Kisah Haru Kyai Batua dan Sinta, Lahirnya Dua Anak Harimau Sumatera Pertama di Lampung

Tauriq Attala Gibran

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar bahagia datang dari bumi Lampung. Dua anak Harimau Sumatera berjenis kelamin betina resmi diperkenalkan ke publik di Taman Satwa Lembah Hijau, Bandarlampung, pada Sabtu (23/5/2026). Kehadiran dua bayi harimau ini mengukir sejarah baru sebagai keberhasilan pertama kelahiran Harimau Sumatera melalui program konservasi ex-situdi Provinsi Lampung.

Lampung (Netizenku.com): Dua anak harimau yang lahir sehat pada 14 Februari 2026 ini berasal dari pasangan Kyai Batua dan Sinta. Keduanya diberi nama Puspa dan Muli Sikop. Nama Puspa diberikan oleh istri Gubernur Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, yang berarti bunga lambang keindahan. Sementara nama Muli Sikop diambil dari bahasa Lampung yang berarti gadis cantik.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengaku sangat bersyukur atas kelahiran bersejarah ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, Lampung mendapatkan kabar bahagia dengan lahirnya dua anak Harimau Sumatera yang sehat. Ini menunjukkan bahwa upaya konservasi yang dilakukan bersama mampu memberikan harapan bagi kelestarian satwa langka Indonesia,” ujar Mirzani.

Baca Juga  DPRD Lampung Minta Pemprov Perkuat Sektor Energi, Potensi Migas Dinilai Sangat Menjanjikan

Keberhasilan ini merupakan buah kolaborasi nyata antara Pemerintah Provinsi Lampung, Kementerian Kehutanan, dan pihak Taman Satwa Lembah Hijau.

Di balik kegembiraan ini, ada kisah perjuangan menyentuh hati dari kedua induknya. Kyai Batua dan Sinta merupakan penyintas yang sama-sama bertahan hidup dengan tiga kaki akibat keganasan jerat liar di habitat asli mereka masing-masing.

Kyai Batua, sang induk jantan, diselamatkan pada tahun 2019 di Lampung Barat dengan kondisi kaki kanan depan yang terpaksa diamputasi. Sementara Sinta, sang induk betina, mengalami nasib serupa di Bengkulu pada akhir 2024 sehingga kaki kanan belakangnya juga harus diamputasi.

Melihat kondisi tersebut, Mirzani memberikan pesan mendalam kepada masyarakat.

Baca Juga  Pemprov Lampung Perkuat SAKIP dan Zona Integritas 2026

“Kisah Kyai Batua dan Sinta menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ancaman jerat liar masih nyata dan membahayakan satwa dilindungi. Karena itu, menjaga hutan dan satwa liar harus menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Bagi Mirzani, lahirnya dua anak harimau dari induk difabel ini menjadi simbol keberhasilan pelestarian satwa langka sekaligus ketulusan para perawat satwa.

“Ini bukan hanya tentang kelahiran satwa, tetapi juga tentang harapan dan semangat untuk terus menjaga kekayaan alam Indonesia,” jelasnya.

Sementara Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, menegaskan bahwa ancaman terhadap satwa dilindungi ini memang masih sangat tinggi di kawasan hutan.

“Jerat tidak mengenal jenis satwa. Walaupun tujuannya untuk menangkap babi hutan, jika yang terkena harimau maka dampaknya tetap sama dan sangat membahayakan,” ujarnya.

Sebagai salah satu habitat Harimau Sumatera yang krusial, Lampung memerlukan dukungan semua pihak untuk menghentikan pemasangan jerat liar. Satyawan menjelaskan bahwa indikator keberhasilan konservasi adalah pertumbuhan populasi di alam liar, namun tetap harus menjaga keselamatan masyarakat agar tidak memicu konflik.

Baca Juga  Wagub Jihan Nurlela Dorong Kolaborasi Hexahelix Demi Guru Lampung Adaptif Digital

“Harimau harus tetap bisa berkembang biak dengan baik di habitat yang masih utuh dan minim aktivitas manusia, sehingga keseimbangan antara kelestarian satwa dan keselamatan masyarakat tetap terjaga,” katanya.

Satyawan juga mengetuk pintu hati seluruh elemen masyarakat untuk gencar mengampanyekan penyelamatan satwa kebanggaan Indonesia ini.

“Konservasi tidak bisa dilakukan sendiri. Kami mengajak pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media massa, hingga para influencer untuk bersama-sama mengkampanyekan pelestarian Harimau Sumatera,” pungkasnya.

Di akhir kunjungan, Gubernur Mirzani juga menyempatkan diri berinteraksi dan berfoto bersama Gajah Sumatera bernama Mega dan anaknya, Rawana, sebagai bentuk komitmen total Lampung dalam menjaga kekayaan alam nusantara. (*)

Berita Terkait

Ribuan Warga Meriahkan HUT ke-344 Bandar Lampung
DPRD Lampung Pangkas Belanja Tak Mendesak, Rapat Hotel hingga ATK Jadi Sorotan APBD 2027
Imelda SH Terpilih Aklamasi Pimpin PUAN Lampung Periode 2025–2030
PKB Lampung Minta Korban Kekerasan Berani Melapor, Pelaku Harus Diberi Efek Jera
DPRD Lampung Tekankan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Utama Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Soroti Pajak Air Permukaan, DPRD Lampung Minta Pengawasan Perusahaan Diperketat
DPRD Lampung Soroti Proyek Jalan Pringsewu–Kalirejo, Kontraktor Diminta Percepat Pekerjaan
30 Tahun Kudatuli, Lesty Ingatkan Kader Muda PDI Perjuangan Tak Lupakan Sejarah

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:45 WIB

80 KK di Way Laga Terima Bantuan Air Bersih

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:08 WIB

Eva Dorong Pelestarian Kuliner Tradisional Lampung

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:42 WIB

Pemkot Bandar Lampung Rotasi Pejabat, Dua Camat Dilantik

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:25 WIB

Eva Dwiana Siapkan Strategi Hadapi Banjir

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:20 WIB

Bandar Lampung Expo 2026 Jadi Inspirasi Peluang Usaha

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:15 WIB

Kebakaran Lahap Bengkel dan Toko Elektronik di Kedaton

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pemkot Bandar Lampung Targetkan PAD 2027 Rp1,164 Triliun

Senin, 20 Juli 2026 - 17:27 WIB

Konvoi 30 Jeep PPM Jadi Magnet Festival Budaya HUT ke-344 Kota Bandar Lampung

Berita Terbaru

Oplus_131072

Tulang Bawang Barat

Kadisdikbud Tubaba Dorong Sekolah Perkuat Refleksi Program

Rabu, 29 Jul 2026 - 12:03 WIB

Bandarlampung

80 KK di Way Laga Terima Bantuan Air Bersih

Rabu, 29 Jul 2026 - 11:45 WIB

Bandarlampung

Eva Dorong Pelestarian Kuliner Tradisional Lampung

Rabu, 29 Jul 2026 - 11:08 WIB

Lampung

Ribuan Warga Meriahkan HUT ke-344 Bandar Lampung

Rabu, 29 Jul 2026 - 11:05 WIB

Bandarlampung

Pemkot Bandar Lampung Rotasi Pejabat, Dua Camat Dilantik

Rabu, 29 Jul 2026 - 09:42 WIB