BERBAGI

Liwa (Netizenku.com): Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lampung Barat, melakukan sosialisasi tentang keputusan bupati, terkait pembebasan pajak bagi resto dan hotel, terkait mewabahnya virus Covid-19.

Kasatpol PP Lampung Barat, Haiza Rinza, yang memimpin langsung gerakan tersebut mengatakan, hari ini pihaknya mendatangi lima hotel dan resto yang ada di wilayah kecamatan Balikbukit, ternyata masih ada yang tidak mengindahkan imbauan.

“Kami melakukan sosialisasi tentang kebijakan bupati terkait pembebasan pajak terhadap resto dan hotel selama tiga bulan, serta melakukan penyemprotan di lima hotel dan resto yang ada di wilayah Kecamatan Balikbukit,” kata Haiza, Selasa (31/3).

Dari ke lima hotel yang menjadi obyek penyemprotan dan sosialisasi tersebut kata Haiza, dua diantaranya, yakni resto dan hotel Sari Rasa dan hotel Permata untuk sementara tidak melakukan operasional atau tutup. Tetapi hotel Ono, hotel dan RM Sahabat Utama serta hotel Pesagi tetap operasional seperti biasa.

“Saya sempat marah dengan management hotel Ono yang ada di Kelurahan Way Mengaku Balikbukit, karena dari awal sudah diperintahkan semua hotel, minimarket dan fasilitas publik lainnya untuk menyiapkan hand sanitizer dan sarana cuci tangan dengan air mengalir, ternyata mereka tidak mengindahkan instruksi tersebut,” kata dia.

Dijelaskan Haiza, bagi hotel yang tetap operasional diharapkan untuk mengikuti protokoler kesehatan dalam rangka pencegahan penularan virus Covid 19, dengan secara rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan.

“Pengelola hotel harus menyadari bahwa virus Covid-19 penyebarannya sangat cepat, maka harus dilakukan pencegahan, diantaranya dengan penyemprotan cairan disinfektan secara berkala dan penyediaan sarana cuci tangan dan hand sanitizer, karena kita tidak tahu tamu yang mereka terima berasal dari mana, karena tidak menutup kemungkinan dari daerah zona merah Covid-19,” ujarnya.

Haiza juga mengajak masyarakat Lampung Barat, untuk menuruti apa yang menjadi petunjuk pemerintah, seperti imbauan untuk social distancing atau physical distancing, atau tetap berada di rumah.

“Pemutusan mata rantai penyebaran virus Covid-19, juga tergantung dari kedisiplinan kita mengikuti anjuran atau petunjuk dari pemerintah, maka kita disarankan untuk tetap berada di rumah, dan pak bupati telah memberikan contoh, dimana dari pejabat eselon IV, staf dan THLS di lingkungan Pemkab Lampung Barat, telah diminta untuk bekerja dari rumah,” tandasnya. (Iwan/len)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here