Fraksi PKB Soroti Struktur APBD, Dorong Anggaran Lebih Berpihak ke Masyarakat

Tauriq Attala Gibran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Provinsi Lampung menyoroti struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung yang dinilai belum berpihak pada kepentingan masyarakat. Fraksi PKB menilai belanja pegawai masih lebih besar dibandingkan anggaran untuk program pembangunan dan pelayanan publik.

Lampung (Netizenku.com): Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, mengatakan persoalan tersebut bukanlah isu baru. Menurutnya, struktur anggaran yang didominasi belanja birokrasi telah berulang kali menjadi catatan dalam setiap pembahasan anggaran bersama organisasi perangkat daerah (OPD).

“Sejak saya pertama duduk di DPRD, setiap rapat dengan OPD persoalan struktur anggaran selalu menjadi catatan penting. Ini bukan isu baru, tetapi sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi,” kata Fatikhatul, Senin (3/8/2026).

Baca Juga  Gubernur Mirza, Kebersamaan Jadi Kekuatan Pembangunan Lampung Barat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Lampung perlu melakukan reformulasi kebijakan anggaran agar APBD benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“APBD bersumber dari uang rakyat. Maka sudah seharusnya manfaat terbesar juga kembali kepada rakyat. Jangan sampai belanja birokrasi lebih dominan dibanding belanja pembangunan dan pelayanan publik,” tegasnya.

Selain menyoroti komposisi belanja, Fraksi PKB juga mengkritisi belum optimalnya upaya pemerintah dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu sektor yang dinilai masih memiliki potensi besar adalah Pajak Air Permukaan (PAP).

Baca Juga  Thomas Amirico Tekankan Kompetensi Guru di Tengah Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis

Fatikhatul mengungkapkan, berdasarkan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), potensi penerimaan PAP dari 11 perusahaan saja diperkirakan mencapai sekitar Rp23 miliar. Sementara saat ini jumlah wajib pajak PAP telah bertambah menjadi 101 perusahaan.

“Kalau dulu dari 11 perusahaan saja potensinya sekitar Rp23 miliar, sekarang ada 101 perusahaan yang menjadi wajib pajak. Artinya ruang peningkatan PAD masih sangat besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah inovasi, keseriusan, dan kemauan kuat dari OPD terkait untuk mengoptimalkannya,” ujarnya.

Ia menilai target penerimaan PAP yang masih berada di kisaran Rp10 miliar belum mencerminkan potensi riil yang dimiliki Provinsi Lampung.

“Potensi besar jangan hanya menjadi angka di atas kertas. Pemerintah harus berani mengejar target yang lebih realistis agar tidak ada pendapatan daerah yang hilang,” tegasnya.

Baca Juga  Mikdar Ilyas Dorong Pasar Murah di Lampung Digelar Secara Berkelanjutan

Lebih lanjut, Fatikhatul mengatakan Fraksi PKB telah menugaskan anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung dari PKB untuk mengawal secara khusus upaya optimalisasi PAD, terutama dari sektor Pajak Air Permukaan.

Menurutnya, peningkatan PAD merupakan kunci untuk memperbesar ruang fiskal daerah sehingga pemerintah memiliki kemampuan yang lebih baik dalam membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Optimalisasi PAD bukan sekadar mengejar angka penerimaan, tetapi memastikan APBD benar-benar menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Itulah yang akan terus kami kawal dalam setiap pembahasan anggaran,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

BPN Verifikasi Ulang Lahan Way Dadi, Pemprov Lampung Siapkan Skema Penyelesaian
Mukhlis Basri Minta Mahasiswa Tetap Kritis Mengawal Demokrasi
Sahdana Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas di Lampung
Mikdar Ilyas Desak Penertiban Pengerukan Bukit Tanpa Izin
Pemprov Lampung dan BNPT Luncurkan Film Edukasi Pencegahan Radikalisme
Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Pemprov Lampung Serukan Semangat Persatuan
UMP Lampung 2027 Belum Dibahas, Disnaker Tunggu Aturan Baru
Marindo Tekankan Pentingnya Akuntabilitas di Lingkungan Pemprov Lampung

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Purwanto Unggul dengan 1.516 Suara, Menuju Kursi Kepala Pekon Tulung Agung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Polsek Gadingrejo Bersama TNI dan Satpol PP Kawal Pilkakon di Enam Pekon

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Kajari Pringsewu Dukung HPN dan Porwanas 2027, Siap Ramaikan PWI Running

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Dihadiri Menteri Pertanian, Pesta Rakyat Petani 2026 Dipusatkan di Pringsewu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Wabup Pringsewu Imbau Orangtua Hargai Proses Tumbuh Kembang Anak

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sahkan Empat Perda, Atur Aset hingga Pesantren

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Polisi Gerebek Enam Lokasi di Margakaya Pringsewu, Dua Pria Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Lantik Delapan Pejabat, Bupati Pringsewu Ingatkan Pentingnya Kerja Nyata

Berita Terbaru

Lampung

Sahdana Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas di Lampung

Kamis, 29 Okt 2026 - 14:01 WIB

Lampung

Mikdar Ilyas Desak Penertiban Pengerukan Bukit Tanpa Izin

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:02 WIB