DPRD Lampung Tegaskan Optimalisasi PAD Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Tauriq Attala Gibran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi fondasi utama dalam mempercepat pembangunan di Provinsi Lampung. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung, Munir Abdul Haris, menegaskan bahwa tanpa kapasitas fiskal yang kuat, pembangunan infrastruktur tidak akan mampu menjangkau seluruh wilayah secara merata.

Lampung (Netizenku.com): Munir menilai intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah tidak boleh berhenti sebatas jargon. Menurutnya, upaya tersebut harus diwujudkan melalui langkah nyata, terukur, dan berorientasi pada peningkatan penerimaan daerah.

Sebagai contoh, ia menyoroti masih besarnya potensi penerimaan Pajak Air Permukaan (PAP) yang belum tergarap secara optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Tahun 2022, dari hanya 11 perusahaan saja potensi Pajak Air Permukaan mencapai Rp23,6 miliar. Sementara dalam rapat bersama TAPD, Kepala Bapenda, Bapak Saipul, menyampaikan terdapat 101 perusahaan yang menjadi wajib pajak PAP. Ini menunjukkan ruang peningkatan PAD masih sangat besar dan harus dioptimalkan,” kata Munir, saat di wawancarai diruang kerjanya, Senin (3/8/2026)..

Baca Juga  Genjot Produksi Padi, Gubernur Lampung Dorong Modernisasi Pertanian di Mesuji

Sebagai mitra kerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Komisi III DPRD Lampung, lanjut Munir, akan terus mengawal pembenahan tata kelola pendapatan agar semakin akuntabel, transparan, dan mampu meningkatkan kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan.

“Siapa pun gubernurnya tidak akan mampu membangun Lampung secara maksimal apabila pendapatan daerah tidak optimal. Karena itu, peningkatan PAD adalah kebutuhan, bukan lagi pilihan,” tegasnya.

Di tengah ruang fiskal yang masih terbatas pada 2026, Munir mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Lampung yang tetap mampu merealisasikan pembangunan sekitar 56 ruas jalan provinsi. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tetap berjalan meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan anggaran.

Baca Juga  Putra Jaya Umar Desak Disdik Lampung Ganti Kepala SMKN 1 Tulang Bawang Tengah

Ia mengingatkan, luas wilayah Lampung dan panjang jaringan jalan provinsi belum sebanding dengan kemampuan keuangan daerah sehingga pemerataan pembangunan membutuhkan proses dan waktu.

“Kita harus jujur kepada masyarakat bahwa tantangan pembangunan jalan di Lampung sangat besar. Namun saya optimistis karena Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela memiliki komitmen kuat menuntaskan jalan provinsi sebelum masa jabatan periode pertama mereka berakhir,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Budi HY, mengungkapkan Pemerintah Provinsi Lampung pada 2026 mengalokasikan sekitar Rp1,234 triliun untuk pembangunan infrastruktur jalan di berbagai kabupaten dan kota.

Rincian alokasi tersebut meliputi Bandar Lampung Rp62 miliar, Pesawaran Rp57 miliar, Pringsewu Rp35 miliar, Tanggamus Rp81 miliar, Lampung Selatan Rp107 miliar, Metro Rp11 miliar, Lampung Tengah Rp304 miliar, Lampung Utara Rp40 miliar, Lampung Barat Rp50 miliar, Way Kanan Rp172 miliar, Tulang Bawang Rp143 miliar, Tulang Bawang Barat Rp25 miliar, dan Mesuji Rp100 miliar.

Baca Juga  Gubernur Lampung, SDM Kunci Kemajuan Lampung

Menurut Budi, besarnya anggaran tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menambahkan, Komisi III dan Komisi IV DPRD Lampung akan terus bersinergi mengawal optimalisasi PAD sekaligus memastikan setiap peningkatan penerimaan daerah kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan yang merata.

“Ketika PAD meningkat, kemampuan pemerintah membangun infrastruktur juga akan semakin besar. Karena itu, kami berharap optimalisasi pendapatan daerah yang dipimpin Kepala Bapenda, Bapak Saipul, dapat berjalan maksimal sehingga pembangunan di Provinsi Lampung semakin cepat, merata, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Konflik PT BSA Memanas, Wahrul Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan
Putra Jaya Umar, Antara Kebun, Petani, dan Tanggung Jawab Sebagai Wakil Rakyat
Pulung Kencana Berseru, Putra Jaya Umar Siap Kawal Jalan hingga Sumur Bor
Peduli Lingkungan, Mahasiswa Universitas Malahayati Edukasi Dasawisma Yosorejo Bikin Ecobrick
19 Tahun Dikeluhkan, Jalan Penghubung Tanjung Baru–Baru Ranji Lampung Selatan Dipastikan Diperbaiki 2026
Harlah PKB, Nunik Tegaskan Politik Harus Hadir dan Memberikan Kebermanfaatan bagi Masyarakat
Bapenda Baru Siapkan 45 Water Meter, Munir Minta Seluruh Wajib Pajak Air Permukaan Terukur
Banggar DPRD-TAPD Lampung Sepakati Perubahan APBD 2026, SiLPA Naik Rp94,3 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Setahun Buron Kasus Curanmor, Andi Lau Akhirnya Ditangkap Polisi di Tanggamus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Bupati Pringsewu Hadiri Paripurna Istimewa DPRD, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Motor Petani Dicuri Saat Panen Kelapa, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:37 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Kemerdekaan 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:35 WIB

Wabup Pringsewu Panen Raya, Dorong Penguatan Sektor Pertanian

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Umi Laila Lepas Kontingen Pringsewu ke Jambore Nasional XII

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Kapolres Pringsewu Blusukan, Bagikan Sembako dan Bendera

Berita Terbaru

Pringsewu

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

Jumat, 14 Agu 2026 - 19:45 WIB