Kunker ke Lampung Barat, Gubernur Bawa Dua Janji Manis

iwan

Kamis, 18 Desember 2025 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Lampung Barat, janji tidak datang sendirian. Ia turun beriringan, bersama rombongan, bersama kamera, bersama harap yang sudah lama menunggu giliran.

Lampung Barat (Netizenku.com): Di hadapan petani holtikultura, Gubernur bicara tentang harga sayur yang naik-turun seperti perasaan jelang panen. Katanya, ke depan tak boleh lagi sayur dari luar masuk. Kata “tak boleh” diucapkan tegas, meski angin pegunungan tahu, pasar sering lebih bandel dari perintah.

Petani mendengar. Ada yang mengangguk, ada yang diam. Di ladang, mereka sudah terbiasa menanam lebih dulu, berharap belakangan. Janji itu seperti pupuk: tak langsung terlihat hasilnya, tapi selalu diharapkan bekerja di bawah tanah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Janji kedua menyusul, soal pabrik pengolahan gabah. Kata “akan” kembali jadi tokoh utama. Akan dibangun, akan mendukung, akan meningkatkan. Kata itu berdiri gagah, meski kita tahu, ia sering kepayahan saat harus berjalan sendirian melewati anggaran, birokrasi, dan waktu.

Baca Juga  Dari Senam Bareng Ribuan Warga hingga Bagikan Alsintan, Parosil Mabsus: Jangan Jadi Pajangan

Dari Pekon Tanjung Raya, rombongan bergerak naik. Dari obrolan perut ke obrolan puncak. Dari sawah ke kabut. Bukit Embun menyambut dengan dingin yang jujur—tak dibuat-buat, tak pakai baliho. Selendang celugam dikalungkan, tanda hormat, tanda adat masih bekerja meski dunia terus berlari.

“Kalau begini, pengin lama-lama,” celetuk seseorang sambil menarik jaket.

Dingin memang sering membuat orang ingin berhenti sejenak. Politik jarang.

Di tengah kabut, obrolan mengalir. Gubernur menatap tenda-tenda yang berjajar rapi, lalu bertanya, “Ini sudah berapa lama, Pak?”

“Insyaallah, mau dua tahun,” jawab Suparman, pemilik Bukit Embun.

Bupati Parosil Mabsus langsung menyela, dengan nada yang setengah bercanda setengah percaya diri,

“Pak Gubernur ini datang ke sini tanpa diminta. Artinya apa? Wiridannya Pak Suparman tembus. Doanya sampai. Ini berkah untuk kita semua.”

Baca Juga  Pemilihan OSIS SMAN 1 Liwa, Menjadi Pemimpin Tidak Harus Dengan Kampanye Hitam Dan Serangan Fajar

Gubernur tertawa kecil. “Saya ini cuma lagi scroll. Jari yang kerja duluan. Eh, berhenti di Bukit Embun. Ya sudah, kita ke sini.”

Scroll jempol hari ini, bisa jadi kebijakan besok hari. Begitulah zaman bekerja.

Parosil menimpali lagi, “Ini kalau dipoles serius, Pak, Lampung Barat bisa jadi etalase wisata. Orang datang bukan cuma foto, tapi tinggal. Ngopi. Belanja. Petani juga kebagian rezeki.”

Petani kembali disebut. Kali ini bukan soal harga, tapi soal peluang.

Gubernur mengangguk. “Betul. Alamnya sudah jadi. Tugas kita jangan merusak, jangan setengah-setengah. Provinsi, kabupaten, desa harus satu napas. Kita dorong ke pusat. Pariwisata ini bukan cuma soal pemandangan, tapi soal perut rakyat juga.”

Perut kembali hadir dalam percakapan, meski malam mulai dingin.

Baca Juga  10 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Lampung Barat

Kopi robusta dihidangkan. Hangatnya singkat, tapi cukup untuk membuka mimpi besar.

“Kita ingin Lampung jadi tujuan wisata utama,” ujar Gubernur.

Parosil tersenyum, “Kalau tamunya datang, Pak, yang jangan lupa jalannya. Wisatawan senang, petani senang, pedagang senang. Pemerintah tinggal memastikan janji ikut datang, jangan cuma tamu.”

Kabut makin tebal. Tenda-tenda jadi rumah sementara. Malam menutup acara tanpa tepuk tangan, hanya suara alam dan obrolan kecil yang tersisa.

Petani pulang dengan janji di kepala. Bukit menyimpan cerita di dadanya. Pabrik gabah masih berupa rencana, larangan sayur luar masih berupa wacana. Sementara kabut, sekali lagi, bekerja paling konsisten: datang tepat waktu, menyelimuti tanpa janji, lalu pergi tanpa pamit.

Di Lampung Barat, harapan kembali ditanam. Kita hanya perlu memastikan, kali ini, ia benar-benar tumbuh. (*)

Berita Terkait

Pemilihan OSIS SMAN 1 Liwa, Menjadi Pemimpin Tidak Harus Dengan Kampanye Hitam Dan Serangan Fajar
Yusrin : Pesta Demokrasi Selesai, Warga Tetap Guyub Dan Lingkungan Makin Kompak
Dari Senam Bareng Ribuan Warga hingga Bagikan Alsintan, Parosil Mabsus: Jangan Jadi Pajangan
10 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Lampung Barat
Punya Golden Tiket ke Istana, Mukhlis Malah Pilih Upacara Bersama Rakyat
Dorong Kawasan Kuliner Makin Hidup, Bambang Kusmanto Usulkan Parkir Resmi
Reses di Pesisir Barat, Mukhlis Basri Kawal dan Awasi Program Pembangunan APBN
Henry Yosodiningrat Khawatir Keselamatan Tersangka Febri Adriansyah

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Bupati Tanggamus Pastikan Relokasi Pasar Talang Padang Berlanjut, Pedagang Digratiskan Sewa Selama 12 Bulan

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:55 WIB

Delapan Siswa SMPN 1 Talangpadang Alami Keluhan, Sampel Makanan Diuji Laboratorium

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:52 WIB

Tanggamus Jajaki Beasiswa dan Investasi dengan Turki

Senin, 20 Juli 2026 - 20:35 WIB

RSUD Batin Mangunang Akui Minim Sosialisasi SOP Pelayanan

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:32 WIB

DPRD Tanggamus Setujui LKPj Bupati 2025, Rekomendasikan Perbaikan Kinerja Pemerintahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:37 WIB

Sekda Tanggamus Minta Pekon Prioritaskan Layanan Kesehatan Primer

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:59 WIB

PBI BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Dinsos Tanggamus Sarankan Warga Beralih Sementara ke Peserta Mandiri

Senin, 22 Juni 2026 - 20:19 WIB

Tanggamus Raih WTP Kedua Berturut-turut, Bupati Dorong Transparansi APBD

Berita Terbaru

Pringsewu

Wabup Pringsewu Imbau Orangtua Hargai Proses Tumbuh Kembang Anak

Selasa, 20 Okt 2026 - 19:13 WIB

Lampung Selatan

HUT ke-62 Golkar, DPD Lampung Selatan Santuni 20 Anak Yatim-Piatu

Selasa, 20 Okt 2026 - 12:49 WIB

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Siapkan Anggaran Pelaksanaan Putusan MA Terkait SDN Pagar Dewa

Senin, 19 Okt 2026 - 19:11 WIB