Tubaba Gandeng Tel-U, Sulap Sampah dan ZISWAF Jadi Kekuatan Ekonomi Berbasis AI

Arie

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, menggagas terobosan digital untuk mengintegrasikan pengelolaan sampah, Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF), serta ketahanan pangan dalam satu ekosistem berbasis data dan kecerdasan buatan.

Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Terobosan tersebut dirancang bersama Telkom University melalui riset bertajuk “SMART-ZISWAF-TUBABA: Model AI-GIS-STEM untuk ZISWAF Produktif, Ekonomi Sirkular Pengolahan Sampah, dan Ketahanan Pangan Berbasis Data di Tubaba, Lampung.”

Gagasan kolaborasi itu dibahas dalam rapat daring antara Pemkab Tubaba dan Telkom University di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Tubaba, Senin (10/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Riset tersebut merupakan bagian dari program hibah hilirisasi riset prioritas sinergi Kementerian Pendidikan Tinggi.

Sekretaris Daerah Tubaba, Iwan Mursalin, mengatakan kolaborasi ini sejalan dengan arah pembangunan daerah yang mendorong tata kelola pemerintahan adaptif, transparan, akuntabel, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan potensi masyarakat.

Menurutnya, sampah tidak seharusnya hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah dapat memiliki nilai ekonomi dan menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat.

“Atas nama Pemkab Tubaba, kami mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan Telkom University. Tubaba mendapatkan perhatian untuk menjadi tempat riset, terutama di bidang pengelolaan persampahan yang pada akhirnya sampah tersebut bisa menjadi dana bernilai ekonomi,” ujar Iwan.

Baca Juga  Pemkab Tubaba Cari Formula Pembiayaan Siltap Aparatur Tiyuh di Tengah Keterbatasan Fiskal

Iwan juga menilai digitalisasi pengelolaan ZISWAF menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan transparansi sekaligus memperluas partisipasi masyarakat.

“Baznas Tubaba juga perlu untuk melakukan transformasi digital, riset ini bisa menjadi terobosan. Potensi dana dari pengelolaan sampah dan partisipasi masyarakat diharapkan bisa meningkat. Dengan sistem digital ini, seluruh pertanggungjawaban terkait pengumpulan dan pendayagunaan dana masyarakat tercatat dengan baik, transparan, serta akuntabel,” tambahnya.

Kepala Dinas Kominfo Tubaba, Aidil Adrian Pattikraton, mengatakan gagasan tersebut dibangun di atas capaian pengelolaan ZISWAF Tubaba yang telah mendapat pengakuan hingga tingkat nasional.

Menurutnya, teknologi akan digunakan untuk memperkuat sistem yang telah berjalan sehingga berbagai potensi dapat dihimpun dalam satu basis data.

“Pengelolaan zakat dan infak di Tubaba sudah menjadi yang terbaik di Provinsi Lampung bahkan meraih penghargaan nasional. Kehadiran tim Telkom University akan melengkapi keberhasilan ini melalui pendekatan teknologi AI, GIS, dan STEM agar pemodelannya dapat terakumulasi dalam satu database yang utuh, sekaligus menjadi contoh yang bisa diduplikasi oleh daerah lain di Indonesia,” jelas Aidil.

Baca Juga  Bupati Tubaba: Disiplin Kunci Raih Cita-cita

Dari pihak Telkom University, tim peneliti yang terdiri dari Dr. Iswahyudi Hidayat, S.T., M.T., Dr. Eng. Amaliyah Rohsari Indah Utami, S.T., M.Si., dan Yasmin Mumtaz memaparkan konsep pengembangan platform Smart Tubaba.

Dr. Iswahyudi Hidayat mengatakan riset ini dirancang bukan sebatas kerja sama di atas dokumen, tetapi diarahkan menjadi program nyata yang diterapkan di lapangan.

Ia juga mengapresiasi keberadaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat tiyuh serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Sementara itu, Dr. Eng. Amaliyah Rohsari Indah Utami menjelaskan platform Smart Tubaba akan menggabungkan sejumlah teknologi, seperti Artificial Intelligence (AI), Geographic Information System (GIS), STEM, Internet of Things (IoT), Big Data, dan aplikasi mobile.

“Teknologi ini akan diintegrasikan ke dalam empat fokus utama, yakni pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular, smart farming dan ketahanan pangan, penguatan literasi STEM, serta tata kelola ZISWAF secara digital,” kata dia.

Pada sektor persampahan, sistem diarahkan untuk mendukung pengelolaan mulai dari tingkat keluarga hingga tempat pemrosesan akhir. Teknologi kampus seperti Bioreactor Hibrida dan Biobrick Tracker juga diproyeksikan untuk mendukung pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna.

Baca Juga  Disnak Keswan Tubaba Awasi 7 SPPG, Pastikan Bahan Pangan MBG Aman dan Berkualitas

Di sektor pangan, platform akan membantu pemetaan dan pemulihan lahan kritis, pengembangan perikanan, peternakan atau kandang komunal, pekarangan pangan bergizi, hingga pemberdayaan UMKM berbasis data.

Sementara pada sisi ZISWAF, lanjut dia, sistem digital dirancang untuk memetakan dinamika data muzakki dan mustahik sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara lebih transparan, tepat sasaran, dan diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat.

“Riset ini tidak dirancang dalam waktu singkat. Pemkab Tubaba dan Telkom University telah menyiapkan roadmap selama tiga tahun,” ulasnya.

Pada tahun pertama, kegiatan difokuskan pada pemetaan potensi, integrasi data awal, pengembangan Minimum Viable Product (MVP), pilot project di tiga hingga lima tiyuh, serta peningkatan kapasitas masyarakat.

Tahap berikutnya diarahkan pada ekspansi dan optimalisasi program pada tahun kedua, kemudian dilanjutkan dengan scaling penuh serta operasionalisasi Decision Support System (DSS) bagi Pemkab Tubaba pada tahun ketiga.

“Jika berjalan sesuai rencana, riset ini tidak hanya menghasilkan sebuah platform digital, tetapi juga model pengelolaan potensi daerah yang menghubungkan data, teknologi, lingkungan, filantropi, pertanian, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu sistem,” pungkasnya.(*)

Editor : Arie

Berita Terkait

Disnak Keswan Tubaba Awasi 7 SPPG, Pastikan Bahan Pangan MBG Aman dan Berkualitas
Sekda Tubaba Pimpin Evkin ASN, Peringkat OPD Bakal Diumumkan Tiap Semester
Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi
Kwarcab Tubaba Bekali 41 Peserta Satgas Pramuka Peduli, Siapkan Relawan Muda Tangguh
Kwarcab Tubaba Buka KMD Angkatan X 2026, 75 Peserta Disiapkan Jadi Pembina Pramuka Berkualitas
Ribuan Warga Tubaba Salat Istisqa, Doakan Hujan Segera Turun
Pemkab Tubaba Cari Formula Pembiayaan Siltap Aparatur Tiyuh di Tengah Keterbatasan Fiskal
Pemkab Tubaba Diminta Perketat Penganggaran Belanja Hibah dalam APBD 2027

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Lampung Perkuat Hilirisasi Kakao Pesawaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Gubernur Lampung Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Batin Wulan Lantik Pengurus PMI Kota Metro 2026–2031, Tekankan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Gubernur Lampung Dorong Tahura WAR Jadi Destinasi Unggulan Ekowisata Lampung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Lampung Dorong ASITA Travel Fair 2026 Perkuat Konektivitas Wisata Lampung-Malaysia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Komoditas dan Penguatan Ekonomi Desa di Lampung

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Iwan Mursalin

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Pimpin Evkin ASN, Peringkat OPD Bakal Diumumkan Tiap Semester

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:49 WIB

Lampung Selatan

PUPR Lampung Selatan Sertifikasi 100 Tenaga Kerja Konstruksi

Kamis, 15 Okt 2026 - 13:45 WIB