Lampung Mulai Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla

Tauriq Attala Gibran

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Lampung resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus meningkatkan pembasahan wilayah yang mengalami kekeringan.

Lampung (Netizenku.com): Kick off OMC dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Bandara Radin Inten II, Rabu (26/8/2026).

Wagub Jihan mengatakan pelaksanaan OMC merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan potensi karhutla di sejumlah wilayah Lampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada kesempatan hari ini, di tengah waktu kita bisa meluncurkan OMC di Provinsi Lampung ini, atas arahan dan atensi Bapak Presiden untuk bisa melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Menurut Jihan, pelaksanaan OMC dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca berdasarkan pemantauan BMKG. Penyemaian awan akan disesuaikan dengan potensi pertumbuhan awan serta keberadaan hotspot di sejumlah wilayah.

Ia menegaskan, OMC tidak hanya ditujukan untuk membantu mengendalikan potensi karhutla, tetapi juga meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian yang membutuhkan pembasahan.

Baca Juga  Angkasa Pura Indonesia Siap Dukung HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa membawa manfaat, selain membantu membasahi lahan-lahan kita yang berpotensi terjadi hotspot, juga bisa membantu komoditas kita, khususnya pertanian yang hari ini memang perlu pembasahan atau air,” katanya.

Jihan menekankan agar pelaksanaan OMC tetap mengacu pada kondisi aktual di lapangan, terutama perkembangan awan dan sebaran hotspot.

“Menyesuaikan dengan keadaan hotspot-nya dan berdasarkan yang paling utama, berdasarkan pertumbuhan awannya,” ujarnya.

Ia juga meminta agar air hujan hasil OMC dapat dimanfaatkan secara optimal apabila turun di wilayah sasaran, termasuk untuk kebutuhan pertanian dan pengisian penampungan air di sekitar lokasi.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Sjawal Sugiarto mengatakan OMC akan dimaksimalkan selama beberapa hari ke depan untuk meningkatkan tutupan air di wilayah Lampung.

Upaya tersebut terutama diarahkan ke wilayah yang mengalami kekeringan, termasuk kawasan pertanian yang menjadi lumbung pangan.

Baca Juga  Peringati 30 Tahun Kudatuli, Winarti Ajak Generasi Muda Jaga Demokrasi

“Sampai dengan tanggal 30 ada kurang lebih lima hari, kita bisa memaksimalkan ikhtiar kita ini untuk meningkatkan tutupan air di wilayah Provinsi Lampung, terutama di waduk-waduk yang memang ada beberapa laporan sudah mengalami kekeringan dan daerah-daerah pertanian yang menjadi lumbung pangan,” ujarnya.

Pada sortie pertama, pesawat OMC diarahkan ke wilayah Lampung Timur dan sebagian Lampung Selatan. Berdasarkan pemantauan citra satelit BMKG, terdapat sejumlah hotspot dengan tingkat sedang hingga tinggi di kawasan tersebut.

BMKG menyebut kondisi atmosfer saat ini membuat pertumbuhan awan hujan relatif terbatas. Karena itu, penyemaian dilakukan dengan memanfaatkan awan yang tumbuh secara alami dan dinilai memiliki potensi menghasilkan hujan.

“Memang dari kondisi sirkulasi saat ini, sangat sulit mencari awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Selagi terdapat potensi awan yang cukup bagus dan daerah tersebut ada hotspot, semaksimal mungkin disemai agar membasahi daerah tersebut,” jelasnya.

Untuk periode siang hingga sore, BMKG memantau potensi pertumbuhan awan di wilayah Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Tengah, dan Lampung Utara. Lokasi penyemaian akan terus disesuaikan dengan perkembangan awan dan keberadaan hotspot.

Baca Juga  Golkar Lampung Tengah Panaskan Mesin Politik, Pasang Target 15 Kursi DPRD

Selain OMC, Pemprov Lampung juga menyiapkan operasi water bombing untuk memadamkan titik api yang terdeteksi.

Tim water bombing menyebut dua pesawat telah didatangkan ke Lampung, masing-masing untuk misi pemadaman dan patroli. Pesawat water bombing telah siap digunakan sesuai perintah operasi.

Sebelumnya, tim telah melaksanakan satu sortie water bombing di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dan berhasil memadamkan hotspot yang menjadi sasaran.

Pemprov Lampung selanjutnya akan memperkuat koordinasi antara BPBD, BMKG, BNPB, tim OMC, tim water bombing, serta unsur terkait lainnya agar setiap operasi berjalan tepat sasaran.

Dengan dimulainya OMC dan kesiapan water bombing, Pemprov Lampung berharap risiko karhutla dapat ditekan sekaligus menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian di tengah kondisi kering yang terjadi di sejumlah wilayah.(*)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Komitmen Selesaikan Konflik Agraria yang Berlarut-larut
Gubernur Lampung Minta Pemerintah Pusat Percepat Penataan HGU dan Hutan Register
DPRD Lampung Minta Sidak Peredaran Beras Usai Temuan 25 Merek Bermasalah
Antrean Solar Meluas, DPRD Lampung Dorong Pembentukan Satgas Awasi Penyaluran BBM Subsidi
Lampung Mulai Bangun Ekosistem Bioetanol untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Mikdar Ilyas Dorong Pengawasan Beras Premium untuk Lindungi Konsumen
Antrean Solar Meluas, DPRD Lampung Dorong Penambahan Kuota BBM Bersubsidi
Gubernur Mirza: Pemimpin Harus Pahami Pasal 33 UUD 1945 untuk Sejahterakan Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:11 WIB

Kejari Lampung Selatan Tetapkan Yayasan Bussaina sebagai Wali Sah Delapan Anak

Jumat, 11 September 2026 - 15:04 WIB

Zulkifli Hasan Pastikan Bantuan Pangan Beras Berlanjut hingga Akhir 2026

Selasa, 8 September 2026 - 12:25 WIB

32.415 Warga Lampung Selatan Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 19:14 WIB

Mendes PDT Soroti Kebun Anggur BUMDes Merak Berseri di Lampung Selatan

Minggu, 6 September 2026 - 18:38 WIB

Komisi X DPR RI Dorong Revitalisasi Sekolah dan Penyelesaian Status Guru PPPK

Minggu, 6 September 2026 - 18:21 WIB

Komisi X DPR RI Dorong Pemerataan Sarana Pendidikan melalui Program Revitalisasi Sekolah

Minggu, 6 September 2026 - 18:18 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Meningkat, Pemkab Lampung Selatan Siapkan Langkah Antisipasi

Minggu, 6 September 2026 - 18:16 WIB

Gunung Anak Krakatau Level III, Pemkab Lampung Selatan Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada

Berita Terbaru