Di Bawah Larangan Kembang Api, Dini Menjajakan Harapan di Ujung Tahun

Ilwadi Perkasa

Selasa, 30 Desember 2025 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Namanya Dini. Ibu muda dengan dua anak yang masih kecil-kecil. Sore itu, Selasa, 30 Desember 2025, ia berdiri di depan kantor media online Sinar Lampung di Jalan Malahayati, Teluk Betung, Bandar Lampung.

Namanya Dini. Ibu muda dengan dua anak yang masih kecil-kecil. Sore itu, Selasa, 30 Desember 2025, ia berdiri di depan kantor media online Sinar Lampung di Jalan Malahayati, Teluk Betung, Bandar Lampung.

Namanya Dini. Ibu muda dengan dua anak yang masih kecil-kecil. Sore itu, Selasa, 30 Desember 2025, ia berdiri di depan kantor media online Sinar Lampung di Jalan Malahayati, Teluk Betung, Bandar Lampung.

Di lengannya, si bungsu terlelap atau mungkin sekadar kelelahan. Sementara sang kakak sesekali menarik ujung bajunya. Di hadapannya terbentang lapak sederhana, kembang api berbagai ukuran, ditata seadanya di atas kotak kardus kecil yang mulai lembap oleh udara sore. Sesekali lapak itu ia geser mendekati tepi jalan saat hujan reda. Ketika hujan kembali turun, Dini mundur perlahan, merapat ke sudut dinding depan kantor.

Dini bukan sedang merayakan apa pun. Ia justru sedang berjudi dengan waktu dan nasib. Tahun baru tinggal hitungan jam, dan kembang api menjadi harapan terakhir agar dapur tetap mengepul. Tidak seperti namanya yang berarti awal, Dini justru mengejar rezeki di ujung tahun. Targetnya sederhana, pada 31 Desember, semua dagangan habis terjual.

Baca Juga  Putra Jaya Umar Dorong Penindakan Tegas Jaringan Narkoba yang Libatkan Anak

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak Sinar Lampung pun memberi penerangan lampu agar Dini tetap bisa berjualan hingga malam. Waktu inilah yang ia tunggu. Malam sebelumnya, Dini sering menatap langit, sekadar memastikan apakah kembang api sudah ramai dilesatkan orang-orang. Sebab bagi Dini, setiap letupan cahaya bukanlah pesta. Ia adalah kalkulasi hidup, laku atau tidak, cukup atau kurang, besok masih bisa makan atau tidak, anak-anak tetap punya uang jajan atau kembali menahan keinginan.

Dini tahu, ada larangan menyalakan petasan dan kembang api saat perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Ia mendengarnya dari obrolan sesama pedagang dan kabar yang beredar di jalanan.

“Heran juga, mengapa dilarang. Kalau saya tidak jualan, bagaimana dengan dagangan saya,” katanya lirih.

Baca Juga  IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur

Sekalipun ada larangan, ia mengaku tak terlalu takut didatangi petugas. “Saya kan cuma menjual, bukan menyalakan,” ujarnya, setengah berkilah, setengah pasrah.

Pemerintah Provinsi Lampung memang melarang masyarakat menyalakan petasan, kembang api, dan sejenisnya selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 195 Tahun 2025.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan larangan itu dikeluarkan sebagai bentuk empati dan solidaritas kemanusiaan terhadap para korban bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia.

“Pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak menyalakan petasan maupun kembang api saat perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujar Marindo, Kamis (25/12/2025).

Selain alasan kemanusiaan, larangan tersebut juga bertujuan menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat selama libur akhir tahun. Surat edaran itu ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Lampung, kepala perangkat daerah, serta masyarakat umum. Pemerintah kabupaten/kota diminta menyosialisasikan imbauan tersebut kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha.

Baca Juga  Lima Presidium KAI Lampung Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

Marindo juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja berkoordinasi dengan Polri dan TNI untuk melakukan langkah-langkah preemtif dan preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Surat edaran tersebut ditetapkan di Bandar Lampung pada 24 Desember 2025 dan ditandatangani secara elektronik atas nama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

Di bawah larangan yang lahir dari niat baik negara, Dini tetap berdiri di pojokan ruko. Menunggu pembeli, menggendong anak, dan menjajakan harapan. Sebab bagi sebagian orang kecil, pergantian tahun bukan soal pesta atau kembang api, melainkan soal paling mendasar apakah esok hari masih ada yang bisa dimakan.***

Berita Terkait

Demokrat Lampung Siapkan Muscab, Edy Irawan Bidik Kursi Pimpinan DPRD
Tim Mini Soccer PWI Lampung Menang 7-1 dalam Tiga Laga Trofeo
RSUDAM Lampung Pertama Kali Lakukan Tindakan Neurointervensi DSA
Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi
Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung
Jihan Nurlela Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp53,15 Triliun
Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan
Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Demokrat Lampung Siapkan Muscab, Edy Irawan Bidik Kursi Pimpinan DPRD

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Tim Mini Soccer PWI Lampung Menang 7-1 dalam Tiga Laga Trofeo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:52 WIB

RSUDAM Lampung Pertama Kali Lakukan Tindakan Neurointervensi DSA

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Gubernur Lampung Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026, Salurkan Bantuan untuk Pesantren

Berita Terbaru