DPRD Tubaba Sidak Proyek Irigasi Rp48,35 Miliar yang Diduga Bermasalah

Arie

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, merespons dugaan permasalahan pada proyek rehabilitasi jaringan Daerah Irigasi (DI) senilai Rp48,35 miliar yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat.

Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): DPRD memastikan akan menindaklanjuti laporan terkait pekerjaan yang diduga belum berfungsi optimal sehingga manfaatnya belum dirasakan para petani di sejumlah lokasi proyek.

Ketua DPRD Tubaba, Busroni menegaskan pihaknya akan mempelajari temuan yang berkembang di lapangan sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Ia juga memastikan Komisi III DPRD akan ditugaskan untuk melakukan peninjauan langsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terkait dugaan gagalnya proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI itu, yang pasti kita akan lihat terlebih dahulu. Saya selaku Ketua DPRD Tubaba akan tegas menindaklanjuti persoalan ini dan menugaskan Komisi III turun ke lapangan dalam waktu dekat,” ujar Busroni saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga  Wabup Tubaba Desak BSI Percepat KUR untuk Pedagang, Petani, dan Pelaku Usaha

Pernyataan serupa disampaikan Ketua Komisi III DPRD Tubaba, Edi Anwar. Menurutnya, pihaknya akan melakukan penelusuran menyeluruh guna memastikan kondisi sebenarnya dari proyek tersebut.

“Kalau memang benar indikasinya gagal, mangkrak, atau bahkan fiktif, tentu akan kami telusuri terlebih dahulu. Jika memang terbukti gagal, Dinas PUPR Tubaba juga harus bertanggung jawab. Meskipun ini proyek nasional, garis koordinasinya tetap ada di Dinas PUPR. Informasinya, proyek tersebut berasal dari anggaran pusat melalui Kementerian PUPR dan BBWS Mesuji-Sekampung,” ujar Edi.

Ia mengungkapkan, Komisi III DPRD Tubaba telah menjadwalkan inspeksi lapangan pada pekan depan untuk mengetahui kondisi riil pekerjaan serta mekanisme pelaksanaannya.

“Kami akan turun ke lapangan pekan depan. Kami juga akan mempelajari pola pelaksanaannya, apakah dikerjakan langsung oleh pusat, disubkontrakkan, atau ada keterlibatan dinas dalam pelaksanaannya,” tegasnya.

Baca Juga  Damkar Tubaba Jinakkan Api di Lahan Gambut Tol Way Kenanga

Sebelumnya, proyek rehabilitasi jaringan Daerah Irigasi di Tubaba yang tercatat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Nasional dengan Kode RUP 60668183 menjadi sorotan karena diduga mengalami sejumlah persoalan pelaksanaan.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Kewenangan Daerah yang dilaksanakan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji-Sekampung dalam skema Instruksi Presiden (Inpres) Tahap III. Nilai kegiatan yang tercatat dalam SiRUP mencapai sekitar Rp48,35 miliar.

Namun, berdasarkan keterangan Sumardi, Kepala Bidang Perencanaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Tubaba yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Tubaba, anggaran yang direalisasikan untuk delapan titik pekerjaan di wilayah tersebut disebut hanya sekitar Rp9 miliar.

Baca Juga  Tubaba Jadi Contoh Daerah Lain Berkat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Hasil penelusuran di sejumlah lokasi proyek, di antaranya di Tiyuh Gedung Ratu dan Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tulang Bawang Udik, menemukan bangunan saluran irigasi yang belum sepenuhnya berfungsi sebagai sarana distribusi air bagi lahan pertanian.

Sejumlah warga menyebut pekerjaan belum rampung dan manfaatnya belum dirasakan petani. Pemerintah tiyuh setempat juga mengaku belum menerima serah terima pekerjaan dari pihak pelaksana.

Selain itu, di beberapa lokasi proyek tidak ditemukan papan informasi pekerjaan. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memperoleh informasi mengenai nilai kontrak, volume pekerjaan, sumber pendanaan, maupun target penyelesaian proyek.

Hingga berita ini ditulis, pihak BBWS Mesuji-Sekampung maupun PT Brantas Abipraya yang disebut sebagai pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait temuan di lapangan. (*)

Berita Terkait

Kwarcab Tubaba Buka KMD Angkatan X 2026, 75 Peserta Disiapkan Jadi Pembina Pramuka Berkualitas
Ribuan Warga Tubaba Salat Istisqa, Doakan Hujan Segera Turun
Pemkab Tubaba Cari Formula Pembiayaan Siltap Aparatur Tiyuh di Tengah Keterbatasan Fiskal
Pemkab Tubaba Diminta Perketat Penganggaran Belanja Hibah dalam APBD 2027
TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Tubaba, Perkuat Pemberdayaan Keluarga
Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba
Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027
DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:59 WIB

RSUD Abdul Moeloek Hadirkan Teknologi DSA untuk Perkuat Layanan Stroke

Selasa, 29 September 2026 - 11:06 WIB

Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara

Senin, 28 September 2026 - 20:10 WIB

Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara

Senin, 28 September 2026 - 18:26 WIB

Wagub Jihan Dorong Mahasiswa Jadi Versi Terbaik Diri di Era Digital

Senin, 28 September 2026 - 16:25 WIB

Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba

Sabtu, 26 September 2026 - 16:44 WIB

Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija

Jumat, 25 September 2026 - 20:27 WIB

Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian

Jumat, 25 September 2026 - 15:50 WIB

Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat

Berita Terbaru

Pringsewu

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Senin, 28 Sep 2026 - 19:56 WIB