Tubaba Optimis Target Prevelensi Stunting 14 Persen 2024

Redaksi

Selasa, 19 Juli 2022 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) terus melakukan berbagai inovasi untuk upaya percepatan penurunan stunting melalui program desa cerdas (smart village), dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita.

Pemkab Tubaba optimistis target prevalensi stunting 14 persen pada 2024 bakal dicapai. Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Tubaba Dr Zaidirina SE MSi, dalam audiensi dengan jajaran pimpinan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Sekretariat Stunting di Jakarta, Senin (18/7).

“Kami berupaya sekuat tenaga dan berkomitmen kuat untuk percepatan penurunan stunting dan mencapai target 14 persen pada tahun 2024,” kata Zaidirina dalam audiensi yang dihadiri Direktur Advokasi dan Hubungan Antar Lembaga BKKBN Wahidah, Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Viktor Palembong, Sub Koordinator Biro Perencanaan BKKBN Eko, serta Staf Ahli Sekretariat Stunting dr. Lucy Widasari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Zaidirina, upaya penurunan stunting yang saat ini dilakukan adalah dengan mengembangkan program smart village dan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan menyusui serta balita.

Baca Juga  Sampah Tubaba Capai 30 Ton per Hari, 70 Bank Sampah Jadi Andalan di Tengah Keterbatasan Armada

“Jadi orang-orang yang datanya ada di smart village yang perlu dibantu, misalnya potensi stunting, miskin, datanya ada di smart village. Kemudian kita punya kartu untuk nanti bisa ambil telur dan sebagainya tinggal tap nanti masuk datanya ke smart village,” kata Zaidirina.

Berdasarkan data di smart village, saat ini ada sebanyak 21.786 balita di Kabupaten Tubaba. Dari jumlah itu yang stunting sebanyak 1.185 balita.

Zaidirina mengatakan, ada 93 tiyuh di wilayah Kabupaten Tubaba dan semuanya telah terintegrasi dengan smart village.

Selanjutnya dengan menggunakan angaran dana desa, Pemkab Tubaba juga sudah memberikan PMT kepada keluarga beresiko stunting dan balita stunting. Paket PMT itu berupa susu, telur puyuh, dan sayuran.

“Kami punya slogan nenemo yakni nemen, nedes, dan nerimo,” kata Zaidirina. Slogan yang merupakan kearifan lokal tersebut diterjemahkan sebagai nemen (bekerja keras), nedes (tahan uji), dan nerimo (menerima).

Dalam audiensi tersebut, Zaidirina beserta jajarannya yakni Kepala Dinas Kesehatan Majril, Kepala Dinas PPKB Nurmansyah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Sofyan Nur, dan Direktur RSUD Tubaba Pramono Satrio Wibowo, serta ketua tim smart village Davit Kurniawan.

Baca Juga  Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba

Menambahkan paparan dari Pj bupati, Majril mengatakan pihaknya juga telah melakukan 10 intervensi spesifik untuk penanangan stunting, yakni pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita setiap bulan di Posyandu, pemberian makanan tambahan ibu hamil dan bayi balita kurang gizi, pemberian tablet tambahan darah bagi remaja, wanita usia subur, dan ibu hamil, serta memberikan bantuan vitamin A pada ibu nifas, bayi, dan balita.

Selain itu, Pemkab Tubaba juga mendorong peningkatan ASI eksklusif dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

P“Ada juga promosi konseling pemberian makanan bayi dan anak, tatalaksana gizi buruk, pemeriksaan kehamilan dan imunisasi, manajemen terpadu balita sakit, lalu pemberian obat cacing pada balita setiap enam bulan sekali,” kata Majril.

Terkait dengan program smart village, David Kurniawan mengatakan program ini dijalankan dengan menggunakan platform Open SID. Menurutnya, data-data yang dimiliki smart village lengkap mulai dari balita stunting, status-status dalam rumah tangga.

Baca Juga  KUA-PPAS APBD Tubaba 2027 Disepakati, Pemkab dan DPRD Fokuskan Anggaran untuk Kebutuhan Masyarakat

Menanggapi paparan dan penjelasan dari Pemkab Tubaba, Direktur Advokasi dan Hubungan Antar Lembaga BKKBN Wahidah menyatakan apresiasinya.

“Sangat jelas apa yang akan dilakukan dan apa solusi untuk upaya percepatan penurunan stunting. Ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain,” kata Wahidah.

Apresiasi juga disampaikan dr. Lucy Widasari. Menurutnya smart village yang digunakan Pemkab Tubaba merupakan lini untuk upaya percepatan penurunan stunting yang beririsan dengan kemiskinan.

Apalagi data yang disajikan dalam smart village adalah data nyata terkini atau real time.

“Ini bisa jadi contoh untuk daerah lain. Bahwa ini sudah mencakup audit stunting, rembuk stunting, pendampingan keluarga. Tinggal memasukkan elsimil dan juga menambah kelompok sasaran, termasuk calon pengantin,” kata dr Lucy.

Diketahui, data smart village di Kabupaten Tubaba terintegrasi dengan data seluruh desa di Provinsi Lampung yang saat ini jumlahnya mencapai 16 ribu desa. (Arie/Leni)

Berita Terkait

Kwarcab Tubaba Buka KMD Angkatan X 2026, 75 Peserta Disiapkan Jadi Pembina Pramuka Berkualitas
Ribuan Warga Tubaba Salat Istisqa, Doakan Hujan Segera Turun
Pemkab Tubaba Cari Formula Pembiayaan Siltap Aparatur Tiyuh di Tengah Keterbatasan Fiskal
Pemkab Tubaba Diminta Perketat Penganggaran Belanja Hibah dalam APBD 2027
TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Tubaba, Perkuat Pemberdayaan Keluarga
Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba
Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027
DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:21 WIB

RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Batin Wulan Dorong Percepatan Sertifikasi Halal bagi UMKM Lampung

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:36 WIB

DPRD Lampung dan Disnaker Lampung Siap Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Marindo: Nilai Pancasila Harus Menjadi Landasan Pembangunan di Lampung

Rabu, 30 September 2026 - 22:10 WIB

Wagub Jihan Siap Dukung Pengembangan Program Sastra di Lamban Sastra Isbedy

Rabu, 30 September 2026 - 16:46 WIB

Wagub Jihan Dorong Modernisasi Pertanian untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Berita Terbaru