DPRD Lampung Dorong PAD Sektor Pertanian

Tauriq Attala Gibran

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Provinsi Lampung mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertanian melalui reformasi tata kelola Balai Sertifikasi Benih. Digitalisasi layanan dan pengawasan yang lebih ketat dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan penerimaan daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Lampung (Netizenku.com): Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Lampung yang juga Anggota Komisi II, Fatikhatul Khoiriyah, mengatakan sektor pertanian tidak hanya berperan sebagai penopang produksi pangan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan PAD apabila dikelola secara profesional dan transparan.

“Ini momentum untuk mendorong pemerintah memaksimalkan potensi PAD. Salah satunya berasal dari sektor pertanian melalui Balai Sertifikasi Benih yang harus terus ditingkatkan,” kata Fatikhatul, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga  Mirza: Jangan Tuntut Warga Taat Pajak Jika Pelayanan Belum Beres

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, semakin banyak benih yang tersertifikasi, semakin besar peluang petani memperoleh hasil panen yang berkualitas. Penggunaan benih unggul bersertifikat juga diyakini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan risiko gagal panen.

Namun, ia menegaskan peningkatan layanan harus dibarengi pembenahan tata kelola. Balai Sertifikasi Benih, kata dia, harus terbebas dari praktik yang merugikan masyarakat.

Fatikhatul mengungkapkan Komisi II DPRD Lampung telah melakukan pengawasan langsung ke Balai Sertifikasi Benih. Dari hasil peninjauan tersebut, DPRD merekomendasikan agar seluruh proses sertifikasi dilakukan secara digital guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengawasan.

Baca Juga  NTB Studi Tiru Program Desaku Maju di Lampung

“Seluruh proses sertifikasi harus terdigitalisasi. Dengan begitu semua tercatat, prosesnya transparan, penerimaan daerah jelas, dan tidak ada lagi ruang bagi praktik pungutan liar,” ujarnya.

Ia menambahkan, digitalisasi tidak hanya mempercepat pelayanan kepada petani dan produsen benih, tetapi juga memastikan setiap penerimaan dari layanan sertifikasi tercatat dan masuk ke kas daerah.

Selain pembenahan tata kelola, Fatikhatul juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas penyuluh pertanian. Menurutnya, tantangan utama bukan sekadar jumlah penyuluh, melainkan kualitas pendampingan yang diberikan kepada petani.

“Kita harus memperkuat kapasitas SDM penyuluh. Kehadiran mereka harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani, karena penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian,” katanya.

Baca Juga  DPRD Lampung Soroti SLHS Dapur MBG

Meski penambahan jumlah penyuluh bergantung pada kemampuan anggaran daerah, ia menilai sektor pertanian harus memperoleh dukungan fiskal yang memadai apabila Lampung ingin memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Fatikhatul menegaskan program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung harus diiringi keberpihakan anggaran terhadap sektor pertanian.

“Kalau ketahanan pangan menjadi prioritas, maka keberpihakan anggaran juga harus nyata. Dinas-dinas yang menopang sektor pertanian wajib diperkuat agar target menjadikan Lampung sebagai lumbung pangan nasional benar-benar bisa diwujudkan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Status GAK Naik ke Siaga, BPBD Lampung Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer
Marindo Kurniawan Tekankan Penguatan Forum Penataan Ruang untuk Dukung Investasi Lampung
Gubernur Mirza Tinjau Antrean BBM, Soroti Pelayanan SPBU dan Usulan Tambahan Kuota
Marindo Kurniawan Lantik Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung
BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026
IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur
Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Mikdar Apresiasi Kinerja Gubernur
Gubernur Mirza Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Berbasis Desa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Catur PWI Lampung Bidik Tiga Emas pada Porwanas 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP

Rabu, 30 September 2026 - 12:29 WIB

Kejari Pringsewu Musnahkan Barang Bukti dari 72 Perkara, Ada Sabu hingga Senjata Api

Selasa, 29 September 2026 - 19:39 WIB

105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kemitraan Bersama Indomaret

Senin, 28 September 2026 - 19:56 WIB

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB