Lampung Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026, Salurkan Bantuan untuk Pesantren
Gubernur Lampung Apresiasi Pakan Ikan Mandiri, Biaya Produksi Turun 50 Persen

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:52 WIB

RSUDAM Lampung Pertama Kali Lakukan Tindakan Neurointervensi DSA

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Jihan Nurlela Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp53,15 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Gubernur Lampung Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026, Salurkan Bantuan untuk Pesantren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Gubernur Lampung Apresiasi Pakan Ikan Mandiri, Biaya Produksi Turun 50 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Gubernur Mirza Ajak LPM Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Desa

Berita Terbaru