Warga Dusun Suko Harjo, Desa Bernung, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, mengeluhkan keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 001 Yayasan Kasih Ibu Tiyuh Balak yang dikelola H. Budiono.
Pesawaran (Netizenku.com): Aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut diduga menimbulkan aroma menyengat yang mengganggu kenyamanan lingkungan warga sekitar.
Bau tak sedap yang disebut menyerupai limbah bercampur kotoran hewan itu bahkan diklaim mengganggu jamaah musala yang berada tidak jauh dari lokasi dapur MBG. Warga menilai kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan serius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang warga mengaku masyarakat selama ini memilih diam karena merasa sungkan menyampaikan protes secara terbuka. Namun belakangan, aroma limbah disebut semakin parah hingga mengganggu aktivitas ibadah dan kehidupan sehari-hari.
“Bau menyengat ini sebenarnya sudah lama, tapi warga tidak enak mau protes. Takut dibilang iri atau cari masalah. Sekarang baunya makin terasa. Jamaah yang salat juga jadi terganggu,” ujar seorang warga kepada media, pada Selasa (19/5/2026).
Selain persoalan bau, warga juga menyoroti aktivitas di lokasi dapur MBG yang dinilai mulai meresahkan. Suara bising dari aktivitas pekerja disebut kerap terdengar hingga malam hari.
“Kadang malam juga terdengar berisik. Sekarang ditambah lagi bau limbahnya. Mirip bau pabrik singkong. Kalau terus dibiarkan kami khawatir berdampak ke kesehatan,” jelasnya.
Warga mendesak pemerintah desa serta instansi terkait, khususnya yang membidangi lingkungan hidup dan kesehatan, segera melakukan pemeriksaan terhadap sistem pengelolaan limbah dapur MBG tersebut.
Mereka menilai persoalan sanitasi tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar.
“Kami berharap ada teguran dan pengawasan. Kalau memang sistem pembuangan limbahnya bermasalah, harus segera diperbaiki supaya warga tidak terus dirugikan,” katanya.
Keluhan ini menjadi sorotan karena lokasi dapur MBG berada dekat dengan permukiman warga dan tempat ibadah. Warga khawatir jika tidak segera ditangani, persoalan limbah dapat memicu pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, H. Budiono melalui istrinya menyampaikan permohonan maaf atas keluhan warga terkait bau limbah tersebut. Pihaknya mengaku akan segera melakukan perbaikan pada sistem pembuangan limbah dapur.
“Iya, nanti kami perbaiki pembuangan limbahnya. Terima kasih sudah mengingatkan,” ujarnya
Hingga berita ini diturunkan, pihak Satgas penanganan MBG maupun Komisi IV DPRD terkait keluhan warga tersebut belum memberikan tanggapan saat dihubungi melalui telepon seluler, termasuk Ketua Satgas Nur Asikin dan Ketua Komisi IV Rinaldi. (*)








