Penerapan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) oleh Kementerian Sosial kini menjadi acuan utama penyaluran bantuan pemerintah. Sistem baru ini diharapkan mampu menutup celah manipulasi data agar bantuan sosial (bansos) benar-benar tepat sasaran.
Lampung (Netizenku.com): Anggota Komisi V DPRD Lampung, Deni Ribowo, menegaskan pentingnya transparansi dan akurasi dalam sistem tersebut. Menurutnya, DTSEN mengintegrasikan data dari BPS, Disdukcapil, dan instansi terkait.
“Dengan sistem DTSEN ini, sangat kecil kemungkinan terjadi manipulasi data,” ujar Deni saat di wawancarai diruang kerjanya, Kamis (21/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sistem ini membagi masyarakat ke dalam kelompok desil 1 hingga desil 10. Pembagian inilah yang menjadi dasar pemerintah dalam mendistribusikan bantuan.
Deni menekankan bahwa bansos, termasuk BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau BPJS gratis, wajib diprioritaskan untuk warga miskin ekstrem. Warga yang masuk dalam kategori ini berada pada kelompok desil 1 dan desil 2.
Oleh karena itu, warga yang ekonominya sudah mapan diminta sadar diri. Mereka diharapkan tidak lagi bergantung pada bantuan yang menjadi hak masyarakat kecil.
“Jangan sampai masyarakat yang sudah mampu justru tetap mengambil hak warga miskin,” tegasnya.
Kebijakan ini berdampak langsung pada kepesertaan BPJS gratis. Deni menyoroti kebijakan pemerintah pusat yang sempat menonaktifkan kepesertaan tersebut.
Di Provinsi Lampung sendiri, ada lebih dari 100 ribu penerima manfaat yang terdampak. Setelah sempat mendapatkan masa perpanjangan selama tiga bulan, penonaktifan permanen akan kembali berlaku mulai Juni mendatang.
Secara teknis, sistem DTSEN akan mendeteksi kondisi ekonomi keluarga secara otomatis. Jika ada anggota keluarga yang sudah bekerja dan dinilai mampu, status kepesertaan bansos akan langsung dinonaktifkan.
Di samping pembenahan data, Deni juga mengajak masyarakat Lampung untuk mengubah pola pikir. Ia mengimbau warga untuk menghilangkan “mental miskin” dan tidak bergantung pada bansos.
“Kita tidak boleh mewariskan mental miskin kepada generasi berikutnya. Masyarakat Lampung harus terus semangat bekerja keras dan mandiri,” pungkasnya.
Terakhir, Deni mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Lampung yang terus memacu pembangunan daerah. Mulai dari peningkatan akses kesehatan, perbaikan jalan, hingga program kesejahteraan petani demi kemajuan Lampung. (*)








