Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, lembaga pelatihan, dan dunia pendidikan untuk menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan di daerah melalui pembentukan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Provinsi Lampung.
Lampung (Netizenku.com): Pembentukan FKLPID tersebut dibahas dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (11/9/2026).
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, persoalan ketenagakerjaan di Lampung tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia industri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, perkembangan teknologi, digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), dan otomatisasi telah memengaruhi kebutuhan tenaga kerja. Kondisi tersebut menuntut adanya penyesuaian kompetensi agar tenaga kerja mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
“FKLPID diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan di Provinsi Lampung,” ujar Mirza.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan ketenagakerjaan di Lampung adalah banyaknya lulusan yang setiap tahun memasuki pasar kerja. Karena itu, peningkatan kompetensi perlu berjalan beriringan dengan upaya memperluas kesempatan kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Mirza mengatakan, peluang kerja tidak hanya perlu dibuka di dalam daerah, tetapi juga dapat diperluas ke luar daerah hingga pasar kerja global.
Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan industri berbasis pengolahan komoditas. Ketersediaan bahan baku dari sektor pertanian dan perkebunan dapat menjadi dasar untuk memetakan potensi pengembangan industri sekaligus kebutuhan tenaga kerja.
“Kalau kita bisa mengidentifikasi industrinya, kita bisa mengetahui tenaga kerja seperti apa yang dibutuhkan, kemudian lembaga pelatihan dapat menyiapkan kompetensinya,” katanya.
Selain pasar kerja dalam negeri, Pemprov Lampung juga mendorong kesiapan tenaga kerja untuk memanfaatkan peluang kerja di luar negeri. Jepang, misalnya, dinilai memiliki kebutuhan terhadap tenaga kerja dari luar negeri.
Namun, peluang tersebut membutuhkan persiapan, antara lain kemampuan bahasa, kompetensi teknis, serta sertifikasi yang sesuai dengan persyaratan negara tujuan.
Karena itu, Mirza berharap FKLPID dapat menjadi wadah komunikasi untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kendala ketenagakerjaan melalui kerja sama antara pemerintah, lembaga pelatihan, dunia industri, lembaga pendidikan, dan pihak terkait lainnya.
FKLPID nantinya diarahkan untuk memetakan kebutuhan industri, menyelaraskan program pelatihan, meningkatkan kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja, serta memperkuat penempatan kerja.
Forum tersebut juga diharapkan memperkuat kemitraan antara lembaga pelatihan dan dunia industri, termasuk melalui program magang serta pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja.
Pemprov Lampung berharap keberadaan FKLPID dapat memperkuat kolaborasi antarpihak dalam menjawab kebutuhan ketenagakerjaan sekaligus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja. (*)








