DPRD Lampung Kritik Tajam LKPJ Pemprov 2025

Tauriq Attala Gibran

Senin, 25 Mei 2026 - 21:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Provinsi Lampung Tahun 2025 menuai kritik tajam. Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Provinsi Lampung membongkar sederet persoalan serius, mulai dari data yang tidak sinkron, lemahnya perencanaan anggaran, hingga masalah tunda bayar yang kronis.

Lampung (Netizenku.com): Ketua Pansus LKPJ DPRD Lampung, Lesty Putri Utami, menegaskan bahwa pihaknya telah melayangkan sembilan rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Langkah ini diambil agar penyusunan LKPJ ke depan jauh lebih akurat, transparan, dan akuntabel.

DPRD Lampung menyoroti tajam kinerja Biro Otonomi Daerah (Otda) dan TAPD. Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) dinilai melenceng dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Baca Juga  Gubernur Mirza Dorong BAZNAS Perkuat Peran Zakat untuk Entaskan Kemiskinan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melihat data yang dihadirkan Biro Otda dan TAPD masih belum sinkron dengan visi pembangunan daerah,” tegas Lesty pada, Senin (25/5/2026).

Dari total 49 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Lampung, sebanyak 14 OPD mendapatkan catatan merah. Sektor infrastruktur menjadi yang paling disorot karena menjadi sarang masalah tunda bayar.

Pansus mengingatkan agar realisasi anggaran harus berbanding lurus dengan capaian kinerja di lapangan. Jangan sampai ada kegiatan yang belum rampung, namun anggarannya justru sudah terserap habis.

Baca Juga  Kwarda Lampung Siapkan Rangkaian Kegiatan Hari Pramuka ke-65

Catatan kritis DPRD Lampung tidak berhenti di situ. Jalannya roda pemerintahan daerah dinilai stagnan. Pemprov Lampung dianggap hanya mengulang program tahun-tahun sebelumnya tanpa ada inovasi yang adaptif terhadap tantangan global maupun teknologi.

Sistem evaluasi kinerja juga mendapat rapor merah. Selama ini, Pemprov hanya berorientasi pada output (hasil kerja fisik), bukan pada outcome (dampak nyata pembangunan) bagi masyarakat luas.

Di sektor fiskal, kualitas perencanaan pendapatan daerah dinilai sangat lemah. Akibat target yang tidak akurat dan basis data yang tidak valid, terjadi deviasi ekstrem antara target dan realisasi pendapatan.

Pansus DPRD Lampung mendesak TAPD untuk segera memperjelas kondisi fiskal riil daerah. Pemprov diminta tegas memisahkan antara realisasi belanja murni, pembayaran tunda bayar tahun sebelumnya, hingga kewajiban yang dibebankan pada tahun berikutnya. Langkah pemisahan ini dinilai sangat penting agar kondisi APBD Lampung tidak menyesatkan secara administratif.

Baca Juga  Warga Bandar Lampung Diimbau Waspada Paparan Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

DPRD Lampung mendorong adanya reformasi besar-besaran pada sinkronisasi RPJMD, RKPD, dan APBD. Tujuannya, agar pembangunan di Lampung benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar mengejar angka serapan anggaran.

Pansus juga menggarisbawahi persoalan klasik yang masih terjadi di sektor-sektor vital. Sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga penanggulangan bencana dinilai masih diwarnai ketimpangan layanan, lemahnya pengawasan, serta minimnya kesiapsiagaan anggaran. (*)

Berita Terkait

RSUD Abdul Moeloek Hadirkan Teknologi DSA untuk Perkuat Layanan Stroke
Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara
Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara
DPRD Lampung Kejar Penyelesaian 13 Raperda Sebelum 25 November
Wagub Jihan Dorong Mahasiswa Jadi Versi Terbaik Diri di Era Digital
Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba
Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija
Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:59 WIB

RSUD Abdul Moeloek Hadirkan Teknologi DSA untuk Perkuat Layanan Stroke

Selasa, 29 September 2026 - 11:06 WIB

Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara

Senin, 28 September 2026 - 20:10 WIB

Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara

Senin, 28 September 2026 - 18:26 WIB

Wagub Jihan Dorong Mahasiswa Jadi Versi Terbaik Diri di Era Digital

Senin, 28 September 2026 - 16:25 WIB

Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba

Sabtu, 26 September 2026 - 16:44 WIB

Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija

Jumat, 25 September 2026 - 20:27 WIB

Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian

Jumat, 25 September 2026 - 15:50 WIB

Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat

Berita Terbaru

Pringsewu

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Senin, 28 Sep 2026 - 19:56 WIB