Tubaba Masih Nol Kasus PMK, Tapi Vaksinasi Ternak Baru Capai 30 Persen

Arie

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, masih berada dalam kondisi aman dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hingga 10 Agustus 2026, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tubaba belum menemukan adanya ternak yang terindikasi maupun menunjukkan gejala PMK.

Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat pemerintah daerah mengendurkan kewaspadaan. Vaksinasi terus dikebut untuk membangun kekebalan ternak sekaligus mencegah penyakit tersebut masuk dan menyebar di wilayah Tubaba.

Kepala Disnakeswan Tubaba melalui Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet, Irwan Sutrisno, mengatakan vaksinasi menjadi langkah penting untuk menjaga populasi ternak sekaligus melindungi sumber penghidupan masyarakat yang bergantung pada sektor peternakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah tidak ditemukan adanya gejala PMK. Adapun fokus vaksinasi kita tahun ini adalah sapi dan kambing,” kata Irwan saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).

Baca Juga  Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara

Populasi ternak di Tubaba terbilang besar. Data Disnakeswan mencatat terdapat sekitar 35 ribu ekor sapi dan 187 ribu ekor kambing. Besarnya populasi tersebut membuat pencegahan PMK menjadi penting, sebab jika penyakit menular tersebut masuk ke sentra peternakan, dampaknya tidak hanya terhadap kesehatan hewan tetapi juga dapat berimbas pada ekonomi peternak.

Hingga saat ini, vaksinasi telah diberikan kepada 9.375 ekor sapi dan 1.500 ekor kambing. Capaian tersebut baru sekitar 30 persen dari sasaran vaksinasi yang ditetapkan.

Pemerintah daerah menargetkan vaksinasi mencapai 100 persen dari populasi sasaran, dengan fokus vaksinasi sapi dan kambing ditargetkan mencapai 70 persen dari populasi.

Untuk mempercepat capaian tersebut, Tubaba telah menerima dukungan vaksin secara bertahap dari Kementerian Pertanian. Sebanyak 9.375 dosis pada tahap pertama telah selesai digunakan, sedangkan pada tahap kedua Tubaba memperoleh tambahan 12 ribu dosis.

Baca Juga  Pemkab Tubaba Matangkan Persiapan HUT ke-81 RI, Seluruh OPD Diminta Perkuat Koordinasi

Pelaksanaan vaksinasi menyasar sembilan kecamatan dengan melibatkan 22 petugas vaksinator yang ditempatkan di lima Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), yakni Puskeswan Pulung Kencana, Margodadi, Marga Jaya, Setia Bumi, dan Mekar Sari Jaya.

Namun, upaya mempercepat vaksinasi masih menghadapi tantangan. Salah satunya adalah kesadaran sebagian peternak yang belum sepenuhnya memahami pentingnya vaksinasi sebagai bentuk pencegahan penyakit.

“Kendala utama adalah kurangnya kesadaran tentang manfaat vaksinasi. Cara mengatasinya dengan melakukan sosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat peternak,” ujar Irwan.

Selain persoalan kesadaran, keterbatasan jumlah sumber daya manusia yang bertugas melakukan vaksinasi juga menjadi kendala dalam memperluas jangkauan pelayanan di lapangan.

Karena itu, Disnakeswan tidak hanya mengandalkan vaksinasi. Pengawasan lalu lintas ternak turut diperketat untuk mengantisipasi masuknya hewan dari daerah lain yang berpotensi membawa penyakit.

Baca Juga  Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027

Peternak juga didorong menerapkan biosecurity secara rutin di lingkungan kandang. Langkah tersebut meliputi menjaga kebersihan kandang, memperhatikan kesehatan ternak, serta memastikan pakan yang diberikan berkualitas.

Irwan menegaskan vaksinasi PMK di Tubaba telah berjalan sejak awal 2026 dan akan terus dilakukan hingga akhir tahun. Dukungan vaksin dari pemerintah pusat juga masih diberikan sesuai kebutuhan dan populasi ternak.

“Vaksinasi tetap penting meskipun sampai saat ini belum ditemukan kasus PMK. Ini merupakan upaya meningkatkan kekebalan ternak sekaligus menekan risiko penyebaran penyakit dan potensi kerugian ekonomi peternak,” jelasnya.

Ia pun mengimbau peternak tidak menunggu munculnya kasus untuk mulai melakukan pencegahan.

“Kami mengimbau peternak menjaga kesehatan ternak, memberikan pakan yang bagus dan jangan lupa vaksinasi serta biosecurity yang teratur,” pungkasnya.(*)

Editor : Arie

Berita Terkait

Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba
Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027
DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna
Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara
Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina
Perubahan KUA-PPAS 2026 Pringsewu Disepakati, Belanja Daerah Naik Jadi Rp1,195 Triliun
Pramuka Tubaba Diminta Jadi Teladan, Bupati Novriwan Soroti Pangan, Disiplin, dan Penanganan Sampah Plastik
Kapolres Tubaba Ajak Pers Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:31 WIB

Lima Presidium KAI Lampung Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

Sabtu, 19 September 2026 - 15:52 WIB

Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan Lampung

Sabtu, 19 September 2026 - 15:50 WIB

Lampung Perkuat Pengembangan Bawang Putih Dukung Swasembada Nasional 2029

Sabtu, 19 September 2026 - 15:48 WIB

Pemprov Lampung Dorong Persaingan Usaha Sehat untuk Perkuat Investasi dan Hilirisasi

Sabtu, 19 September 2026 - 15:45 WIB

Gubernur Mirza Dorong BAZNAS Perkuat Peran Zakat untuk Entaskan Kemiskinan

Jumat, 18 September 2026 - 20:36 WIB

Elly Wahyuni Nilai Kebijakan Pendidikan Ringankan Beban Masyarakat Lampung

Jumat, 18 September 2026 - 20:26 WIB

Mahasiswa Lampung Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur hingga Usut Tambang Ilegal

Jumat, 18 September 2026 - 20:18 WIB

51 Sekolah di Lampung Terkonfirmasi Tolak Program MBG

Berita Terbaru

Lampung

Lima Presidium KAI Lampung Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:31 WIB