Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina

Arie

Sabtu, 5 September 2026 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Persoalan Palestina dan Masjid Al-Aqsha tidak hanya menjadi isu yang dibahas dari kejauhan, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk memahami, mempersiapkan diri, dan menemukan bentuk kontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

Lampung Selatan (Netizenku.com): Pesan tersebut menjadi inti dalam Seminar dan Talkshow bertema “Menemukan Peran dalam Proses Terbebasnya Masjidil Aqsha dari Cengkeraman Zionis” yang digelar Aqsa Working Group (AWG) Wilayah Lampung bersama DKM Masjid An-Nubuwwah, di Dusun Al-Muhajirun, Desa Negararatu, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan pembahasan mengenai sejarah Palestina, kondisi masyarakat Gaza, posisi Al-Aqsha dalam sejarah umat Islam, serta bagaimana generasi muda dapat mengambil peran melalui ilmu, kemampuan dan tindakan nyata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam seminar tersebut, peserta diajak memahami bahwa kepedulian terhadap Palestina tidak cukup hanya dengan rasa simpati. Dibutuhkan pengetahuan yang memadai agar kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui kontribusi yang sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Salah satu pembahasan yang muncul dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya generasi muda mempersiapkan kemampuan di bidang yang mereka tekuni. Kontribusi tidak selalu harus dilakukan dalam bentuk besar, tetapi dapat dimulai dari profesi dan keahlian yang dimiliki.

Baca Juga  Sekda Lampung Selatan Minta Perangkat Daerah Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

Bidang kesehatan, pendidikan, media, tulisan, organisasi, diplomasi maupun bantuan kemanusiaan disebut sebagai ruang yang dapat diisi oleh berbagai kalangan untuk mengambil bagian.

Amir Syubban (Pemuda) Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung, Fadli Iqamul Haq, S.E., menyampaikan bahwa jarak geografis Lampung dengan Palestina tidak seharusnya menjadi alasan bagi generasi muda kehilangan kepedulian terhadap Al-Aqsha.

Menurutnya, generasi muda perlu memiliki pemahaman tentang sejarah Palestina dan mengikuti perkembangan kondisi masyarakatnya. Dengan pengetahuan tersebut, kepedulian dapat tumbuh menjadi sikap dan tindakan yang lebih terarah.

Ia juga menyoroti kondisi pendidikan dan kehidupan masyarakat Palestina yang mengalami berbagai tantangan akibat konflik berkepanjangan.

Pembina AWG Wilayah Lampung, Ustadz Amin Nuruni, S.Sos., mendorong generasi muda Syubban dan Fatayat untuk lebih aktif mengikuti perkembangan Palestina dan Al-Aqsha.

Menurutnya, informasi yang terus diperbarui menjadi bagian penting dalam menjaga kepedulian dan membangun kesadaran generasi muda. Ia juga mendorong adanya ruang diskusi yang rutin membahas berbagai persoalan Palestina, termasuk pendidikan dan kondisi kemanusiaan.

Sementara itu, keynote speaker K.H. Dr. (Cand) Yakhsyallah Mansur, M.A., menyampaikan bahwa kondisi berat yang dialami rakyat Palestina, khususnya di Gaza, tidak boleh membuat umat kehilangan harapan.

Ia menekankan pentingnya optimisme, kesabaran dan kebersamaan dalam menghadapi persoalan besar. Menurutnya, perjuangan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kerja bersama.

Baca Juga  Komisi X DPR RI Dorong Pemerataan Sarana Pendidikan melalui Program Revitalisasi Sekolah

Dalam penyampaiannya, Drs. Asep Fathurahman juga menjelaskan bahwa seseorang tidak harus memiliki kekuatan besar untuk mengambil bagian dalam perjuangan.

Ia menggunakan kisah Nabi Musa dan Firaun sebagai gambaran bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan materi, tetapi juga oleh ketaatan, kesungguhan, kebersamaan dan kesiapan menjalankan amanah.

Hal tersebut diperkuat oleh moderator Ustadz Yusron Darajat, S.Pd., M.Sc., yang menyampaikan bahwa pertanyaan penting bagi setiap individu bukan hanya mengapa Palestina perlu diperjuangkan, tetapi apa peran yang dapat dilakukan.

Menurutnya, seseorang tidak harus menjadi tokoh besar atau berada di garis depan untuk memberikan kontribusi. Peran dapat dimulai dari kemampuan yang telah dimiliki dan dikembangkan melalui proses belajar.

Ketua Presidium Al-Aqsa Working Group (AWG), Muhammad Ansarullah, kemudian membawa peserta melihat sejarah panjang perjuangan Palestina, termasuk berbagai peristiwa yang membentuk perjalanan bangsa tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pembelaan terhadap Palestina perlu dipahami sebagai persoalan kemanusiaan yang dapat melibatkan berbagai pihak.

Menurutnya, keyakinan terhadap pentingnya Al-Aqsha harus berjalan bersama dengan ilmu dan amal. Memahami sejarah dan persoalan Palestina menjadi dasar untuk kemudian melakukan tindakan nyata sesuai kemampuan.

Baca Juga  Sekolah Ruang Strategis Literasi Keuangan, Dari Uang Saku untuk Masa Depan

Bentuk kontribusi tersebut dapat berupa doa, edukasi, tulisan, bantuan kemanusiaan, kegiatan sosial maupun berbagai bentuk pembelaan lainnya.

Rifa Berliana Arifin, Lc., M.H., dalam pembahasan berikutnya menyoroti tantangan dalam mengubah gagasan menjadi implementasi.

Menurutnya, banyak organisasi mampu melahirkan pemikiran, tetapi membutuhkan langkah nyata agar gagasan tersebut dapat memberikan dampak.

Ia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan kreativitas, kerja sama dan terobosan baru. Tidak ada satu pola tunggal yang dapat menyelesaikan seluruh persoalan, sehingga kolaborasi menjadi hal yang diperlukan.

Dalam sesi tanya jawab, peserta juga membahas berbagai hal terkait Palestina, mulai dari simbol perlawanan masyarakat Gaza, peluang generasi muda mengambil peran, kerja sama antarorganisasi hingga bentuk kontribusi individu.

Rangkaian seminar tersebut kemudian mengarah pada satu kesimpulan bahwa setiap orang memiliki ruang untuk berkontribusi.

Perjuangan terhadap Palestina dan Al-Aqsha tidak hanya membutuhkan tokoh besar, tetapi juga orang-orang yang mempersiapkan diri dengan ilmu, kemampuan dan kepedulian.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda Lampung didorong untuk tidak hanya menjadi penonton terhadap persoalan Palestina, tetapi mulai menemukan peran masing-masing dan mempersiapkan diri agar mampu memberikan manfaat ketika kesempatan hadir.(*)

Editor : Arie

Berita Terkait

ASDP Bakauheni Dukung Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
PWI Lampung Selatan Jenguk Sodu Sinaga, Beri Dukungan di Masa Pemulihan
Pertumbuhan Ekonomi Lampung Selatan 5,71 Persen, Egi Dorong Dampaknya Dirasakan Masyarakat
Kejari Lampung Selatan Tetapkan Yayasan Bussaina sebagai Wali Sah Delapan Anak
Pemkab Lamsel Dorong Jurnalis Televisi Perkuat Profesionalisme dan Jurnalisme Positif
Zulkifli Hasan Pastikan Bantuan Pangan Beras Berlanjut hingga Akhir 2026
32.415 Warga Lampung Selatan Terdampak Erupsi Anak Krakatau
Mendes PDT Soroti Kebun Anggur BUMDes Merak Berseri di Lampung Selatan

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 16:44 WIB

Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija

Jumat, 25 September 2026 - 20:27 WIB

Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian

Jumat, 25 September 2026 - 15:50 WIB

Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat

Kamis, 24 September 2026 - 21:26 WIB

Kemah Bhakti Satya Linmas, Gubernur Mirza Dorong Penguatan Peran Satlinmas

Kamis, 24 September 2026 - 21:00 WIB

Gubernur Lampung Dorong Petani Lampung Kembangkan Pupuk Hayati Secara Mandiri

Kamis, 24 September 2026 - 20:52 WIB

Pemprov Lampung Tindaklanjuti Aspirasi PPRL soal Konflik Agraria

Kamis, 24 September 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza Launching Perlindungan Jamsostek bagi 98.809 Pekerja Rentan di Lampung

Kamis, 24 September 2026 - 19:46 WIB

Lampung Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Regional Sumatera dalam Pengendalian Inflasi

Berita Terbaru

Lampung Selatan

ASDP Bakauheni Dukung Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:42 WIB

Lampung

Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat

Jumat, 25 Sep 2026 - 15:50 WIB