Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025

Ilwadi Perkasa

Senin, 5 Januari 2026 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025

Bukan padi dan jagung yang menjadi penopang utama daya tawar petani Lampung sepanjang 2025. Kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) justru ditarik kuat oleh subsektor hortikultura, terutama lonjakan harga cabai dan sayuran, sementara tanaman pangan hanya memberi dorongan moderat dan sejumlah subsektor lain masih berada dalam tekanan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat NTP Desember 2025 sebesar 130,15, naik 0,64 persen dibanding November 2025 dan meningkat 0,88 persen dibanding Desember 2024. Secara agregat, angka ini menandakan daya beli petani relatif membaik, tetapi perbaikan tersebut tidak merata. Subsector hortikultura menjadi kontributor paling dominan terhadap kenaikan NTP tahunan.

Dalam setahun, NTP hortikultura melonjak 21,58 persen hingga mencapai 134,03 pada Desember 2025. Lonjakan ini didorong kenaikan tajam indeks harga yang diterima petani hortikultura, terutama pada komoditas cabai merah, cabai rawit, dan cabai hijau, di tengah pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat. Secara ekonomi, hortikultura berfungsi sebagai penyangga utama daya tukar petani Lampung selama 2025.

Baca Juga  Ribuan Warga Meriahkan HUT ke-344 Bandar Lampung

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebaliknya, subsektor tanaman pangan yang mencakup padi dan jagung hanya mencatat kenaikan NTP tahunan sebesar 3,46 persen menjadi 107,31. Kenaikan harga gabah pada akhir tahun, seiring berakhirnya musim panen, memang memberikan tambahan pendapatan bagi petani pangan, namun dampaknya jauh lebih terbatas dibanding hortikultura. Hal ini menegaskan bahwa perbaikan daya tawar petani Lampung tidak bersumber dari komoditas pangan pokok.

Baca Juga  DPRD Lampung Dorong PAD Sektor Pertanian

Tekanan justru masih kuat pada sejumlah subsektor lain. NTP perikanan budidaya turun 3,98 persen secara tahunan dan menjadi yang terendah dengan indeks 93,91. Subsektor peternakan dan perkebunan rakyat juga mencatat penurunan masing-masing 2,61 persen dan 2,21 persen sepanjang 2025. Kelebihan pasokan pada beberapa komoditas, seperti udang payau dan kelapa, serta kenaikan biaya konsumsi rumah tangga menjadi faktor yang menggerus daya tukar pelaku usaha di subsektor ini.

Dari sisi biaya, tekanan konsumsi rumah tangga petani tetap terasa. Pada Desember 2025, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Lampung naik 1,35 persen secara bulanan, terutama dipicu kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kenaikan biaya hidup ini menahan laju penguatan NTP, meskipun sebagian tertolong oleh penurunan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal.

Baca Juga  DPRD Lampung Tegaskan Optimalisasi PAD Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) menunjukkan perbaikan yang lebih kuat. NTUP Lampung Desember 2025 tercatat 135,78, naik 1,87 persen dibanding bulan sebelumnya, mencerminkan bahwa secara usaha, sebagian petani masih mampu menjaga margin karena kenaikan harga output lebih cepat dibanding biaya produksi.

Secara keseluruhan, kinerja NTP Lampung sepanjang 2025 memperlihatkan perbaikan yang rapuh dan sangat bergantung pada hortikultura. Ketergantungan ini menjadi sinyal penting bagi arah kebijakan pertanian ke depan tanpa penguatan stabilisasi harga, infrastruktur pascapanen, dan manajemen pasokan hortikultura, perbaikan daya tawar petani berisiko tidak berkelanjutan dan semakin timpang antar subsektor.***

Berita Terkait

Putra Jaya Umar Dorong Gerakan Bersama Berantas Narkoba, Judol dan Pinjol di Lampung
PTPN I Kirim 17 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di NTT
Lampung Dorong Produk Desa Tembus Pasar Ekspor
Mirzani Dorong IWAPI Hilirisasi Pangan dan Digitalisasi Usaha
Mikdar Ilyas Minta Bulog dan Dinas Terkait Bergerak Cepat Kendalikan Harga Beras
Garinca Soroti 540,78 Hektare Aset Pemprov Bermasalah
Lampung Mulai Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla
Ketua PP PMKRI Temui Massa Pati Melawan Jelang Aksi 27 Agustus

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:05 WIB

LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:19 WIB

HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Pemkot Perkuat Tata Kelola Program

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:19 WIB

1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WIB

292 Alat Bantu untuk Warga Bandar Lampung

Berita Terbaru

Lampung Selatan

PWI Lampung Selatan Audiensi dengan DPRD, Bahas HPN dan Porwanas 2027

Sabtu, 29 Agu 2026 - 13:45 WIB

Lampung

PTPN I Kirim 17 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

Jumat, 28 Agu 2026 - 22:07 WIB