Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara

Tauriq Attala Gibran

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung M. Syukron Mukhtar mendesak Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan untuk meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah menyusul sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Lampung (Netizenku.com): Syukron menegaskan keselamatan dan kesehatan siswa, guru, serta seluruh civitas akademika harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi sebaran abu vulkanik yang berdampak terhadap sejumlah wilayah di Lampung.

“Kesehatan siswa dan civitas sekolah, guru, karyawan, petugas sekolah, dan sebagainya itu lebih utama daripada proses pembelajaran,” ujar Syukron, Minggu (6/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Lampung itu mengatakan terdapat sejumlah pertimbangan yang mendasari perlunya penghentian sementara pembelajaran tatap muka. Selain potensi aktivitas erupsi susulan yang sulit diprediksi, kondisi lingkungan sekolah yang terdampak abu vulkanik juga dinilai belum sepenuhnya kondusif.

Baca Juga  Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi

Menurutnya, pembersihan abu vulkanik di lingkungan sekolah juga tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Abu yang menempel tidak dianjurkan langsung disapu dalam kondisi kering karena partikel halusnya berisiko terhirup dan mengganggu kesehatan pernapasan.

“Abu vulkanik ini cukup berbahaya, bisa menyerang pernapasan. Sekolah juga masih kotor dan belum kondusif, karena pembersihan debu ini tidak bisa langsung disapu, harus disiram dulu dengan air menurut para ahli,” katanya.

Untuk memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi, Syukron menyarankan sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring apabila fasilitas dan infrastruktur pendukung tersedia, baik di sekolah maupun di rumah siswa.

Baca Juga  Pemprov Lampung Bidik Mulang Maya Jadi Agenda Wisata Provinsi 2027

Namun, apabila pembelajaran daring belum memungkinkan, ia menilai peliburan sementara dapat menjadi pilihan untuk mengutamakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

“Jika memang siap melaksanakan daring, silakan daring. Tapi jika tidak siap, diliburkan untuk sementara tidak mengapa. Merujuk pada kaidah fiqih bahwa menghindari bahaya harus didahulukan daripada mengambil manfaat,” ujarnya.

Syukron meminta peliburan sekolah, apabila diterapkan, tetap disertai pengawasan dari orang tua. Menurutnya, siswa sebaiknya tetap berada di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih terdampak abu vulkanik.

Baca Juga  Pemprov Lampung Bidik Mulang Maya Jadi Agenda Wisata Provinsi 2027

“Dengan catatan orang tua juga memantau perkembangan anak-anak, jangan sampai libur tapi anak-anak malah bermain di luar rumah,” katanya.

Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda antara Pulau Sumatra dan Jawa merupakan salah satu gunung api aktif yang terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dalam beberapa waktu terakhir memicu lontaran abu vulkanik. Material abu kemudian terbawa angin hingga mencapai sejumlah wilayah daratan di Lampung.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak usia sekolah. (*)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Bidik Mulang Maya Jadi Agenda Wisata Provinsi 2027
Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi
Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina
Perubahan KUA-PPAS 2026 Pringsewu Disepakati, Belanja Daerah Naik Jadi Rp1,195 Triliun
Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla
Tubaba Nihil PHK Semester I 2026, Disnakertrans Siapkan Tim Monitoring ke Perusahaan
BPBD Padamkan Kebakaran TPA Bakung Teluk Betung Barat
32 Pramuka Tubaba Siap Bawa Nama Daerah ke Jambore Nasional XII 2026

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:33 WIB

Komisi II DPRD Lampung Dorong Perluasan Akses Jagung Murah bagi Peternak

Selasa, 3 November 2026 - 18:11 WIB

Winarti Minta Komang Koheri Prioritaskan Pertanian dan Infrastruktur Lampung Tengah

Selasa, 3 November 2026 - 16:16 WIB

Lantik Komang Koheri, Mirzani Tekankan Sinergi Pembangunan dan Integritas

Selasa, 3 November 2026 - 13:05 WIB

Komang Koheri Resmi Dilantik, Siapkan Agenda Pembangunan Lampung Tengah

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Mikdar Ilyas Dorong Penguatan Distribusi Pupuk untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Senin, 2 November 2026 - 17:54 WIB

Mirza Ajak Generasi Muda Kembangkan Hilirisasi Komoditas Unggulan Desa

Senin, 2 November 2026 - 17:04 WIB

Wagub Jihan Pastikan Pembangunan Kampung Nelayan Berjalan Sesuai Rencana

Senin, 2 November 2026 - 17:01 WIB

Wagub Jihan Salurkan Bantuan Sosial dan Alat Bantu Disabilitas di Pesisir Barat

Berita Terbaru

Tanggamus

RAPBD Tanggamus 2027, Belanja Daerah Diusulkan Rp1,64 Triliun

Selasa, 3 Nov 2026 - 16:59 WIB