Tekan Kenaikan Kasus, Tubaba Adakan Rembuk Stunting

Redaksi

Sabtu, 23 Juli 2022 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengadakan acara rembuk stunting, guna menekan kenaikan kasus stunting yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Kantor Bupati setempat di Tiyuh Panaragan, Jumat (22/7).

Selain rembuk stunting, juga penandatanganan komitmen bersama aksi konvergensi penurunan stunting Kabupaten Tubaba, sekaligus Penjabat Bupati Dr Zaidirina mengukuhkan tim percepatan penurunan stunting kabupaten setempat.

Pada kesempatan itu, Zaidirina menyampaikan bahwa stunting Kabupaten Tubaba sekitar 22 persen, hal ini dinilai masih cukup tinggi dibandingkan dengan Provinsi Lampung sekitar 18 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya penurunan stunting terus diupayakan Pemkab dengan berbagai pihak, sehingga pihaknya merasa sangat bersyukur bisa diselenggarakannya kegiatan rembuk stunting ini.

“Alhamdulillah kita hari ini sudah melakukan iktikad baik dengan digelarnya acara ini, tinggal bagaimana mengimplementasikannya kedepan,” kata dia.

Ia berharap agar pemerintah dan jajaran terkait di Tubaba untuk serius dan transparan dalam melakukan kegiatan ini. Menurutnya, menangani masalah stunting tidak begitu sulit asalkan bekerja secara bersama-sama, manfaatkanlah teknologi dan berkolaborasi.

Baca Juga  Kementan Salurkan Bantuan Tebu, Kopi, dan Kakao untuk Petani Tubaba

Zaidirina juga memberikan apresiasi kepada dinas PP dan KB Tubaba yang sudah mulai mengintregrasikan program-program kerja di satkernya dengan yang ada di OPD lainnya.

“Jika kita cari semua di tiap OPD pasti ada tanggung jawabnya untuk persoalan stunting ini. Jadi Alhamdulillah ini sudah mulai. Sekali lagi kita sedang melakukan anggaran perubahan, dan saya minta ini menjadi perhatian ketua DPRD juga. Saya minta di anggaran perubahan kita sama-sama kroyokan mengatasi stunting ini,” ucapnya.

Menurutnya, upaya pencegahan dan penanganan masalah stunting di 93 tiyuh (desa) di Kabupaten Tubaba juga perlu di integrasikan dengan smart village dimasing- masing tiyuh.

“Kebetulan di Tubaba ini 93 tiyuh sudah smart village. Tinggal bagaimana kita mengupgrade nya menjadi tingkat yang lebih baik, paling tidak dengan adanya smart village maka untuk data kita menjadi lebih mudah, jadi data kita ini akan lebih akurat dan bisa terintegrasi sampai dengan tingkat kecamatan sampai dengan tingkat kabupaten,” imbuhnya.

Baca Juga  Proyek RSUD Tubaba Rp128 M Diduga Minim Transparansi

Sehingga, dengan apapun yang menjadi program pemerintah akan tepat sasaran karena datanya adalah data by name by addres.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa di Kabupaten Tubaba tiyuh yang sangat tertinggal dan tiyuh tertinggal sudah tidak ada. Tinggal tiyuh maju, tiyuh berkembang, dan tiyuh mandiri. Artinya, harus ada korelasi positif antara tiyuh-tiyuh dengan kondisi masyarakat.

Dia berharap, agar tindakan tidak hanya fokus pada tiyuh yang sudah ada stuntingnya, tetapi dilakukan juga ke pencegahannya ke setiap tiyuh.

“Jika sudah stunting mungkin intervensi kita tidak sedikit lagi persentase yang kita lakukan, tetapi jika dilakukan juga tindakan pencegahan maka luar biasa banyak sekali yang bisa kita lakukan dan otomatis bergulir, kemiskinannya juga bisa berkurang, stuntingnya juga bisa hilang kemudian kesehatannya juga meningkat,” ujarnya.

Baca Juga  Wabup Tubaba Ikuti Bimtek ASWAKADA 2026, Perkuat Sinergi Daerah

Acara tersebut diselenggarakan secara hybrid. Adapun secara luring yang hadir langsung adalah Forkopimda, Sekda, Kepala Kemenag Tubaba, kepala Pengadilan Agama, ketua TP-PKK, Apdesi, PWI, wartawan, perwakilan PKK kecamatan, wakil dari PKK tiyuh, tenaga penyuluh keluarga berencana, IBI Tubaba, IDI Tubaba, ahli gizi, dokter spesialis, dengan jumlah keseluruhan 91 orang.

Sedangkan secara luring atau zoom meeting diikuti oleh seluruh kepala tiyuh, tim PKK tiyuh, PPKBD dan sub PPKBD, tenaga teknis kesehatan lingkungan, tenaga gizi, tenaga promkes, pendamping keluarga di tiyuh, kader pembangunan manusia, tim penggerak PKK tiyuh se-Kabupaten Tubaba. (Arie/Leni)

Berita Terkait

DPRD Tubaba Soroti Proyek Irigasi Rp48,35 Miliar
Kwarcab Pramuka Tubaba Lantik Pengurus PAW, Fokus Kejar Program Strategis
SDN 14 Tulang Bawang Barat Terbakar, Ruang Kelas Hangus Dilalap Api
DPRD Tubaba Sidak Proyek Irigasi Rp48,35 Miliar yang Diduga Bermasalah
Proyek Irigasi Rp48 Miliar di Tubaba Diduga Mangkrak
Pemkab Tubaba Raih Opini WTP ke-15 Kali Berturut-turut
Tubaba Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Siapkan Kawasan Pendidikan Bertaraf Internasional
Tubaba Siapkan Tim Lintas Sektor untuk Awasi Aktivitas Usaha

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:37 WIB

Kemendagri Dukung Pengembangan Mocaf di Pringsewu

Senin, 15 Juni 2026 - 23:54 WIB

Hoaks Begal di Pringsewu Terungkap, Motor Dijual untuk Judi Online

Senin, 15 Juni 2026 - 23:39 WIB

Bupati Canangkan Zona Integritas di RSUD Pringsewu

Senin, 15 Juni 2026 - 23:36 WIB

Sekda Pringsewu Ingatkan ASN Taat Bayar Pajak Kendaraan

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:14 WIB

Ratusan Personel Gabungan Amankan Kunjungan Wamensos di Pringsewu

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:11 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Inflasi

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:07 WIB

Wamensos Serahkan Bantuan ATENSI Rp1 Miliar untuk Warga Pringsewu

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:03 WIB

Wabup Pringsewu Pimpin Persiapan Gugus Tugas Reforma Agraria

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

DPRD Tubaba Soroti Proyek Irigasi Rp48,35 Miliar

Jumat, 19 Jun 2026 - 12:42 WIB

Pringsewu

Kemendagri Dukung Pengembangan Mocaf di Pringsewu

Rabu, 17 Jun 2026 - 23:37 WIB