Menelisik Jejak Kaki-Tangan Dadan Cs di MBG Lampung

Hendri Setiadi

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jejak Dadan Cs di MBG Lampung.(Ilustrasi: Netizenku)

Jejak Dadan Cs di MBG Lampung.(Ilustrasi: Netizenku)

Usai ugal-ugalan “pesta MBG”, Dadan Hindayana cs disorongkan ke bui. Salah satu dosa besar mereka adalah kutak-katik titik dapur MBG. Mantan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, pernah berdalil. Praktik korupsi tidak dilakukan sendiri.

(Netizenku.com): Benar, bersama mantan Kepala BGN itu ikut pula dua rekannya. Yakni mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Kini mereka tengah berbagi ruang tahanan.

Usai memenggal “kepala ikan busuk”, mengingat mereka adalah unsur pimpinan BGN, Kejaksaan Agung kini mengarahkan penelusuran ke jaringan Dadan cs di daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini sejalan dengan modus operandi yang dilakukan. Sebelumnya praktik kotor mafia ini berasyik masyuk memperdagangkan titik dapur MBG.

Mereka mengeluarkan rekomendasi atau memberi izin kepada yayasan dengan menerima imbalan. Padahal, secara kualifikasi, yayasan-yayasan tersebut tidak layak menjadi mitra.

Baca Juga  Sekber Lampung Soroti Pihak yang Teriak Paling Kencang Saat MBG Dibenahi

Lewat intervensi para bandit itu kemudian terbentuk afiliasi berisikan dapur-dapur siluman. Dari sekian banyak jaringan dapur lantas terhimpun aliran dana “jatah reman” ke kocek Dadan cs.

Maka tak heran kalau jumlah setoran untuk komplotan ini bisa mencapai miliaran rupiah per hari. Fantastis!

Benarkah MBG Lampung Bebas Praktik Jual-Beli Titik SPPG?

Menukil dalil Saut Situmorang di atas dan sinyalemen Kejagung yang akan mengejar kaki tangan Dadan Cs, tak menutup kemungkinan pengejaran itu akan sampai ke Lampung.

Kecurigaan ini cukup beralasan, mengingat desas-desus jual-beli titik dapur MBG juga sempat beredar kencang di sini. Angka Rp200 juta hingga Rp500 juta disebut-sebut sebagai harga satu titik SPPG atau dapur MBG.

Tak hanya berhenti di situ. Informasi adanya kutipan “fee” juga berseliweran. Bukankah tidak ada makan siang gratis?

Baca Juga  Gubernur Mirza Sepatutnya “Bantu” Presiden Prabowo

Disebutkan, selain membayar titik SPPG, yayasan yang diberi kewenangan hasil patgulipat mafia, tetap memiliki kewajiban tambahan.

Yayasan mesti memberi kutipan 200-500 perak per omprengan per hari kepada oknum. Kalau praktik demikian benar terjadi, maka akan ketemu kalkulasi kasar.

Bila satu SPPG yang masuk dalam afiliasi mafia mengelola 3.000 omprengan, lalu dikalikan jatah reman Rp200 per omprengan, nilainya sebesar Rp600 ribu per hari.

Nilai itu lantas dikalikan 20 hari kerja per bulan. Artinya ada Rp12 juta dari satu dapur MBG. Bagaimana bila jumlahnya lebih dari 1 dapur? tinggal dikalkulasi saja nilai akumulasinya.

Dipastikan, setoran jatah reman itu akan diambil dari pos anggaran menu. Karena yayasan jelas tidak sudi mengurangi profit yang menjadi bagiannya.

Baca Juga  Gubernur Mirza Sepatutnya “Bantu” Presiden Prabowo

Ujungnya para penerima manfaat MBG yang menjadi tumbal. Gramasi menu makanan dipangkas. Jauh berkurang dari porsi ideal seperti yang ditentukan dalam juknis.

Namun, tentu tak mudah menelisik mana dapur MBG Lampung yang berafiliasi dengan kaki tangan Dadan cs. Terlebih ada seribu lebih dapur yang telah beroperasi.

Kendati demikian bukan berarti perkara ini mustahil diurai. Mungkin penelusuran bisa diawali dengan mencermati dapur-dapur MBG Lampung yang memperoleh rekomendasi sejak awal 2026. Kejagung dengan berbagai perangkatnya akan mudah melakukan itu.

Dan nampaknya memang langkah itu yang akan ditempuh. Mengejar para perompak MBG hingga ke akar-akarnya.

Sebaliknya ini warning bagi kaki tangan Dadan cs yang berada di Lampung. Kiranya “pesta MBG” mereka sudah berakhir. Dan akan ada “bill” sebagai ongkos kelakuan yang harus dibayar.(*)

Berita Terkait

Gubernur Mirza Sepatutnya “Bantu” Presiden Prabowo
Bau Ikan Busuk dari Dapur MBG
BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”
Dramaturgi Geleng-Angguk MBG
Bunda Eva (Memang) Bukan Margaret Thatcher
Sekber Pantau MBG Lampung, “Nggak Ada Gunanya?”
Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api
Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Minta MBG Berlanjut Puluhan Tahun, Gurih ya?

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Bupati Tubaba Perkuat UMKM, Salurkan KUR Super Mikro

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Pemkab Tubaba Buka Ruang Kolaborasi, LDII Siap Dukung Program Prioritas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Bupati Novriwan Paparkan 5 Program Unggulan, Baznas Salurkan Beasiswa dan Bantuan Lansia

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:52 WIB

Sekda Tubaba Tekankan Optimalisasi dan Digitalisasi Retribusi untuk Perkuat PAD 2027

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Selain Menjaga Kamtibmas, Bupati Tubaba Optimistis Kapolres Baru Dapat Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Kapolres Tubaba Baru, Himmawan Ajak Personel Perkuat Soliditas dan Pelayanan kepada Masyarakat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Tubaba Memikat Desainer Dunia Naoto Fukasawa “Tubaba Bak Syurga”

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Tubaba Jadi Contoh Daerah Lain Berkat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Berita Terbaru

Bandarlampung

Mayang: Sinergi Lintas Lembaga Kunci Perlindungan Masyarakat

Rabu, 5 Agu 2026 - 17:35 WIB

Lampung

Budiman As Minta 8.000 Aset Pemprov Lampung Diaudit Total

Rabu, 5 Agu 2026 - 17:30 WIB

Lampung

Imelda Dorong Kepastian Usaha Peternak Telur

Rabu, 5 Agu 2026 - 17:26 WIB

Tulang Bawang Barat

Bupati Tubaba Perkuat UMKM, Salurkan KUR Super Mikro

Rabu, 5 Agu 2026 - 16:50 WIB

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Buka Ruang Kolaborasi, LDII Siap Dukung Program Prioritas

Rabu, 5 Agu 2026 - 16:33 WIB