NTP Lampung Turun 2,46 Persen, Petani Hadapi Tekanan Ganda

Ilwadi Perkasa

Rabu, 6 Agustus 2025 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis Perkembangan Nilai Tukar Petani Provinsi Lampung
Juli 2025. (BPS Lampung)

Infografis Perkembangan Nilai Tukar Petani Provinsi Lampung Juli 2025. (BPS Lampung)

NTP Lampung Turun 2,46 persen di Juli 2025: Daya beli petani melemah. Subsektor perkebunan yang menjadi penopang utama ikut turun signifikan.

Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung pada Juli 2025 tercatat sebesar 125,15, turun 2,46 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 128,30. Penurunan ini mencerminkan pelemahan daya beli petani di tengah meningkatnya biaya konsumsi dan produksi.

Penurunan NTP dipicu oleh turunnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,07 persen, dari 160,22 menjadi 156,91. Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru naik 0,41 persen, dari 124,87 menjadi 125,38. Kenaikan Ib ini menunjukkan bahwa petani harus mengeluarkan biaya lebih tinggi untuk kebutuhan konsumsi maupun produksi.

Jika dilihat berdasarkan subsektor, Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr) masih menjadi penopang tertinggi NTP Lampung dengan nilai 156,88. Namun, ironisnya, subsektor ini juga mengalami penurunan terdalam dibanding bulan lalu, yakni sebesar 6,06 persen. Di sisi lain, subsektor Perikanan Budidaya mencatatkan NTP terendah di angka 96,17, menandakan daya tukar yang sangat rendah di kelompok ini.

Baca Juga  ghofur, Pasir Laut Tidak Direkomendasikan untuk Konstruksi Jalan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut rincian NTP per subsektor pada Juli 2025:

  • Tanaman Pangan (NTP-P): 105,25

  • Tanaman Hortikultura (NTP-H): 123,50

  • Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr): 156,88

  • Peternakan (NTP-Pt): 98,88

  • Perikanan Tangkap: 113,56

  • Perikanan Budidaya: 96,17

Dibandingkan Juli 2024, NTP Lampung juga mengalami penurunan 2,94 persen secara tahunan (y-on-y), menunjukkan tekanan jangka panjang pada kesejahteraan petani. Penurunan tertinggi terjadi di subsektor tanaman perkebunan rakyat, yaitu 6,87 persen, meskipun masih menjadi subsektor dengan NTP tertinggi.

Baca Juga  Komitmen Gubernur Lampung Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Lampung

Tidak hanya NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Lampung juga melemah. NTUP Juli 2025 tercatat sebesar 129,12, turun 2,13 persen dari Juni 2025 yang berada di angka 131,94. NTUP mencerminkan kemampuan petani untuk menutup biaya produksi, dan penurunan ini mengindikasikan meningkatnya tekanan terhadap kelangsungan usaha pertanian.

Peningkatan Ib petani dipicu oleh kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,54 persen pada Juli 2025. Kenaikan IKRT terutama berasal dari Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 0,79%, Kelompok transportasi naik 0,34%, Kelompok restoran dan penyedia makanan nak 0,58%, dan Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 0,33%.

Baca Juga  Konsolidasi di Anak Ratu Aji, Golkar Lampung Tengah Targetkan Menang Pemilu

Sebaliknya, penurunan indeks terjadi pada kelompok perumahan dan energi, kesehatan, dan informasi dan komunikasi. Secara nasional, IKRT Lampung berada di posisi ke-24 dari seluruh provinsi, dengan inflasi konsumsi rumah tangga sebesar 0,54 persen, sedikit di atas rata-rata nasional.

Secara umum, penurunan NTP dan NTUP di Lampung selama Juli 2025 mencerminkan kondisi yang kurang menguntungkan bagi petani. Penurunan harga yang diterima petani tidak sebanding dengan kenaikan biaya konsumsi dan produksi.

Kondisi ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pertanian untuk segera merespons dengan kebijakan yang mampu menstabilkan harga jual hasil pertanian serta menekan biaya produksi, demi menjaga kesejahteraan petani di tengah ketidakpastian ekonomi.

Berita Terkait

HUT Bandar Lampung ke-344, Budiman As Minta Drainase dan Wisata Jadi Prioritas
BBM Non-Subsidi Naik, DPRD Lampung Ingatkan Efek Domino ke UMKM dan Daya Beli
APBD Seret Bukan Alasan! Warga Linggapura Nekat Bangun Jalan Sendiri
Budiman AS Ramaikan Bursa Calon Ketua DPD Partai Demokrat Lampung
Demo Mahasiswa di Pemprov Lampung Memanas, Massa Desak Masuk Halaman Kantor
Menuju Pesantren Ramah Anak, PKB Lampung Gagas Sistem Perlindungan Santri
Ketok Palu! DPRD Targetkan 16 Raperda Prioritas dalam Propemperda Lampung 2026
Lampung Raih WTP ke-12 Berturut-turut

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:39 WIB

HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Pemuda Panca Marga Raih Penghargaan di Momen Menuju Indonesia Emas

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sidang Paripurna HUT Bandar Lampung Diwarnai Aksi Molor Anggota Dewan

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

HUT Bandar Lampung ke-344, Wali Kota Eva Dwiana Minta Pemuda Lanjutkan Perjuangan Pahlawan

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:04 WIB

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas

Selasa, 28 April 2026 - 18:08 WIB

Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

Jumat, 24 April 2026 - 19:40 WIB

Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Selasa, 21 April 2026 - 13:20 WIB

3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Senin, 22 Desember 2025 - 14:24 WIB

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab

Berita Terbaru

Pringsewu

Kemendagri Dukung Pengembangan Mocaf di Pringsewu

Rabu, 17 Jun 2026 - 23:37 WIB