Harga MinyaKita di Lampung Tembus Rp24 Ribu, DPRD Lampung Desak Tambah Pasokan

Tauriq Attala Gibran

Senin, 27 April 2026 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Lampung mulai resah. Harga minyak goreng bersubsidi, MinyaKita, melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp24.000 per kemasan. Selain mahal, stok di pasaran kini semakin sulit didapat.

Lampung (Netizenku.com): Ketua Komisi II DPRD Lampung, Ahmad Basuki, mendesak pemerintah segera bertindak. Ia meminta langkah nyata untuk menjaga stabilitas harga dan menjamin keamanan pasokan bagi masyarakat.

Berdasarkan laporan dari berbagai wilayah, kenaikan harga ini diduga dipicu oleh faktor nasional. Salah satu penyebab utamanya adalah meroketnya biaya kemasan akibat kenaikan harga plastik secara global.

Baca Juga  Pemprov Lampung Dorong Mahasiswa Kuasai Teknologi Digital

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Laporan masyarakat sudah masuk. Kenaikan harga MinyaKita ini kemungkinan dampak dari naiknya harga bahan baku plastik nasional yang membebani biaya produksi,” ujar Basuki, Senin (27/4/2026).

Fenomena ini tidak hanya menyasar MinyaKita. Sejumlah merek minyak goreng lain, seperti Tawon Cooking Oil, juga mengalami penyesuaian harga sejak awal April atau pasca-Lebaran.

Baca Juga  Koperasi IJP Gandeng Kelompok Tani Lampung Timur Kembangkan Magot Bernilai Ekonomi

Merespons kondisi tersebut, Komisi II DPRD Lampung akan segera memanggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Tujuannya adalah memetakan kondisi stok, baik melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) maupun jalur reguler.

DPRD Lampung, memperingatkan para distributor dan pedagang agar tidak bermain api di tengah kesulitan warga. Pengawasan ketat akan dilakukan untuk mencegah praktik spekulasi harga yang tidak wajar.

“Jangan sampai ada yang aji mumpung. Kenaikan harga harus dihitung secara riil sesuai biaya produksi, bukan karena memanfaatkan situasi,” tegasnya.

Baca Juga  Lampung Perbarui Data Pendidikan di KK, Dorong Kenaikan IPM

Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah didorong untuk segera melakukan penambahan distribusi MinyaKita langsung ke pasar-pasar tradisional dan memperketat pengawasan di rantai distribusi agar tidak terjadi penimbunan, serta menjamin keterjangkauan harga bagi masyarakat menengah ke bawah.

Langkah cepat sangat dibutuhkan agar gejolak harga tidak semakin membebani ekonomi keluarga di Provinsi Lampung. (*)

Berita Terkait

Pansus DPRD Lampung Soroti LKPJ 2026, Minim Data dan Indikator Kinerja
Gubernur Lampung Apresiasi Polda Lampung Ungkap Kasus TPPO Anak di Surabaya
DPRD Lampung Soroti Pengawasan Lapak Kurban Musiman Jelang Iduladha
Korban TPPO Dipulangkan, Dewi Mayang Suri Djausal Apresiasi Polda Lampung
Rakerda 2026, Jihan Ajak Pramuka Perkuat Karakter Pemuda
DPRD Lampung Dukung Proyek PSEL, Ubah 1.100 Ton Sampah Jadi Energi Listrik
MBG Lampung 2026 Diprediksi Datangkan Rp12 Triliun
DPRD Lampung Siapkan Raperda Urban Farming

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:41 WIB

Pemkab Lampung Selatan Percepat Transformasi Sistem Kerja ASN

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:36 WIB

Layanan ASN Makin Prima, Pemkab Lampung Selatan Perpanjang Sinergi dengan PT Taspen

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:56 WIB

Egi Pratama Lepas 286 Jemaah Haji Lampung Selatan

Kamis, 30 April 2026 - 12:21 WIB

Pemkab Lampung Selatan Gelar Salat Gaib untuk Korban Tabrakan Kereta Bekasi

Kamis, 30 April 2026 - 12:18 WIB

413 Jemaah Haji Lampung Selatan Siap Berangkat 5 Mei 2026

Rabu, 29 April 2026 - 11:01 WIB

TPID Lamsel Perkuat Pengendalian Inflasi

Rabu, 29 April 2026 - 10:57 WIB

Rakor Mingguan, Pemkab Lamsel Perkuat Sinergi Program

Rabu, 29 April 2026 - 10:51 WIB

Bupati Lamsel Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan

Berita Terbaru

Lampung Barat

Bambang Kusmanto Pasang Lampu Jalan untuk Warga Sukau dan Balik Bukit

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:30 WIB

Tulang Bawang Barat

Wabup Tubaba Gotong Royong Perbaiki Jalan Bersama Warga

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:25 WIB

Lampung Selatan

Pemkab Lampung Selatan Percepat Transformasi Sistem Kerja ASN

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:41 WIB