Antrean Solar Meluas, DPRD Lampung Dorong Penambahan Kuota BBM Bersubsidi

Tauriq Attala Gibran

Senin, 14 September 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan solar bersubsidi terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lampung. Kondisi tersebut bahkan disebut membuat sejumlah pengemudi harus mengantre hingga tiga hari.

Lampung (Netizenku.com): Persoalan itu menjadi perhatian Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Lampung yang melakukan monitoring langsung ke Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel. DPRD menilai terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan meningkatnya antrean solar dan mendorong agar permohonan penambahan kuota BBM bersubsidi yang diajukan Pemerintah Provinsi Lampung segera diproses.

Sekretaris Fraksi PAN DPRD Lampung, Iswan Hadi Cahya, mengatakan salah satu faktor yang memicu antrean adalah disparitas harga yang cukup jauh antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara kuota sebenarnya mencukupi. Namun, ada beberapa pertimbangan, terutama terkait peralihan akibat disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi yang cukup jauh,” kata Iswan, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, selisih harga BBM bersubsidi dan nonsubsidi yang kembali meningkat sekitar Rp4.000 membuat sebagian kendaraan yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih menggunakan BBM bersubsidi.

Baca Juga  Putra Jaya Umar, Antara Kebun, Petani, dan Tanggung Jawab Sebagai Wakil Rakyat

Selain itu, meningkatnya aktivitas pariwisata dan jumlah kendaraan di Lampung turut berdampak terhadap peningkatan konsumsi BBM.

“Yang kedua, kunjungan wisata di Lampung juga meningkat sampai sekitar 28 persen. Kemudian, penambahan jumlah kendaraan di Lampung mencapai 21 persen,” ujarnya.

Iswan mengatakan pertumbuhan ekonomi Lampung yang cukup tinggi juga berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan bahan bakar. Di sisi lain, program swasembada pangan di berbagai daerah membutuhkan dukungan BBM bersubsidi untuk menunjang aktivitas masyarakat.

Menurut dia, kebutuhan BBM pada 2026 juga dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kuota yang tersedia.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung telah mengirimkan surat kepada pemerintah pusat tertanggal 3 September 2026 untuk meminta penambahan kuota BBM bersubsidi.

“Kami kemarin datang ke Pertamina. Gubernur juga sudah mengirimkan surat untuk meminta penambahan kuota BBM di Lampung. Kami menindaklanjuti agar permohonan gubernur terkait penambahan kuota tersebut segera diproses,” tegasnya.

Baca Juga  Pulung Kencana Berseru, Putra Jaya Umar Siap Kawal Jalan hingga Sumur Bor

Iswan menilai persoalan antrean BBM kini semakin serius. Antrean yang sebelumnya lebih banyak terjadi di luar wilayah perkotaan, kini mulai masuk ke sejumlah SPBU di kawasan perkotaan.

Bahkan, kendaraan truk yang sebelumnya tidak banyak mengisi BBM di SPBU dalam kota kini ikut mengantre karena membutuhkan solar.

“Ada kendaraan yang sudah mengantre sampai tiga hari. Bahkan, persoalannya bukan hanya kemacetan. Ada juga pengemudi yang sampai beristirahat atau tidur di bawah kendaraan karena lamanya antrean,” ungkapnya.

Ia mencontohkan antrean di salah satu titik di kawasan depan Mal Boemi Kedaton (MBK) yang sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Namun, menurutnya, antrean panjang tidak hanya terjadi di satu lokasi, melainkan juga terlihat di sejumlah SPBU lainnya di Lampung.

Iswan juga menyebut implementasi program biodiesel B50 sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Menurutnya, sempat terjadi kekurangan pasokan untuk kebutuhan B50 sehingga pasokan sawit dari Lampung turut digunakan untuk memenuhi kebutuhan biodiesel.

Baca Juga  Marindo Lantik Djohan Lius sebagai Kepala Dinas Kesehatan Lampung

“Kami berharap surat Gubernur Lampung terkait penambahan kuota ini dapat diproses lebih lanjut sehingga persoalan antrean BBM dapat segera terurai. Sebab, semakin lama persoalan ini dibiarkan, dampaknya semakin meluas,” ujarnya.

Dalam surat tersebut, Pemprov Lampung mengusulkan tambahan kuota GBT sebesar 120 ribu kiloliter atau sekitar 15 persen. Dengan tambahan tersebut, total kuota GBT Lampung pada 2026 diusulkan mencapai sekitar 911 ribu kiloliter.

Terkait kemampuan Pertamina memenuhi tambahan kuota tersebut, Iswan mengatakan kewenangan berada pada regulator. Pertamina Patra Niaga juga telah berkirim surat kepada pihak terkait di sektor minyak dan gas untuk menindaklanjuti permohonan Gubernur Lampung.

“Kami mendorong agar surat gubernur tersebut segera diproses. Jangan sampai persoalan antrean ini semakin meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Cegah Rabies, Petugas Jemput Bola Vaksinasi Hewan Peliharaan di Lampung Selatan
Sampah Organik Lampung Dibidik Jadi Pupuk, Dorong Ekonomi Pertanian
Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung
RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi
Batin Wulan Dorong Percepatan Sertifikasi Halal bagi UMKM Lampung
Pemprov Lampung Perkuat Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat
PERABOI Gelar Bakti Sosial Deteksi Dini Kanker Payudara di RSUDAM
DPRD Lampung dan Disnaker Lampung Siap Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Cegah Rabies, Petugas Jemput Bola Vaksinasi Hewan Peliharaan di Lampung Selatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Sampah Organik Lampung Dibidik Jadi Pupuk, Dorong Ekonomi Pertanian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:21 WIB

RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Batin Wulan Dorong Percepatan Sertifikasi Halal bagi UMKM Lampung

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:33 WIB

PERABOI Gelar Bakti Sosial Deteksi Dini Kanker Payudara di RSUDAM

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:36 WIB

DPRD Lampung dan Disnaker Lampung Siap Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Marindo: Nilai Pancasila Harus Menjadi Landasan Pembangunan di Lampung

Berita Terbaru