Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan

Ilwadi Perkasa

Senin, 5 Januari 2026 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desember 2025 inflasi Year on Year (y-on-y) Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 1,25 persen.

Desember 2025 inflasi Year on Year (y-on-y) Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 1,25 persen.

Bandar Lampung – Inflasi Provinsi Lampung sepanjang 2025 tercatat sebesar 1,25 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan inflasi Desember 2024 yang mencapai 1,57 persen. Secara agregat, angka ini mencerminkan stabilitas harga yang relatif terjaga. Namun struktur inflasinya menunjukkan tekanan kuat pada kebutuhan dasar rumah tangga, sementara penurunan tajam pada sektor pendidikan justru menjadi penahan utama laju inflasi.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi sumber tekanan terbesar dengan inflasi 4,07 persen dan andil 1,35 persen terhadap inflasi tahunan. Kenaikan harga komoditas pangan strategis seperti cabai merah, bawang merah, cabai rawit, beras, dan daging ayam ras menegaskan bahwa inflasi Lampung masih sangat dipengaruhi faktor pasokan pangan. Ketergantungan pada musim, distribusi yang belum efisien, dan volatilitas harga komoditas hortikultura tetap menjadi persoalan struktural.

Baca Juga  98 Kepala Sekolah di Lampung Resmi Dilantik, Sejumlah Jabatan Dirotasi

Tekanan harga juga datang dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak 8,45 persen, terutama dipicu kenaikan harga emas perhiasan. Selain mencerminkan meningkatnya permintaan emas sebagai aset lindung nilai, lonjakan ini menunjukkan perubahan pola konsumsi rumah tangga di tengah ketidakpastian ekonomi. Kelompok ini menyumbang 0,53 persen terhadap inflasi tahunan, menjadikannya kontributor terbesar kedua setelah pangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, inflasi Lampung tertahan signifikan oleh deflasi kelompok pendidikan yang mencapai 17,98 persen dengan andil deflasi sebesar 1,21 persen. Penurunan tajam biaya pendidikan dasar dan menengah ini menjadi faktor penyeimbang utama inflasi. Namun secara ekonomi, deflasi pendidikan perlu dibaca hati-hati, sebab selain bisa mencerminkan kebijakan pembiayaan yang lebih ringan, juga berpotensi menandakan pelemahan aktivitas atau penundaan belanja pendidikan rumah tangga.

Baca Juga  Pemprov Lampung Komitmen Selesaikan Konflik Agraria yang Berlarut-larut

Perbedaan tekanan harga juga terlihat jelas antarwilayah. Kabupaten Mesuji mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 2,69 persen, sementara Kota Bandar Lampung terendah di angka 0,44 persen. Disparitas ini menegaskan bahwa wilayah dengan akses distribusi dan struktur ekonomi yang lebih terbatas cenderung lebih rentan terhadap kenaikan harga, khususnya pangan dan energi.

Secara bulanan, inflasi Desember 2025 sebesar 0,59 persen mencerminkan tekanan musiman akhir tahun, terutama dari pangan dan bahan bakar. Namun secara kumulatif, inflasi year to date yang juga berada di angka 1,25 persen menunjukkan bahwa sepanjang 2025 Lampung relatif berhasil menahan gejolak harga.

Baca Juga  Dugaan Pengeroyokan dan Pembakaran Motor di Lampung Tengah Dilaporkan ke Polda Lampung

Dengan komposisi seperti ini, tantangan ke depan bukan semata menjaga inflasi tetap rendah, melainkan memperbaiki kualitasnya. Stabilitas harga yang bertumpu pada deflasi pendidikan bukan fondasi yang berkelanjutan. Pengendalian harga pangan, penguatan produksi lokal, dan perbaikan distribusi menjadi kunci agar inflasi yang terkendali benar-benar sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung.***

Berita Terkait

Status GAK Naik ke Siaga, BPBD Lampung Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer
Marindo Kurniawan Tekankan Penguatan Forum Penataan Ruang untuk Dukung Investasi Lampung
Gubernur Mirza Tinjau Antrean BBM, Soroti Pelayanan SPBU dan Usulan Tambahan Kuota
Marindo Kurniawan Lantik Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung
BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026
IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur
Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Mikdar Apresiasi Kinerja Gubernur
Gubernur Mirza Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Berbasis Desa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Catur PWI Lampung Bidik Tiga Emas pada Porwanas 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP

Rabu, 30 September 2026 - 12:29 WIB

Kejari Pringsewu Musnahkan Barang Bukti dari 72 Perkara, Ada Sabu hingga Senjata Api

Selasa, 29 September 2026 - 19:39 WIB

105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kemitraan Bersama Indomaret

Senin, 28 September 2026 - 19:56 WIB

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB