oleh

Zona Orange Covid-19, Tubaba Kembali Terapkan BDR

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba) kembali memberlakukan sistem Belajar Dari Rumah (BDR), dan beberapa kebijakan lain lantaran kabupaten setempat ditetapkan menjadi zona orange Covid-19.

Padahal sebelumnya sejak 14 September 2020, sekolah tingkat SD/SMP sudah memberlakukan belajar secara tatap muka di sekolah masing-masing.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Tubaba, Eri Budi Santoso, S.Sos, MH, usai rapat Satgas Covid-19 Tubaba yang berlangsung di ruang rapat wakil bupati, Senin (26/10). Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati, Fauzi Hasan, SE, MM, yang juga dihadiri Kapolres dan Dandim 0412/LU, serta unsur terkait lainnya.

“Ya, itu (KBM Daring) adalah salah satu hasil rapat tersebut. Tapi, saat ini masih tiga kecamatan dulu yang menerapkan KBM Daring, yakni di Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Udik, dan Tumijajar. Sedangkan di wilayah lainnya masih melihat perkembangan ke depan,” ungkapnya yang juga selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tubaba kepada wartawan, Senin (26/10).

Baca Juga  Perbaikan Jalan di Tubaba, Pemprov Kucurkan Rp54,4 M

Selain itu, lanjutnya, Kantor Dinas Kesehatan yang berada di gedung Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) ditutup selama 14 hari ke depan terhitung sejak Jumat (23/10) pekan lalu. Hal ini menurutnya dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, mengingat sejumlah tenaga kesehatan di Tubaba terkonfirmasi positif Covid-19.

”Dinas Kesehatan tetap ada pelayanan, namun dialihkan ke gudang farmasi di Kelurahan Panaragan Jaya (Belakang Poned Panaragan Jaya-Tulangbawang Tengah),” terangnya.

Menurutnya Satgas Covid-19 Kabupaten Tubaba juga harus meningkatkan program pencegahan dan penanganan Covid-19, agar kasus tidak meluas termasuk langkah sosialisasi agar lebih intensif dilakukan.

Baca Juga  Wabup Kukuhkan Penggerak Nenemo dan Guru Penggerak Disdik

”Perizinan keramaian akan lebih selektif dan operasi yustisi akan terus ditingkatkan. Tidak hanya itu, untuk jumlah orang kantor-kantor akan dikurangi menyesuaikan ruang agar physical distancing (jaga jarak) sebagai salah satu protokol kesehatan tetap berjalan dengan baik,” urainya.

Ia yang akrab disapa Ebe, menyebutkan bahwa rapat Satgas Covid-19 tersebut juga menghasilkan satu kebijakan terkait pasien Covid-19 dan keluarganya, yakni akan mendapatkan bantuan sembako dari Pemkab Tubaba.

”Pos anggaran untuk bantuan tersebut berasal dari dana BTT (Belanja Tak Terduga) Dinas Sosial Kabupaten Tubaba,” katanya, seraya menambahkan bahwa penyemprotan disinfektan ke kantor-kantor SKPD sudah dilakukan pekan lalu, dan akan dilaksanakan kembali pekan ini.

Baca Juga  Ombudsman RI Perwakilan Lampung Kunjungi Tubaba

Diketahui, kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Tubaba bertambah menjadi 14 orang. Hal ini setelah ada penambahan 1 (satu) kasus baru pada tanggal 24 Oktober 2020. Yakni Nn. PA (21), warga Marga Kencana-Tulangbawang Udik. Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan swab pada Labkesda Provinsi Lampung tanggal 23 Oktober 2020. Saat ini, pasien tersebut sudah menjalani perawatan dan isolasi di RSUD Tubaba

“Selanjutnya akan dilakukan tracking terhadap orang–orang yang pernah kontak erat dengannya. Jadi, total pasien yang total pasien yang sedang menjalani perawatan dan isolasi  berjumlah 14 orang. Di RSUD Tubaba 9 orang, RSUD Abdoel Moeloek-Bandarlampung 2 orang, RS Yukum Medical Center-Bandar Jaya 1 orang, dan di Lampung Timur 2 orang,” terang Eri Budi Santoso. (Arie/len)

Komentar