Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan

iwan

Minggu, 12 April 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah napas yang kian pendek akibat tekanan ekonomi yang tak kunjung reda, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat justru terlihat seperti kehabisan oksigen gagasan.

Lampung Barat (Netizenku.com): Bukannya melahirkan ide-ide segar yang bisa menjadi jalan keluar, yang tampak justru rutinitas lama yang dibungkus seolah-olah sebagai langkah efisiensi. Padahal, publik tidak butuh kosmetik kebijakan—yang dibutuhkan adalah keberanian berpikir dan bertindak.

Kabinet yang seharusnya menjadi “dapur strategi” bagi bupati dan wakil bupati, nyatanya lebih sering tampil sebagai pelengkap administrasi ketimbang motor penggerak perubahan. Pertanyaannya sederhana: di mana letak kecerdasan kolektif itu ketika daerah sedang benar-benar butuh solusi? Atau jangan-jangan, yang selama ini disebut “kabinet” hanya sekadar kumpulan jabatan tanpa daya dobrak?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Efisiensi yang dilakukan hari ini terasa seperti memilih jalan paling mudah: memotong TPP ASN. Sebuah kebijakan yang praktis, tapi miskin visi. Sebab efisiensi sejati bukan soal memangkas yang terlihat, melainkan merapikan yang tidak berguna. Jika akar persoalan ada pada struktur yang gemuk namun tidak produktif, maka yang perlu dipangkas adalah struktur itu sendiri—bukan sekadar tunjangan pegawai.

Baca Juga  Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas

Sudah saatnya bupati meninjau ulang keberadaan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lebih banyak menjadi beban ketimbang memberi dampak nyata. Ambil contoh Dinas Pendapatan Daerah. Sejak berdiri sendiri, apa lompatan signifikan yang berhasil dicapai dalam peningkatan PAD? Jika hasilnya tak jauh berbeda dibanding saat masih menyatu dengan Dinas Keuangan dan Aset, maka publik berhak bertanya: untuk apa dipisah?

Begitu juga dengan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian. Di tengah kebutuhan lapangan kerja yang semakin mendesak, dinas ini seharusnya menjadi ujung tombak. Namun realitanya, geliat industri nyaris tak terdengar, dan peluang kerja baru tak kunjung terasa. Lalu, di mana peran strategisnya? Jangan sampai dinas ini hanya hidup di atas kertas, tanpa jejak nyata di lapangan.

Baca Juga  Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum

Yang tak kalah menarik untuk disorot adalah keberadaan tiga staf ahli bupati. Jabatan yang secara konsep seharusnya menjadi “otak tambahan” bagi kepala daerah, justru terkesan kehilangan fungsi. Selama ini, publik lebih sering melihat mereka membacakan sambutan dalam acara seremonial ketimbang melahirkan gagasan besar untuk kemajuan daerah. Jika kontribusinya sebatas itu, wajar bila muncul pertanyaan: apakah jabatan ini benar-benar dibutuhkan, atau sekadar formalitas birokrasi?

Belum lagi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Nama yang terdengar canggih, tapi gaung inovasinya nyaris tak terdengar. Riset seharusnya menjadi fondasi kebijakan berbasis data dan analisis, bukan sekadar label institusi. Jika tidak ada hasil riset yang pernah dipublikasikan atau inovasi yang benar-benar dirasakan, maka keberadaannya patut dievaluasi secara serius. Jangan sampai “riset” hanya menjadi jargon tanpa isi.

Baca Juga  Lampung Barat Banget: ASN Jadi ATM? TPP Dipotong, Iuran Koperasi Mau Dilipatgandakan

Kondisi ini menunjukkan satu hal: Lampung Barat tidak kekurangan struktur, tapi kekurangan fungsi. Terlalu banyak unit kerja yang berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang jelas, sehingga energi birokrasi habis untuk mengurus dirinya sendiri, bukan melayani masyarakat.

Karena itu, restrukturisasi OPD bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Perampingan harus dilakukan secara berani dan terukur, termasuk di lingkungan Sekretariat Daerah yang masih menyimpan banyak potensi untuk disederhanakan. Prinsipnya sederhana: ramping, tapi padat dan berbobot. Sedikit, tapi efektif.

Pada akhirnya, publik tidak peduli berapa banyak dinas yang dimiliki daerah. Yang mereka butuhkan adalah hasil nyata: peningkatan ekonomi, terbukanya lapangan kerja, dan pelayanan yang lebih baik. Jika itu tidak bisa diwujudkan dengan struktur yang ada sekarang, maka perubahan bukan hanya perlu—tapi mendesak. (*)

Berita Terkait

Sekber Pantau MBG Lampung, “Nggak Ada Gunanya?”
Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api
Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029
Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Minta MBG Berlanjut Puluhan Tahun, Gurih ya?
Saat Keputusan Gubernur Tentang MBG Lampung Diteken, Ratusan Siswa Keracunan
MBG Lampung Beruntung “Dikawal” Duet Kakak Beradik
Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas
MBG Lampung Gamang Wujudkan Asta Cita Prabowo

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 18:08 WIB

Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

Jumat, 24 April 2026 - 19:40 WIB

Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Selasa, 21 April 2026 - 13:20 WIB

3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Senin, 22 Desember 2025 - 14:24 WIB

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab

Rabu, 10 Desember 2025 - 12:51 WIB

Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM

Sabtu, 6 Desember 2025 - 21:32 WIB

Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG

Kamis, 27 November 2025 - 11:05 WIB

Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum

Sabtu, 22 November 2025 - 10:08 WIB

Fadli Zon Jadikan Lampung Panggung Pernyataan Pentingnya Pelestarian Budaya

Berita Terbaru

Lainnya

Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:51 WIB

Pringsewu

Aipda Triyoto Tutup Usia, Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:36 WIB

Lampung

DPRD Lampung Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:29 WIB